UNTUK INDONESIA
Segera Dibangun, Lapangan Pendukung Piala Dunia U-20 di Solo
Solo dengan venue Stadion Manahan sebagai salah satu penyelenggara Piala Dunia U-20 2021 mulai lakukan persiapan. Lapangan pendukung akan digarap.
Kemegahan Stadion Manahan Solo yang akan digunakan untuk Piala Dunia U-20 2021 segera diimbangi dengan pembangunan lapangan pendukung berstandar FIFA untuk latihan tim kontestan. (Foto: Tagar/Sri Nugroho)

Solo - Piala Dunia U-20 2021 belum berubah jadwal atau mengalami penundaan. Kota Solo dengan venue Stadion Manahan menjadi salah satu tuan rumah yang mulai melakukan persiapan. Sebagai penunjang, ada 4 lapangan pendukung yang segera dikerjakan di Solo.

Pandemi Covid-19 memang belum berakhir. Jadwal perhelatan Piala Dunia U-20 yang digelar mulai akhir Mei 2021 tidak mengalami perubahan.  

Hanya saja pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021 ini diragukan tepat waktu. Ini tentunya melihat selimut pandemi Covid-19 yang belum juga menunjukkan grafik membaik.

Ditunda atau tidak [Piala Dunia U-20 2021], Kota Solo tetap siap. Untuk lapangan pendukung, akan dimulai pengerjaan pada akhir Oktober atau awal November

Tidak hanya itu, wakil dari Asia di Piala Dunia U-20 2021 juga belum diketahui. Pasalnya perhelatan Piala Asia U-19 2020 yang semula dijadwalkan ada Oktober 2020 di Uzbekistan sudah diputuskan ditunda.

Artinya, 4 wakil Asia yang akan bertarung di Indonesia nanti juga belum diketahui. Dari informasi yang beredar, kemungkinan Piala Asia U-19 ini akan digelar pada Januari mendatang.

Meski dibayangi ketidakpastian, namun Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo memastikan pihaknya tetap siap menjalankan berbagai persiapan yang disyaratkan oleh FIFA. Dirinya pun segera mempersiapkan persyaratan seperti lapangan penunjang untuk latihan tim.  

"Ditunda atau tidak [Piala Dunia U-20 2021], Kota Solo tetap siap. Untuk lapangan pendukung, akan dimulai pengerjaan pada akhir Oktober atau awal November," kata FX Hadi Rudyatmo di Solo, Kamis, 15 Oktober 2020.

Sebagai kota penyelenggara, FIFA mensyaratkan adanya 4 lapangan pendukung. Ini sesuai dengan jumlah tim di setiap grup. Lapangan ini akan menjadi tempat latihan tim-tim yang bertanding di Solo.

Stadion Sriwedari Jadi Lapangan Pendukung

Ada pun 4 lapangan pendukung di Solo yaitu Stadion Sriwedari, Lapangan Kota Barat, Lapangan Banyuanyar dan Lapangan Sriwaru. Sebelumnya, Solo menyiapkan 5 lapangan, termasuk Lapangan Karangasem yang akhirnya batal digunakan. 

"Saat ini pembangunan sudah dimulai di Lapangan Kota Barat. Diawali dengan pemindahan beberapa pohon," ucap pria yang akrab disapa Rudy ini menambahkan.Semula, Lapangan Karangasem diperuntukkan wasit untuk menjaga kondisi selama pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021. Namun rencana itu dibatalkan PSSI.

"Saat ini pembangunan sudah dimulai di Lapangan Kota Barat. Diawali dengan pemindahan beberapa pohon," ucap pria yang akrab disapa Rudy ini menambahkan.

Baca juga: 

Kemegahan Stadion Manahan Venue Piala Dunia U-20

FIFA Tinjau Stadion Manahan Sebagai Venue PD U-20

Beberapa waktu lalu, disebutkan jika dibutuhkan dana Rp 5 miliar per lapangan untuk pembangunan lapangan pendukung ini. Jika ada 4 lapangan pendukung yang akan dibangun, ini berarti dibutuhkan dana Rp 20 miliar.

Untuk venue utama di Solo yakni Stadion Manahan, sudah menyelesaikan pembangunan renovasi pada akhir 2019. Renovasi stadion ini menghabiskan dana lebih dari Rp 300 miliar dengan sumber dana APBN. []

Berita terkait
Kemegahan Stadion Manahan Venue Piala Dunia U-20
Stadion Manahan Kota Solo telah direnovasi secara besar-besaran, Kementerian PUPR sejak Agustus 2018 untuk menjadi venue Piala Dunia U-20.
Kisah Manahan dan Persis yang Disaksikan Presiden
Presiden Joko Widodo tidak hanya meresmikan Stadion Manahan, Solo, tetapi juga menyaksikan uji coba Persis melawan Persib Bandung.
Indonesia Siap Bila Piala Dunia U-20 2021 Diundur
Piala Dunia U-20 2021 masih sesuai jadwal dari FIFA. Presiden pun sudah keluarkan Inpres dan Keppres. Namun Indonesia siap bila turnamen diundur.
0
Terawan Lantik Prof. Abdul Kadir Sebagai Dirjen Yankes
Menteri kesehatan Terawan Agus Putranto lantik Prof. Abdul Kadir sebagai Dirjen Pelayanan Kesehatan.