UNTUK INDONESIA
Rizieq Shihab Sebut Tauhid Landasan NKRI
Imam Besar FPI Rizieq Shihab ingin NKRI bersyariah. Ia menilai Indonesia masuk kategori negara tauhid, bukan negara komunis.
Bendera Bintang Kejora berkibar di antara aksi tolak rasisme dan kekerasan warga Papua, di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 24 Agustus 2019. (Foto : Tagar/Agus Joko Mulyono)

Jakarta - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menaruh harapan besar untuk mewujudkan NKRI bersyariah dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara, karena Indonesia ia pandang adalah negara tauhid.

Oleh karena itu, menurutnya, FPI harus lebih mantap memperjuangkan untuk merajut persaudaraan dan menjaga bangsa serta negara, dengan dakwah serta jihad konstitusional. 

Rizieq menyatakan, NKRI bersyariah bukanlah NKRI komunis-sosialis, apalagi liberal-kapitalis. Menurut dia, Indonesia membutuhkan hal tersebut, karena hanya syariah yang mampu menjaga NKRI dan Pancasila agar tidak diterkam komunis-sosialis.

“Kenapa harus NKRI bersyariah, karena hanya syariah yang akan mampu melestarikan tauhid Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar negara Republik Indonesia, karena hanya Syariah yang mampu melindungi NKRI dan Pancasila agar tidak dicabik-cabik oleh liberal kapitalis,” kata dia dalam video milad FPI ke-21 yang ditayangkan kanal YouTube Front TV.

Artinya tauhid merupakan landasan idiil NKRI, sehingga Indonesia patut dan layak, serta berhak untuk disebut sebagai negara tauhid bukan negara komunis.

Pria berusia 54 tahun ini mengatakan, tauhid dan syariah merupakan ruh dari NKRI dan Pancasila sejak Indonesia merdeka. Bahkan, kata dia, sejak dahulu kala Indonesia memang dipimpin oleh kesultanan-kesultanan Islam yang tunduk kepada tauhid dan syariah. 

Pada akhirnya, lanjut Rizieq, kesultanan-kesultanan Islam sukarela meleburkan diri ke dalam NKRI tanpa pamrih, semata-mata hanya untuk bersatu dalam naungan tauhid dan syariah yang Maha Kuasa.

Dalam pembukaan dan pasal 29 ayat 1 UUD 1945 secara tegas dan jelas, sambungnya, dasar Negara Republik Indonesia adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Sehingga, NKRI termasuk kategori negara tauhid.

“Artinya tauhid merupakan landasan idiil NKRI, sehingga Indonesia patut dan layak, serta berhak untuk disebut sebagai negara tauhid bukan negara komunis yang anti tauhid, anti Tuhan, dan bukan juga negara liberal yang bebas tauhid dan bebas Tuhan,” ujarnya dalam video berdurasi 34 menit 10 detik yang dipublikasi pada Minggu, 25 Agustus 2019.

Rizieq mengutarakan, dalam dekrit Presiden Soekarno 5 Juli 1959 juga telah dinyatakan secara tegas dan jelas bahwasanya Pancasila dijiwai Piagam Jakarta. Menurut dia hal ini menjadi satu kesatuan konstitusi yang tidak terpisahkan. Syariat Islam dalam Piagam Jakarta, ia nilai menjadi ruh Pancasila sejati yang tidak boleh sekali-kali dipisahkan.

“Catat bahwa Pancasila yang berintikan Ketuhanan Yang Maha Esa adalah dasar negara Republik Indonesia, bukan pilar negara. Seluruh anak bangsa, mujahid FPI, para pejuang NKRI, bahwa Pancasila yang berintikan Ketuhanan Yang Maha Esa adalah dasar negara Republik Indonesia bukan pilar negara,” tuturnya.

Maka, kata Rizieq, mereka yang menyebut Pancasila sebagai pilar negara, tidak paham konstitusi, bahkan gagal paham tentang dasar negara Republik Indonesia. []

Baca juga: Din Syamsudin: Jangan Beri Ruang, Tak Ada NKRI Bersyariah

Berita terkait
Konsep NKRI Syariah dalam Pandangan Alwi Shihab
Wacana NKRI bersyariah direspons Cendekiawan muslim Alwi Shihab tidak relevan dan tidak sejalan dengan keadaan di Indonesia.
Jaga NKRI, Gus Yasin Ajak Generasi Muda Moderasi Islam
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang akrab di sapa Gus Yasin ajak generasi muda lakukan moderasi Islam untuk jaga NKRI.
Lieus Sungkharisma Mau Pulangkan Rizieq Shihab
Lieus Sungkharisma siap memulangkan pentolan FPI Rizieq Shihab setelah Idul Adha.
0
IPK Dairi Janji Berkarya Nyata dan Tidak Arogan
Dua ribu lebih massa menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Pemuda Karya (DPD IPK) Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.