Sejarah Bursa Efek Surabaya

Produk Bursa Efek Surabaya yang meliputi saham, obligasi serta reksadana.
Ilustrasi - Pergerakan pasar modal di bursa efek. (Foto: Tagar/Pixabay)

Jakarta – Bursa Efek Surabaya merupakan bursa efek swasta pertama di Indonesia, yang didirikan pada tanggal 16 Juni 1989 berdasarkan SK Menteri Keuangan Nomor 645/KMK.010/1089, oleh Menteri Keuangan pada saat itu JB Sumarlin. 

Dikutip dari berbagai sumber, berikut sejarah Bursa Efek Surabaya.

Setelah Perang Dunia I, tepatnya Pada tahun 1925 Bursa Efek Surabaya dan Bursa Efek Semarang dibuka. Sayangnya hal ini tidak berlangsung lama karena BEI dihadapkan pada Resesi Ekonomi tahun 1929 dan pecahnya Perang Dunia II. Keadaan yang semakin memburuk membuat Bursa Efek Surabaya dan Semarang ditutup, yang diikuti juga oleh Bursa Efek Jakarta pada 10 Mei 1940.

Setelah Kemerdekaan Republik Indonesia, Bursa Efek Jakarta dibuka kembali dibuka oleh Presiden Soekarno pada 3 Juni 1952. Hingga pada akhirnya keberadaan Bursa Efek kembali tidak aktif ketika ada program nasionalisasi perusahaan Belanda pada tahun 1956 sampai 1977. 

Operasional bursa pada waktu itu dilakukan oleh PPUE (Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek) yang beranggotakan bank negara, bank swasta dan para Pialang efek. 

Pada tanggal 26 September 1952 dikeluarkan Undang-undang No. 15 Tahun 1952 sebagai Undang-Undang Darurat yang kemudian ditetapkan sebagai Undang-Undang Bursa.

Pendirian Bursa Efek Surabaya dimaksudkan untuk mendukung perkembangan ekonomi wilayah Indonesia bagian timur, dengan mengembangkan industri pasar modal di Kota Surabaya di Provinsi Jawa Timur.

Pada tahun 1995, BES merger dengan Indonesian Parallel Stock Exchange (IPSX), sehingga sejak itu Indonesia hanya memiliki dua bursa efek, yakni Bursa Efek Surabaya (BES) dan Bursa Efek Jakarta (BEJ). 

Lalu, pada 1 Desember 2007 Bursa Efek Surabaya melakukan merger dengan melebur ke dalam Bursa Efek Jakarta yang selanjutnya berganti nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI). Penggabungan ini menjadikan Indonesia hanya memiliki satu pasar modal.

Adapun produk Bursa Efek Surabaya yang meliputi saham, obligasi (baik swasta maupun pemerintah), serta reksadana (LQ45 Futures, Dow Futures, dan Japan Futures). Sedangkan layanan BES sebagai berikut:

  • FATS (future Automated Trading System) : Merupakan sistem perdagangan jarak jauh untuk Pasar Reksadana.
  • OTC-FIS (Over The Counter- Fixed Income Service) : Merupakan instrumen perdagangan untuk fixed income.
  • SSX-Net (Surabaya Stock Exchange Net) : Adalah sistem informasi berbasis Internet BES untuk mendukung transparansi pasar modal.
  • IGSYC (Indonesian Government Securities Yield Curve) : Adalah indicator berbasis analisis statistik untuk memprediksi kejadian ekonomi masa depan.

(Fadhil Ramadhan)


Baca Juga:

Berita terkait
Sejarah Wall Street, Bursa Efek Terbesar di Dunia
Istilah Wall Street kerap digunakan untuk menggambarkan industri keuangan dan perusahaan-perusahaan yang terdapat di dalamnya.
Saham Bursa Inggris Ditutup di Zona Merah pada Perdagangan
Saham-saham di bursa Inggris ditutup di zona merah pada perdagangan Senin 8 November 2021, menyusul aksi ambil untung dari kenaikan sebelumnya.
Nama Eks KaBAIS Masuk Bursa Calon Kepala BIN
Banyak yang menilai Mayjen TNI (Purn) Hartomo adalah orang yang tepat.
0
Harga Emas Antam di Pegadaian, Rabu 22 Juni 2022
Harga emas Antam hari ini di Pegadaian, Rabu, 22 Juni 2022 untuk ukuran 1 gram mencapai Rp 1.034.000. Simak rincian harganya sebagai berikut.