UNTUK INDONESIA
Rekrut Mbappe ke Liverpool, Klopp Telepon Ayahnya
Liverpool serius mendatangkan pemain depan Paris Saint-Germain Kylian Mbappe. Terkini, manajer Juergen Klopp sudah menelepon ayah Mbappe.
Manajer Liverpool Juergen Klopp telah menelepon Wilfried, ayah Kylian Mbappe. Klopp menyampaikan Liverpool akan merekrut pemain Paris Saint-Germain itu. (Foto: psg.fr)

Jakarta - Liverpool menunjukkan keseriusannya mendatangkan pemain depan Paris Saint-Germain Kylian Mbappe. Manajer Liverpool Juergen Klopp sudah menghubungi ayahnya, Wilfried, untuk menjajaki kemungkinan Mbappe pindah ke Inggris. 

Liverpool semula tak merencanakan merekrut Mbappe. Meski Klopp mengakui kualitas dan talenta anak mudah berusia 21 ini, namun harga mahal yang dipatok PSG menyulitkan Liverpool untuk merekrutnya. 

Bahkan Liverpool sesungguhnya pernah mengajukan penawaran saat Mbappe masih merupakan pemain Monaco yang dipinjamkan ke PSG pada 2017. Saat itu, Liverpool siap mengucurkan dana 87 juta poundsterling atau Rp 1,6 triliun. 

Bagi saya saat itu dia anak yang baik dan pemain kelas dunia. Dia bisa menjadi teladan bagi generasinya

"Saya sudah memantau Mbappe saat dia masih berusia 16. Semua mengatakan, 'anak itu sungguh luar biasa'," ujar Klopp kepada Liverpool Echo

"Bagi saya saat itu dia anak yang baik dan pemain kelas dunia. Dia bisa menjadi teladan bagi generasinya," kata dia.

Namun tawaran itu ditolak Monaco. Dan di musim berikutnya PSG mempermanenkan status Mbappe dengan harga 2 kali lipat dari Liverpool.

Kini, Liverpool tidak hanya dihadapkan harga Mbappe yang dipastikan kian meroket tetapi juga mereka bersaing dengan Real Madrid. Selain itu Manchester United dan Manchester City berambisi memboyongnya. Klopp mengakui tak berharap bisa mendatangkan pemain yang kontraknya di PSG akan berakhir pada 2022 ini karena problem finansial.

Liverpool Siap Wujudkan Mimpi

Namun situasinya sudah berubah. Liverpool siap mewujudkan mimpi yang tertunda dengan menyiapkan rencana besar memboyong Mbappe. Terutama setelah Klopp menilai peluang untuk menggaet striker Timo Werner dari RB Leipzig menipis.

Upaya Liverpool mewujudkan mimpi tak terlepas dari keberhasilan klub menjalin kerjasama dengan apparel raksasa Nike. Dan, raksasa apparel Amerika Serikat ini sangat ingin bintang yang didukungnya, Mbappe, bisa bermain di Liverpool. 

Dukungan tersebut, terutama dengan gelontoran dana sebagai produk apparel menjadikan The Reds memiliki modal kuat untuk memboyong pemain yang turut membawa Prancis memenangi Piala Dunia 2018. Liverpool pun membuat langkah maju dalam upaya perekrutan pemain tersebut. 

Menurut Le10Sport Klopp sudah menelepon ayahnya, Wilfried, untuk menanyakan kemungkinan Mbappe pindah ke Inggris. Bila bergabung ke Liverpool, klub tersebut bakal mendapat pemain bertalenta kelas dunia. Ini menjadikan The Pool kian mendominasi Liga Premier Inggris dan bahkan kompetisi Eropa sampai tahun-tahun mendatang. 

Persoalannya, kini harga Mbappe sudah mencapai 250 juta poundsterling atau Rp 4,7 triliun. Selain mendapat pasokan dana dari Nike, Liverpool juga akan menjual Sadio Mane ke Madrid dengan harga 150 juta poundsterling atau Rp 2,8 triliun. 

Nike juga siap membantu memberekan gaji Mbappe. Dengan demikian, gaji tinggi pemain yang sudah mencetak 117 gol selama 181 pertandingan selama kariernya ini tidak akan mengganggu struktur gaji tim. []

Berita terkait
Tak Ingin Dihargai Murah, PSG Gratiskan Mbappe
Paris Saint-Germain tak ingin pemainnya Kylian Mbappe dihargai murah. Namun PSG siap melepas Mbappe secara gratis saat kontraknya selesai.
Liverpool Bidik Mbappe, Madrid Ganti Incar Mane
Liverpool ingin mendatangkan bintang Paris Saint-Germain Kylian Mbappe. Sebaliknya, Real Madrid beralih mengincar pemain Liverpool Sadio Mane.
Covid-19 Gagalkan Transfer Kylian Mbappe ke Madrid
Real Madrid nyaris menyelesaikan transfer bintang muda Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe. Transfer itu tertunda gara-gara pandemi Covid-19.
0
Covid-19 di 17 Negara Eropa Antara 11.000 - 200.000
Penyebaran virus corona baru (Covid-19) di Eropa melanda semua negara bahkan di beberapa negara kasusnya jauh di atas jumlah kasus di China