Gorontalo, (Tagar 4/12/2017) – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meluncurkan "Senam Tolotidi" sebagai senam wajib dalam setiap kegiatan olahraga di Provinsi Gorontalo.

"Senam Tolotidi sengaja dibuat agar masyarakat Gorontalo dalam setiap momentum olahraga tidak lagi memakai senam dari daerah luar, melainkan senam yang berasal dari daerah sendiri," kata Gubernur saat peluncuran senam Tolotidi di hadapan ribuan ASN dan masyarakat setempat di Lapangan Taruna Remaja, Minggu (3/12).

Senam Tolotidi selain diiringi lagu "Tolotidi", juga menggunakan lagu daerah Gorontalo yaitu "Binte Biluhuta", sehingga menambah keunikan dari setiap gerakan senam yang ditampilkan.

Gubernur menjelaskan, senam Tolotidi akan menjadi senam khusus di Provinsi Gorontalo, karena selama ini dirinya hanya melihat dalam beberapa acara seperti "Car Free Day", senam yang dilaksanakan hanya Senam Mumereh atau Poco-Poco.

"Jadi mulai sekarang kami ubah agar masyarakat luas juga tahu kalau Gorontalo punya senam khas daerah sendiri," ujarnya.

Ia menambahkan, Gorontalo selama ini memiliki tarian khas, lagu daerah yang khas, dan makanan yang khas, maka saatnya juga memiliki senam yang khas, yang tujuannya untuk melestarikan budaya kearifan lokal daerah.

"Senam itu kan artinya sehat, agar badan kita segar dan bugar, jadi saya wajibkan untuk semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sekolah yang ada di Provinsi Gorontalo wajib tahu senam ini," jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga Weni Liputo sebagai ketua panitia pelaksanaan peluncuran senam Tolotidi mengungkapkan, Tolotidi memiliki arti sebagai senam goyang yang memadukan tarian, budaya, dan juga lagu khas daerah Gorontalo.

"Senam ini sebenarnya sudah diperintahkan Gubernur dari tahun 2016, dan beberapa bulan yang lalu telah kami sosialisasikan dan hari ini dalam rangka HUT Provinsi Gorontalo ke-17 kami lombakan agar seluruh masyarakat tahu dan hapal dengan gerakannya," kata Weni Liputo. (ant/yps)