Indonesia
Sejarah Awal Kondom di Dunia
Percaya engga kondom terbuat dari kandung kemih binatang sebagai pembungkus penis?
Ilustrasi, kondom. (Gambar: Ist)

Jakarta, (Tagar 6/3/2019) - Kondom sudah dikenal sejak berabad-abad lalu. Awalnya benda ini terbuat dari usus domba atau kertas sutra yang diminyaki, hingga dari kulit kura-kura atau tanduk binatang yang digunakan untuk melindungi  kelamin dari serangga dan juga penyakit lainnya.

Mengingat sejarah kuno, kondom telah dikenal  sejak ratusan tahun yang lalu, awalnya masyarakat berpikir untuk menciptakan alat ini untuk mencegah penyebaran penyakit menular seksual dan tindakan untuk menegah kehamilan. Dahulu pria-pria di Mesir kuno telah menggunakan kulit tipis yang terbuat dari kandung kemih binatang sebagai pembungkus penis ketika sedang berhubungan seksual.

Sejarah awal mengenai kondom dimulai pada 11.000 SM di Mesir Kuno, yang kemudian disusul lagi pada tahun 1.400 di Tiongkok dan Jepang menggunakan glans kondom yang berfungsi menutupi kepala penis untuk mengontrol kelahiran dan mencegah infeksi. Di Tiongkok, kondom terbuat dari usus Domba atau kertas sutra yang diminyaki, sementara di Jepang dari kulit kura-kura atau tanduk binatang.

Selanjutnya pada tahun tahun 1.500-an, ahli anatomi dan dokter dari Italia, Gabriello Fallopio menerbitkan buku De Morbo Gallico yang mendeskripsikan penggunaan kondom untuk pencegahan penyakit sifilis. Kondom terbuat dari linen yang direndam dalam larutan kimia dan dibiarkan mengering sebelum digunakan, itu dipakai untuk menutupi kepala penis dengan sebuah pita.

Pada tahun 1600, kondom awalnya ditemukan dalam penggalian di Kastil Dudley, West Midlands, Inggris. Kondom terbuat dari selubung usus domba, digunakan untuk mencegah penyakit kelamin. Kemudian pada tahun 1800-an ahli kimia dan insinyur manufaktur dari Amerika Serikat, Charles Goodyear menemukan vulkanisasi karet yang kemudian dipakai dalam pembuatan kondom yang elastis dan lebih kuat.

Pada tahun selanjutnya, ahli kimia asal Jerman, Julius Fromm yang menciptakan kondom dengan mencelupkan cetakan kaca kelarutan karet mentah yang membentuk tekstur pada kondom. Penemuan lateks kemudian menyusul tampil lebih tipis dan kuat. Penghasil kondom lateks pertama yaitu, Young's Rubber Company dari Amerika Serikat. Kondom ini kemudian diproduksi secara massal dan jauh lebih murah daripada kondom linen.

Akhirnya pada tahun 1929 The London Rubber Company (LRC), perusahaan karet London mendaftarkan Durex sebagai merek. Brand kondom lateks pertama ini menjadi merek terkenal dan terdistribusi luas saat ini.

Kemudian pada tahun 1984 kondom dirancang untuk aktivitas seks, dan pada tahun 1995 mulai muncul kondom plastik, seperti Avanti dari Durex yang lebih kuat, tipis, dan bisa dilapisi pelumas berbahan dasar minyak tanpa membusuk seperti karet. Belum begitu popular jika dibandingkan kondom lateks yang lebih murah. Tahun 2005 kondom berkembang menjadi alat anti pemerkosaan bernama Rape-aXe yang terbuat dari lateks. Ketika terjadi pemerkosaan, rangkaian kancing giginya akan mencengkeram penis dan hanya bisa dilepaskan seorang dokter.

Jaman sekarang, kondom dibuat dari bahan lateks dan bahkan dari plastik. Variasi kondom pun bermacam-macam, ada yang dibuat dengan aroma buah-buahan dan ada pula yang dibuat bergerigi. Cara menggunakan kondom pun berbeda-beda, mulai dari pasang manual sampai memasang kondom menggunakan mulut pasangan saat berhubungan. Sampai sekarang kondom masih dipercaya menjadi salah satu cara efektif mencegah penyebaran penyakit menular seksual, HIV/AIDS dan sebagai alat kontrasepsi.

Baca juga: Milenial Tidak Sabar Bakal Terserang Penyakit Hipertensi

Berita terkait
0
Kalahkan Malaysia, Australia Juara Piala AFF U-18
Australia U-18 juara Piala AFF U-18 2019 setelah mengalahkan Malaysia U-18 dengan skor 1-0 di Ho Chi Minh, Vietnam, Senin 19 Agustus 2019.