UNTUK INDONESIA
Sejarah dan Perkembangan CCTV di Dunia
Closed Circuit Television atau CCTV merupakan sebuah televisi yang dioperasikan menggunakan sinyal yang bersifat tertutup.
Kamera CCTV. (Foto: Tagar/Unsplash)

Jakarta - Belakangan ini penggunaan kamera CCTV semakin marak digunakan untuk memantau aksi demonstasi yang menolak disahkannya UU Cipta Kerja atau Omnimbus Law. Masyarakat yang tidak turun ke jalan atau pihak berwenang bisa menyaksikan aksi penyampaian pendapat yang dilakukan secara massal, hampir diseluruh wilayah Indonesia.

Namun tahukah Anda siapa yang menemukan sistem pengawasan CCTV ini dan apa kegunaan awal dari sistem televisi ini? Berikut Tagar berikan rangkumannya, dilansir dari berbagai sumber, Kamis, 8 Oktober 2020.

atau yang lebih dikenal dengan CCTV merupakan sebuah televisi yang dioperasikan menggunakan sinyal yang bersifat tertutup, berbeda dengan televisi biasa yang menggunakan sinyal siaran.Closed Circuit Television atau yang lebih dikenal dengan CCTV merupakan sebuah televisi yang dioperasikan menggunakan sinyal yang bersifat tertutup, berbeda dengan televisi biasa yang menggunakan sinyal siaran.

Saat ini sistem CCTV banyak digunakan di dalam industri-industri seperti militer, bandara, toko, kantor, pabrik dan bahkan sekarang perumahan pun telah banyak yang menggunakan teknologi ini.

CCTV pertama kali ditemukan oleh seorang insinyur asal Jerman bernama Walter Bruch. Kala itu menciptakan sebuah sistem televisi yang terdiri dari kamera, digital video recorder (DVR), dan monitor (output untuk CCTV).

Kamera CCTVPenemu CCTV, Walter Bruch. (Foto: Tagar/alchetron)

Sistem televisi sirkuit tertutup ini pertama kali dirancang dan dipasang untuk mengawasi proses peluncuran roket V-II pada tahun 1942. Saat itu CCTV yang digunakan diproduksi oleh Siemens AG. Sistem ini digunakan untuk memastikan tidak terjadi kesalahan dan menghindarkan antusiasme warga Jerman agar terhindar dari risiko peluncuran roket tersebut.

Kemudian pada tahun 1947, Amerika Serikat memasang CCTV disetiap jalan dan ruang publik untuk memantau tindak kejahatan karena saat itu tingkat kejahatan di New York sangat besar. Dengan menggunakan kamera CCTV ini, jika ada orang-orang yang mencurigakan, polisi setempat dapat dengan mudah mencari orang tersebut dengan rekaman CCTV.

Sebelas tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1960, Inggris menggunakan CCTV untuk mengawasi tempat umum dan mengamati kerumunan orang yang sedang melakukan aksi demonstrasi kepada kerjaan Inggris. Pada zaman ini, CCTV yang digunakan masih memakai kamera dengan resolusi rendah sehingga mengakibatkan hasil gambar buruk dan berwarna hitam putih. Saat itu sistem CCTV yang digunakan masih menggunakan kabel koaksial, yaitu 1 kamera untuk 1 monitor.

Kamera CCTVKamera CCTV yang digunakan pertama kali pada tahun 1940-an. (Foto: Tagar/Wikipedia)

Pada tahun 1970, barulah muncul CCTV dengan sistem Multiplexer VCR, yang dimana satu monitor dapat digunakan untuk menampilkan hasil dari beberapa kamera CCTV. Terciptanya sistem ini tentunya dapat mengurangi biaya operasional untuk membeli monitor sebanyak kamera yang digunakan. Sayangnya, pada zaman ini, CCTV masih menghasilkan gambar yang buruk, sehingga objek yang terekam oleh kamera tidak terlihat dengan jelas.

Kemudian pada tahun 1990-an, terciptalah CCTV dengan sistem digital video recorder atau DVR. Dengan sistem ini, resolusi tinggi dari kamera dapat menghasilkan gambar yang lebih baik dan jelas.

Di Indonesia sendiri, CCTV mulai dikenal sekitar tahun 1995. Saat ini sistem kamera pengawas ini baru digunakan pada gedung perkantoran. Namun setelah terjadi kerusahan Mei 1998, CCTV justru semakin marak digunakan. Barulah pada 2004, kepolisian mulai menggunakan kamera pengawas ini untuk memantau ruang publik dan arus lalu lintas. Bahkan saat ini polisi lalu lintas di Indonesia sudah memanfaatkan kamera CCTV ini untuk program tilang elektronik.

Hingga kini keberadaan kamera CCTV menjadi sangat vital untuk mengatasi tindak kejahatan yang terjadi di tempat umum, perkantoran, mal, hingga toko-toko. Perkembangan CCTV juga akan semakin canggih untuk kedepannya, sehingga diharapkan resolusi, ukuran penggunaan, dan sistem yang digunakan kamera pengawas ini bisa jauh lebih baik dari yang ada saat ini.

Berita terkait
Pantau Demo UU Cipta Kerja via CCTV di Sekitar Gedung DPR RI
Pantau aksi demo tolak Omnibus Law dan UU Cilaka melalui link akses CCTV yang terpasang di sejumlah tempat di sekitar gedung DPR RI.
Link CCTV Pantau Demo Tolak Omnibus Law di Jakarta
Pantau aksi demo tolak Omnibus Law dan UU Cilaka melalui link akses CCTV yang terpasang di sejumlah tempat dan ruas jalan utama di DKI Jakarta.
Perusakan Kantor KONI Sumbar Terekam CCTV
Kantor KONI Sumatera Barat dirusak sejumlah orang yang diduga berasal dari insan olahraga.
0
Liga 1 Tak Kunjung Digulirkan, Persiraja Bubarkan Tim
Manajemen Persiraja Banda Aceh membubarkan tim karena tidak ada kepastian Liga 1. Persiraja juga katakan tidak ikut liga bia digelar Desember.