UNTUK INDONESIA
Rekam Jejak Bologna Vs Inter Milan di Jagad Sepak Bola
Inter Milan meraih kemenangan 2-1 atas Bologna di pertandingan Serie A Italia pekan ke-11 di Renato Dall’Ara. Masing-masing memiliki rekam jejak
Inter Milan harus bekerja keras menaklukkan Bologna 2-1 di Serie A Italia di Stadion Dall\'Ara, Sabtu 2 November 2019. Kemenangan itu menjaga persaingan Inter dengan Juventus dalam perebutan posisi puncak klasemen. (Foto: inter.it)

Jakarta - Bagi penggemar sepak bola, saat ini sedang dimanjakan penampilan terbaik dari klub-klub jagoan masing-masing. Apalagi, ketika Inter Milan secara dramatis meraih kemenangan 2-1 atas Bologna di pertandingan Serie A liga Italia pekan ke-11 di Renato Dall'Ara, Minggu, 3 November 2019. Masing-masing telah memiliki rekam jejak yang panjang dalam perjalanannya di jagad sepak bola.

Perlu diketahui, Bologna dikenal sebagai klub dengan tradisi olahraga terbaik di Italia oleh FIGC, federasi sepakbola Italia yang berdiri pada tahun 1909.

Selain itu, klub yang satu ini dijuluki sebagai Rossoblu yang memiliki arti merah-biru. Hal itu jugalah yang mendasari salah satu klub asal Italia ini menggunakan warna tersebut menjadi warna utama jersey mereka.

Dalam catatan sejarah, klub yang bermarkas di Bologna, Emilia-Romagna, ini pernah meraih kemenangan sebanyak tujuh kali dengan tampil terakhir kali di Serie C pada tahun 1993.

Sebelumnya, pada abad ke-20 klub yang pernah dinamai AGC Bologna itu menjadi salah satu tim terbaik di 25 tahun terakhir yakni, memenangkan hampir semua pertandingan kecuali satu gelar Serie A dalam 16 musim yang luar biasa mereka yaitu antara 1925 dan 1941.

Setelah era pasca Perang Dunia II, Bologna berada di lima besar dalam sembilan kesempatan, Rossoblu meraih gelar ketujuh dan terakhir mereka di Serie A pada tahun 1964 di bawah pelatih legendaris Italia Fulvio Bernardini.

Dengan adanya pemain juara Piala Dunia, Helmut Haller, di lini tengah mereka – sebelum akhirnya ia pindah ke Juventus di akhir dekade - Bologna mentahbiskan diri mereka sebagai penantang gelar hingga pertengahan tahun 1970-an.

Bolak-balik di antara tiga divisi profesional Italia dan kebangkrutan yang mengikutinya di antara 30 tahun kiprah mereka, Rossoblu kesulitan untuk menjaga kesuksesan mereka seperti di era 1920, 1930 dan 1960.

Akan tetapi, promosi mereka ke Serie A delapan bulan setelah diambil alih oleh pemilik asal Amerika Utara, Joey Saputo, juga direktur tim MLS Montreal Impact, dan Joe Tacopina, yang meninggalkan klub musim lalu, memberikan harapan bagi pendukung Rossoblu untuk musim di mana mereka dapat menjaga posisi di divisi teratas Italia sekali lagi.

Stadion

Stadio Dall’Ara telah menjadi kandang Bologna selama 88 tahun, menggantikan stadion lama mereka sebelumnya, Stadio Sterlino, saat dirampungkan pada tahun 1927.

Selain menjadi tuan rumah dari tiga generasi liga sepakbola, Dall’Ara juga memiliki sejarah sebagai tempat berlangsungnya laga internasional sekaligus menjadi tempat lima laga Piala Dunia 1990 termasuk kemenangan Inggris di babak kedua atas Belgia.

