UNTUK INDONESIA
Rutan Sumenep Ciptakan “Penyesalan” dan “Asap Setan”
Warga binaan Rutan Kelas II-B Sumenep, Jawa Timur, yang tergabung dalam kelompok musik menciptakan dua lagu, yakni "Penyesalan" dan "Asap Setan".
Lima warga binaan Rutan Sumenep yang tergabung dalam kelompok musik berlatih di aula rutan setempat. Mereka menciptakan dua lagu, yakni "Penyesalan" dan "Asap Setan". (Foto: Ant/Slamet Hidayat)

Sumenep, (Tagar 24/6/2017) – Warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Sumenep, Jawa Timur, yang tergabung dalam kelompok musik menciptakan dua lagu, yakni "Penyesalan" dan "Asap Setan".

“Lirik dan aransemen lagunya dibuat oleh anak-anak sendiri pada masa Ramadhan ini. Liriknya bagus dan menyentuh sekali alias bagus sebagai bahan introspeksi bagi warga binaan,” ujar Kepala Rutan Sumenep, Jawa Timur (Jatim) Ketut Akbar di Sumenep, Sabtu (24/6).

Awalnya, kelompok musik tersebut terdiri atas empat orang, semuanya warga binaan dalam kasus narkoba, yakni Angga, Ainur, Sabit, dan Rojali. Mereka tampil perdana untuk menyanyikan dua lagu hasil ciptaan dan aransemennya ketika acara buka puasa bersama yang digagas oleh relawan anggota DPR RI MH Said Abdullah beberapa waktu lalu di Rutan Sumenep.

Setelah itu, salah seorang warga binaan dalam kasus tindak pidana umum, Arifin bergabung dalam kelompok musik itu. “Selama masa Ramadhan, mereka sering latihan sekaligus sebagai ajang mengisi waktu. Sebagian besar warga binaan kami hafal lagu 'Penyesalan'. Liriknya memang mudah diingat,” kata Akbar, menerangkan.

Ia menjelaskan, sejak awal dirinya memang menginginkan dan mengondisikan agar warga binaan bisa mengasah bakat dan kemampuan mereka selama berada di rutan. Sebelumnya di Rutan Sumenep telah terbentuk kelompok kreatif yang memproduksi aneka kerajinan tangan, di antaranya pecut, batik tulis, dan layang-layang.

Setelah itu ternyata diketahui jika sejumlah warga binaan dalam kasus narkoba memiliki bakat dan bisa memaikan sejumlah alat musik dan selanjutnya dibentuklah kelompok musik. “Mohon doanya agar warga binaan kami tetap konsisten memperbaiki diri dan menyesali kesalahan mereka sebelum masuk ke rutan dan selanjutnya mereka benar-benar bisa menjadi insan yang berguna dan diterima kembali oleh masyarakat,” kata Akbar, menambahkan. (yps/ant)

Berita terkait
0
Marak Perempuan Gunakan Narkoba di Gowa
Dalam waktu sepekan dua perempuan yang juga Ibu Rumah Tangga (IRT) di Gowa diringkus menggunakan narkoba.