UNTUK INDONESIA
Risma Akan Evaluasi Bangunan di Blauran Surabaya
Kebakaran di Toko Elektronik di Pasar Blauran Surabaya menyebabkan lima orang meninggal dunia menjadi perhatian Risma.
Toko elektronik di kawasan Pasar Blauran Surabaya yang terbakar dan menyebabkan lima orang meninggal dunia. (Foto: Istimewa/Tagar/Haris D Susanto)

Surabaya - Kebakaran di Toko elektronik di kawasan Pasar Blauran, Jalan Kranggan, Surabaya yang menyebabkan satu keluarga meninggal dunia menjadi perhatian Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma menyoroti dan akan melakukan evaluasi bangunan toko di Pasar Blauran Surabaya minim ventilasi untuk sirkulasi udara.

Evaluasi dilakukan Risma, dengan cara menugaskan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) Surabaya. Evaluasi nantinya akan melihat seluruh bangunan toko di Pasar Blauran memiliki ventilasi.

Makanya, saya mengingatkan diri saya sendiri, para arsitek dan kontraktor bangunan untuk selalu memperhatikan sirkulasi udara, karena kalau kejadiannya seperti ini sulit sekali.

“Nanti kita akan evaluasi dan kita kontrol bangunan-bangunan yang lainnya,” ujarnya kepada Tagar, Minggu, 30 Agustus 2020.

Risma mengatakan musibah kebakaran yang menyebabkan korban jiwa menjadi pengalaman dan pelajaran bagi semuanya. Menurutnya, mungkin selama ini selalu mengandalkan Air Conditioner (AC) untuk mendinginkan rumah, dan terkadang lupa akan pentingnya sirkulasi udara itu.

“Makanya, saya mengingatkan diri saya sendiri, para arsitek dan kontraktor bangunan untuk selalu memperhatikan sirkulasi udara, karena kalau kejadiannya seperti ini sulit sekali,” kata dia.

Terkait kebakaran tersebut, Risma juga memastikan bahwa proses pemadaman itu sudah sesuai dengan prosedur pemadaman kebakaran. Risma mengatakan jika dilihat dari analisa kebakaran, personel Pemadam Kebakaran (PMK) sudah datang tepat waktu, karena hanya dalam waktu 5 menit mereka sudah tiba di lokasi kebakaran.

Artinya, mereka tidak sampai melebihi batas waktu maksimal 7 menit yang telah ditetapkan. Bahkan, pada saat itu mereka sudah membawa peralatan lengkap, termasuk unit bronto skylife yang dapat menjangkau gedung tinggi.

“Kita juga sudah kerahkan 22 unit mobil pemadam kebakaran, proses pemadamannya pun tidak sampai 2 jam. Jadi, sebenarnya ini bukan masuk dalam kategori kebakaran berat, tapi karena asapnya yang tebal dan tidak ada sirkulasi udaranya, sehingga asapnya tidak bisa keluar,” tutur Risma.

Terlepas dari itu semua, Wali Kota Risma mewakili Pemkot Surabaya mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh korban. Menurutnya, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan korban.

“Namun, karena kondisi medan yang membuat kami kesulitan, sehingga kami tidak mengetahui kalau ada korban dan ada penghuninya,” kata Risma.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebakaran Surabaya Dedik Irianto menjelaskan proses penanganan pemadam kebakaran itu. Menurutnya, begitu mendapatkan informasi dari Command Center 112 kalau ada kebakaran, pihaknya langsung berangkat dan dalam waktu 5 menit sudah tiba di lokasi beserta peralatan lengkapnya.

“Ketika kami tiba di lokasi, asapnya memang sudah tebal. Akhirnya kami menjebol ruko di sebelahnya untuk mengurangi asap dan mencari titik apinya,” kata Dedik.

Setelah berhasil menjebol ruko di sampingnya itu, langkah pertama yang dilakukan adalah menyisir korban. Jadi, dengan kondisi asap yang tebal dan sulit keluar itu, pihaknya menggunakan peralatan lengkap untuk masuk ke dalam toko yang kebakaran dan demi menyisir korban.

“Saat penyisiran itu teman-teman sudah perhatikan betul hingga ke lantai 2 dan tidak ditemukan korban atau penghuni satu pun, karena sudah tidak ditemukan korban, akhirnya teman-teman saat itu fokus untuk melakukan pemadaman,” ujarnya.

Namun, setelah dilakukan pembasahan dan asapnya sudah tidak ada dan kondisinya sudah terang, ternyata pihaknya menemukan mayat yang tertindih sepeda motor. Setelah dilakukan pencarian lagi, ternyata masih ada korban lain dan ternyata korbannya lima orang.

“Hampir semua jenazah itu ditemukan tidak sampai hangus, hanya kulitnya yang kyaknya melepuh, sehingga besar kemungkinan mereka menghirup asap dan kekurangan oksigen,” kata dia.

Oleh karena itu, ia juga memohon maaf dan menyampaikan bela sungkawa atas meninggalkan para korban. Menurutnya, proses pemadaman itu sudah sesuai dengan SOP kebakaran dan sudah menyisir korban dan ternyata tidak ditemukan. 

“Jadi, kami mohon maaf dan mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya,” kata dia. []

Berita terkait
Polisi Dalami Penyebab Kebakaran Toko di Surabaya
Polrestabes Surabaya masih melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran yang menewaskan lima orang dalam satu keluarga.
Identitas Lima Korban Kebakaran Toko di Surabaya
Lima korban kebakaran di toko elektronik di Jalan Kranggan Surabaya merupakan satu keluarga yang tinggal di TKP.
Kebakaran Toko di Surabaya, 5 Orang Tewas Terbakar
Kebakaran terjadi di sebuah toko elektronik di Jalan Kranggan, Surabaya yang menyebabkan lima orang meninggal dunia.
0
Cara dan Tempat Resmi Sertifikasi SNI untuk Masker Kain
Bagaimana cara dan di mana tempat resmi jika pelaku industri ingin melakukan sertifikasi SNI pada produk masker kainnya?