Arena dengan kapasitas 38.279 kursi ini juga menjadi tempat terjadinya rekor beberapa tahun selanjutnya, dengan Three Lions sekali lagi terlibat: gol David Gualtieri ke gawang tim kecil San Marino setelah 8.3 detik adalah gol yang tercepat dalam sejarah kualifikasi Piala Dunia.

Pelatih

Dalam 18 tahun karir dengan lebih dari 374 laga sebagai pelatih yang dimilikinya, bos Rossoblu Delio Rossi adalah salah satu pelatih berpengalam di Italia.

Mengawali petualangannya dengan Salernitana, menunjukkan penampilan yang solid bersama Lecce dan Atalanta membuat pria 54 tahun ini memperoleh karir teratas saat menerima pinangan Lazio pada musim panas 2006.

Dalam periode paling suksesnya sebagai pelatih hingga saat ini, Rossi memimpin klub asal Roma tersebut pada posisi ketiga pada akhir musim bulan ketujuh 2006, memastikan satu tempat di Liga Champions musim selanjutnya bagi Biancoceleste.

Setelah dua musim beruntun berakhir di papan tengah klasemen, pelatih kelahiran Rimini ini menutup masa baktinya di ibu kota dengan cara terbaik, mengangkat trofi Coppa Italia dengan membawa timnya mengalahkan Sampdoria, tim yang kemudian ia latih tiga tahun kemudian, melalui adu penalti.

Pindah ke Sisilia pada musim gugur selanjutnya, Rossi melanjutkan sentuhan magisnya di Palermo, dengan sungguh-sungguh membawa Rosaneri hingga dua poin menuju satu tempat di babak play-off Liga Champions.

Kisah yang sama mengikutinya di tahun selanjutnya dan terlepas digantikan oleh Serse Cosmi dan kemudian ditarik kembali delapan pekan kemudian di pergantian tahun, mantan gelandang Foggia ini mengamankan satu tempat di kancah Eropa sekali lagi sebelum pindah ke Fiorentina di akhir tahun.

Gagal mengulang prestasi sebelumnya di Lazio dan Palermo, Rossi menghadapi pemecatan dari Viola dan kemudian Sampdoria sebelum tiba di Bologna musim panas ini dengan tugas untuk menjaga status sejarah klub dengan tetap berada di Serie A.

Setelah kekalahan-kekalahan di enam laga liga pembuka mereka, Bologna menemui sambutan kembali ke Serie A yang cukup sulit. Dengan hanya mencatatkan satu kemenangan, yang hadir usai mengalahkan sesama tim promosi Frosinone di pekan keempat, pasukan Delio Rossi saat ini berada di posisi kedua dari dasar klasemen.

Terlepas dari awal yang penuh batu terjal, Rossoblu masih memiliki alasan-alasan untuk tetap optimis pada musim ke depan. Setelah kedatangan Mattia Destro dari Roma, Ex-Bianconeri Emanuele Giaccherini yang dipinjam dari Sunderland dan pemain muda Amadou Diawara serta Erick Pulgar, Bologna memiliki banyak potensi untuk membentuk skuat yang kompetitif.

Sedangkan jelang laga di Juventus Stadium, dengan rekor hanya lima kemenangan dalam 68 kunjungan ke Turin, statistik menunjukkan Rossoblu mungkin harus menunggu sampai setelah jeda internasional untuk meraih tiga poin kedua mereka.

Akan tetapi, dengan keahlian taktik pelatih dalam diri Rossi dan penyerang yang telah teruji kemampuannya dalam diri Destro, tim tamu kali ini tidak bisa dianggap remeh.

Inter Milan

Sedangkan Inter Milan yang meraih kemenangan atas Bologna adalah klub sepakbola yang didirikan pada 9 Maret 1908 dengan nama Internazionale Milano Football Club. Sejarah berdirinya Inter tak lepas dari terpecahnya anggota Milan Cricket and Football Club yang kini dikenal sebagai AC Milan

Beberapa dari pendiri Milan yang terdiri dari orang-orang Italia dan Swiss tidak setuju dengan kebijakan klub yang tidak mengizinkan pemain asing untuk bermain di Milan. Mereka akhirnya memilih keluar dan mendirikan klub baru.

