Satu Periode Wali Kota, APBD Medan Mencapai Rp 30 Triliun

Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution menyinggung soal anggaran Pemerintah Kota Medan mencapai Rp 30 triliun dalam satu periode.
Dosen FISIP USU, Indra Fauzan menyampaikan pandangannya mengenai transparansi anggaran, dalam live bincang Tagar bersama Bobby Nasution. (Foto: Tagar/Andi Nasution)

Medan - Calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution di beberapa kesempatan menyinggung soal anggaran Pemerintah Kota Medan yang mencapai Rp 30 triliun selama satu periode kepemimpinan atau lima tahun. Sejak saat itu, warga mulai melek mengenai anggaran yang dikelola oleh pemerintah daerah.

Akademisi dari Universitas Sumatera Utara (USU) Medan Indra Fauzan, menyebut mengenai transparansi anggaran, sebelumnya publik Kota Medan tidak tahu soal Rp 30 triliun selama satu periode kepemimpinan.

"Tapi setelah Bobby Nasution menyampaikan itu, kami sebagai warga mulai melek soal besaran anggaran yang dikelola oleh pemerintah daerah dan penggunannya," tutur dosen FISIP USU ini, Rabu, 28 Oktober 2020 dalam live bincang Tagar bersama Bobby Nasution di Zona Coffee Jalan Karya Wisata, Medan Johor.

Pemred Tagar Fetra Tumanggor selaku host, menghadirkan tiga orang penanggap, yakni Indra Fauzan, dan Ketua BaraJP Medan Ojak Simbolon.

Kembali ke transparansi ini, bisa terwujud bila pemerintahnya bersih

Di kesempatan ini, Pemimpin Umum Tagar Victor S. Sirait juga hadir dan menjadi salah satu panelis.

Indra Fauzan menyebutkan, mengenai transparansi, dalam perencanaan anggaran juga bisa ditayangkan secara live streaming. Di laman pemerintah kota misalnya, anggaran dan penggunaannya ini juga harusnya dicantumkan.

"Secara teoritis, merit sistem seperti apa yang disampaikan oleh Bobby Nasution, itu memang mengutamakan atau mengedepankan transparansi. Dan itu sangat penting," katanya.

Soal kolaboratif yang disampaikan Bobby Nasution, menurut Indra Fauzan, agar pemerintah itu tidak berjalan sendiri, namun masyarakat atau pun pihak swasta terlibat langsung dalam merencanakan dan merealisasikan pembangunan.

"Pemerintah daerah jangan menjadikan pandemi sebagai alasan, karena pandemi baru setahun terakhir ini. Dan empat tahun sebelumnya ke mana aja. Kembali ke transparansi ini, bisa terwujud bila pemerintahnya bersih. Dan satu yang paling penting, pimpinan daerahnya mau atau tidak untuk menciptakan pemerintah yang bersih dan transparan," tutupnya. []

Berita terkait
Bobby Nasution: Pemko Medan Masih Berbudaya Koruptif
Bobby Nasution mengakui Kota Medan masih berbudaya koruptif. Tiga kepala daerah sebelumnya harus berurusan dengan hukum.
Asa Penarik Becak Bermotor di Medan Terhadap Bobby Nasution
Puluhan penarik becak bermotor Medan menyatakan dukungan terhadap calon Wali Kota Medan Bobby Nasution pada Pilkada 9 Desember 2020.
Bara JP Deklarasi Dukung Bobby Nasution di Pilkada Medan
Bara JP mengajak warga Medan mewujudkan Kota Medan Untuk Semua bersama Bobby Nasution dan menolak politik uang.
0
Menparekraf: Pelepah Pinang, Pengganti Styrofoam Ramah Lingkungan
Menparekraf Menampilkan produk kreatif kemasan makanan berbahan dasar pelepah pinang sebagai salah satu solusi terhadap isu global yaitu sampah.