Rilis Demi Nafasmu, Edwin Cokelat Unjuk Kemampuan Bernyanyi

Gitaris grup band Cokelat, Edwin Marshal unjuk kebolehan dalam hal bernyanyi dalam single solo kedua berjudul Demi Nafasmu.
Edwin Marshal Cokelat. (Foto: Tagar/Istimewa/Adi Wirantoko)

Jakarta - Gitaris grup band Cokelat, Edwin Marshal memutuskan untuk unjuk kebolehan dalam hal bernyanyi dalam single solo keduanya yang diberi tajuk Demi Nafasmu. Lagu ini dirilis pada Jumat, 18 September 2020 kemarin, dan sudah dapat didengarkan melalui platform pemutar musik digital.

Melalui pernyataan tertulisnya kepada Tagar, Edwin Marshal mengatakan bahwa lagu Demi Nafasmu mengangkat sisi kehidupan keseharian yang realistis sebagai tema besarnya. Sementara penulisan lirik, terinspirasi dari peran sebagai kepala rumah tangga yang tengah ia lakoni.

Dalam lirik lagu tersebut, Edwin seolah ingin menuangkan isi hatinya tentang bagaimana ia menghargai, menjalani, dan menjaga kehidupan dengan sebaik-baiknya. Memberikan semua hal terbaik kepada orang-orang yang sangat berharga dalam hidupnya.

Sementara dalam proses proses produksi, tembang Demi Nafasmu menjadi kali pertama bagi Edwin untuk mengedepankan suara vokalnya sendiri dalam sebuah lagu rekaman. Hal ini berbeda jauh dari single perdananya Sore, lagu instrumental yang dirilisnya pada 2016 silam.

"Ini pertama kalinya saya menampilkan diri bernyanyi dalam sebuah karya rekaman. Sekaligus sebagai gitaris, bassis, pencipta lagu dan produser. Saya dibantu oleh Axel Andaviar pada drum, yang juga merupakan personel Cokelat saat ini," kata Edwin Marshal, dikutip Tagar pada Sabtu, 19 September 2020.

"Liriknya terinspirasi dari peran saya sebagai ayah dari dua anak. Selalu melindungi mereka sebaik-baiknya, selamanya. Anak-anakku, pasangan hidupku, dan keluargaku tercinta. Demi Nafasmu juga dirilis persis di momen hari ulang tahun ketujuh anak saya, Askhi," kata dia.

CokelatJackline Rossy (kiri) dan Edwin Marshal Syarif (kanan) saat tampil bersama Cokelat di acara Musik Untuk Republik pada Jumat, 18 Oktober 2019 di Bumi Perkemahan Cibubur, Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok. (Foto: Tagar/Nurul Yaqin).

Edwin menuturkan, lagu Demi Nafasmu diakuinya telah ditulis sejak 10 tahun silam. Namun, ia baru benar-benar serius menggarap tembang tersebut pada Agustus 2019 lalu. Penggarapannya pun berjalan kurang lebih satu tahun, terhitung sejak proses perekaman musik, mixing dan mastering, hingga ke penggarapan video musiknya.

Karakteristik musik band-band luar negeri seperti Incubus dan Smashing Pumpkins, kata Edwin, adalah sebagian inspirasi yang terserap ke godokan aransemen lagu Demi Nafasmu. Dalam tembang ini, ia mengandalkan beat statis dengan dinamika nuansa yang turun naik, dengan hembusan emosi yang sangat terjaga.

"Menggarap lagu ini tidak mengandalkan sound distorsi yang 'keras'. Beda dengan cara saya menggarap (lagu-lagu) Cokelat yang kental akan karakter distorsi gitar, tempo cepat dan beat yang lebih atraktif," kata Edwin Marshal.

Lewat lagi Demi Nafasmu, Edwin berharap bisa memberikan inspirasi untuk menjauhkan diri dari segala bentuk kebencian, agar mampu senantiasa memberikan kebaikan dalam kehidupan, terutama kepada orang-orang yang dicintai.

Lagu Demi Nafasmu sudah bisa didengarkan melalui berbagai platform pemutar musik digital (streaming) seperti Spotify, Amazon Music, Apple iTunes, Google Music, IHeartRadio, Pandora, Tidal, KKBox, Napster hingga TikTok dan YouTube Music. []

Berita terkait
Jason Ranti Buka Mini Album Uang Muka Milik .Feast
Grup band .Feast kembali merilis mini album terbaru mereka yang berjudul Uang Muka, yang dibuka dengan monolog absurd dari Jason Ranti.
Ucay dan Lowp Reuni Akapela Bareng Rocket Rockers
Rocket Rockers reuni dengan dua personel lamanya, yakni Ucay dan Lowp dengan membawakan ulang lagu Reuni dalam versi akapela.
Daftar Artis Musik di We The Fest 2020 Edisi Virtual
Gelaran musik We The Fest 2020 resmi bakal diselenggarakan secara daring lewat We The Fest Virtual Home Edition.
0
Erdogan Dituding Bos Mafia Mempersenjatai Jihadis di Suriah
Sedat Peker, gembong mafia Turki yang hidup di pengasingan, melalui YouTube, tuding pemerintah Turki persenjatai jihadis Suriah