Nama Internazionale diambil dari keinginan pendiri-pendirinya untuk membuat satu klub yang terdiri dari banyak pemain dari negara-negara luar. Inter sukses memperoleh Scudetto pertama pada musim 1909-1910. 

Klub yang berjuluk La Beneamata ini kembali menjadi yang terbaik di Italia pada musim 1919-1920. Kapten dan pelatih yang membawa Inter meraih Scudetto pertama adalah Virgilio Fossati , yang tewas dalam Perang Dunia I.

Pada tahun 1928, Inter melebur dengan klub lokal yakni Unione Sportivo Milanese sehingga nama klub berubah menjadi Ambrosiana Inter. Meskipun berganti nama, Inter tetap sukses merebut gelar ketiga pada musim 1929-1930.

Selanjutnya pada musim 1938-1939, Inter sukses merebut Coppa Italia untuk pertama kalinya. Saat itu, Inter diperkuat oleh striker legendaris, Giuseppe Meazza. Sejak tahun 1942 sampai sekarang, nama Ambrosiana-Inter tidak pernah dipakai lagi dan mulai memakai nama asli mereka, Internazionale Milano. 

Setelah Perang Dunia I, Inter memenangi gelar Seri A lagi pada tahun 1953 dan yang ketujuh pada tahun 1954. Inter memasuki masa keemasan mereka yang disebut La Grande Inter.

Orang yang berperan besar dalam hal ini adalah Carlo Masseroni, presiden klub Inter yang telah menjabat sejak tahun 1942. Pada era ini, Inter juga sukses merajai Eropa. Inter yang diarsiteki Helenio Herrera terkenal dengan taktik pertahanan gerendel yang disebut Catenaccio. 

Inter sukses merebut juara Liga Champions dua kali berturut-turut pada 1963-1964 dan 1964-1965. Keperkasaan Inter semakin menjadi-jadi di musim 1964-1965 dengan meraih tiga gelar sekaligus, yakni scudetto, Piala Champions dan Piala Intercontinental.

Setelah Ernesto Pellegrini lengser dari kursi presiden, tanggal 18 Februari 1995 Massimo Moratti yang merupakan anak dari Angelo Moratti naik tahta untuk meduduki kursi Presiden Inter. Moratti tak segan mengeluarkan banyak uang untuk membeli banyak pemain. 

Namun, Scudetto yang didambakan tak kunjung direbut. Tercatat, satu-satunya gelar yang direbut adalah Piala UEFA musim 1997-1998. Inter kembali mencapai masa keemasan sejak kedatangan Roberto Mancini pada 2004. Diawali dengan gelar Coppa Italia 2004-2005, Mancini lalu.

mempersembahkan Piala Super Italia 2005. Gelar Piala Super Italia pertama yang diraih Inter sejak tahun 1989. Inter akhirnya mendapatkan gelar Scudetto 2005-06 karena skandal Calciopoli yang menimpa Juventus dan klub-klub besar di Italia. 

Beberapa media menyebutnya "Scudetto of Honesty" (juara dari sebuah kejujuran). Kasus ini membuat Juventus (aktor utama pengaturan skor) dicopot dua gelarnya sekaligus, yakni tahun 2005 (musim ini tak ada juara) dan tahun 2006 (diberikan kepada Inter karena saat itu berada diposisi runner-up). 

Juventus harus bermain di Serie B. Ini membuat Inter menjadi satu-satunya tim yang tidak pernah terdegradasi ke Serie B, oleh karena itu di dalam lagu kebangsaannya yang berjudul C'e solo l'Inter (hanya ada Inter satu-satunya) disebutkan bahwa Inter mempunyai gen Serie A dan tidak mengenal Seri lainnya.

