Jakarta, (Tagar 12/1/2019) - Ahok Basuki Tjahaja Purnama menjalani hukuman penjara sejak 9 Mei 2017, dan dijadwalkan bebas pada Kamis 24 Januari 2019. Setelah itu, mungkinkah akan ada pertemuan Ahok dan Kiai Ma'ruf Amin?

Sebelumnya, dalam sebuah video viral Kiai Ma'ruf Amin menyatakan penyesalan dan maaf telah menjadi saksi yang memberatkan Ahok di pengadilan hingga Ahok dipenjara. 

Baca juga: Kiai Ma'ruf Menyesal Telah Penjarakan Kakaknya, Adik Ahok Masih Bungkam

Fifi Lety adik kandung sekaligus pengacara Ahok, menanggapi pernyataan maaf Kiai Ma'ruf tersebut di akun Instagramnya pada 9 Januari 2019.

"Banyak wartawan tanya soal MA dan permintaan maafnya. Jujur tidak tahu harus jawab apa. Aneh kenapa baru sekarang? Jadinya lebih baik tidak usah dijawab saja. Biar setiap orang masing-masing menilai saja. Udah tidak mau melihat ke belakang lagi.

Waktu kecil digandeng tangan sama koko #ahok @basukibtp, aku sukanya lihat ke belakang, hahaha.... Sekarang tanganku digandeng sama Tuhan dan aku tidak mau lagi melihat ke belakang, tetapi aku melihat ke depan, dan membiarkan Tuhan menuntunku," tulis Fifi Lety.

Viralnya video pernyataan penyesalan dan maaf Kiai Ma'ruf melahirkan wacana di kalangan masyarakat yang mendorong digelarnya pertemuan khusus antara kiai Ma'ruf dengan Basuki Tjahaja Purnama selepas keluar dari penjara.

Selain sebagai bentuk silaturahmi antar dua tokoh besar, pertemuan itu diharapkan banyak pihak bisa menjadi momentum pembelajaran kepada generasi berikutnya, bahwa perbedaan pendapat dan pandangan, tidak serta merta menjadi bibit permusuhan.

Andi Analta Baso Amier kakak angkat Ahok mengapresiasi positif kemungkinan terjadinya pertemuan Ahok dan Kiai Ma'ruf. 

Menurut Andi, Ahok pasti akan menerima kehadiran kiai Ma'ruf apabila pertemuan antar keduanya benar-benar terjadi.

"Menurut saya, itu memang suatu hal yang biasa dan sudah seharusnya. Ahok pasti akan menerimanya dengan baik, tanpa dendam. Begitu juga Kiai Ma'ruf. Yaa seperti itu lah seharusnya negarawan berlaku," ujar Andi Analta kepada Tagar News, Jumat (11/1).

Andi juga mengomentari perihal kemungkinan akan munculnya komentar miring apabila pertemuan antara Ahok dengan Kiai Ma'ruf kelak terjadi.

"Tentu akan ada saja komentar-komentar negatif dari haters-nya Ahok, itu kan usaha mereka untuk mengorek-orek luka lama pendukungnya Ahok. Di sini pentingnya takaran kebijakan. Kalau takaran kebijakannya pas, semua pihak saya rasa akan menerimanya dengan baik. Singkirkan ego dan sakit hati pribadi, demi NKRI," tutur Analta.

Andi Analta mengaku telah mengikhlaskan kejadian hingga membuat Ahok dipenjara. Ia mengatakan bahwa hal tersebut bukan hal yang perlu disesali dan jadi dendam.

"Saya dari awal sudah ikhlaskan kejadian itu, bahwa kalau merasa salah itu sifat gentle yang islami. Kalau saya hanya mengambil hikmah atas kejadian BTP. Jadi untuk saya tidak ada yang perlu disesali dan apalagi menjadi dendam," terang Andi Analta. []