Musim selanjutnya 2006-2007, klub pesaingnya seperti Juventus yang harus bermain di Seri B dan beberapa klub besar seperti Milan, Roma, Fiorentina dan Lazio yang mengalami pengurangan nilai dari kasus Calciopoli, Inter pun dengan mudah memperoleh scudettonya yang ke-15. 

Inter juga sukses menorehkan rekor 17 kemenangan beruntun di kancah domestik, mematahkan rekor 15 kemenangan beruntun yang sempat diraih Real Madrid dan Bayern Munich. Namun saat itu Inter mendapatkan berita duka karena sang presiden, Giacinto Facchetti meninggal dunia.

Moratti pun akhirnya kembali menjabat sebagai Presiden Inter dan bertahan hingga sekarang.Musim 2007-08 terjadi konflik internal di Inter karena ketidaksepahaman Moratti dengan Roberto Mancini dan di akhir musim Mancini pun mundur dari jabatannya. 

Moratti lalu menunjuk Jose Mourinho sebagai allenatore baru Inter. Kedatangan Mourinho benar-benar menjadi berkah bagi La Beneamata. Pelatih berjuluk The Special One itu sukses meraih Treble Winners yakni Scudetto, Coppa Italia, dan Liga Champions. 

Gelar Liga Champions terasa sangat spesial karena terakhir kali direbut Inter pada 1964-65. Inter juga tercatat sebagai satu-satunya klub Italia yang merebut Treble Winners.

Sayangnya, romantisme Inter Milan dan Jose Mourinho harus berakhir. Mourinho memutuskan untuk menukangi Real Madrid. Inter lalu menunjuk Rafael Benitez untuk menggantikan Mourinho. 

Benitez menyempurnakan prestasi Inter pada 2010 dengan merebut Piala Super Italia dan Piala Dunia Antarklub. Dengan demikian pada 2010, Inter sukses merebut 5 gelar sekaligus.

Stadion

Stadion tim saat ini adalah Stadion Giuseppe Meazza yang berkapasitas 85.000 orang. Stadion ini juga dikenal dengan nama San Siro. Stadion ini dibuka dengan Pertandingan Derby antara AC.Milan melawan Inter, yang dimana laga itu dimenangkan oleh Inter dengan skor 6 – 3. 

Stadion ini digunakan bersama dengan AC Milan (”AC Milan”), klub besar lain di Milan. Suporter AC Milan menggunakan “San Siro” untuk menyebut stadion itu karena dulunya Giuseppe Meazza merupakan seorang pemain bintang bagi Inter dan mereka tidak begitu menyukai satu sama lain. Jauh sebelum menggunakan Stadio Giuseppe Meazza, Inter selalu menggunakan Stadio Arena. []

Berita terkait
Bologna Vs Inter, Penalti Lukaku di Menit Terakhir
Inter Milan menang dramatis 2-1 atas Bologna di Serie A Italia. Kemenangan yang menjaga persaingan dengan Juventus ditentukan penalti Lukaku.
Kalahkan Bologna, Milan Buka Asa ke Empat Besar
AC Milan kembali ke trek dengan meraih kemenangan 2-1 atas Bologna. Hasil itu membuka asa Milan ke empat besar Serie A Italia.
Taklukkan Bologna 1-2, Kemenangan Perdana Gatusso di AC Milan
AC Milan memberikan kemenangan perdana kepada Gennaro Gatusso sebagai pelatih ketika dua gol Giacomo Bonaventura membawa mereka menang 2-1 atas Bologna.
0
Bournemouth Vs Liverpool, Pertama Kali Tak Kebobolan
Liverpool untuk kali pertama setelah 14 laga tidak kebobolan saat mengalahkan Bournemouth 3-0 di Liga Premier Inggris, Sabtu 7 Desember 2019.