Semarang (Tagar 2/2/2019) - Mayoritas masyarakat kita melihat rambut jagung tidak punya nilai kegunaan. Dianggap limbah, dibuang layaknya sampah tak berguna. Tidak mampu memberi manfaat secara ekonomis maupun bagi kesehatan manusia.

Namun tidak di mata seorang dosen Universitas Semarang (USM) bernama Haslina. Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) USM ini mampu membuktikan jika rambut bukan limbah. Rambut jagung punya kegunaan bagi kehidupan manusia. Apa itu?

Di tangannya, rambut jagung ternyata punya nilai positif. Kandungan dalam rambut jagung memiliki potensi sebagai alternatif pangan fungsional yang bisa mengobati penyakit kolesterol. Ini lantaran hasil penelitiannya menunjukkan rambut jagung mengandung senyawa bioaktif dan antioksidan alami yang tinggi.

Menunjang penelitiannya, Haslina mengambil sample varietas jagung lokal, yakni varietas bisma, arjuna dan srikandi putih.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa rambut jagung segar varietas bisma memiliki kandungan kimia dan fitokimia yang tertinggi dengan kadar lemak dan protein masing- masing sebesar 0,45 persen dan 22,29 persen," ungkap Haslina lewat siaran tertulis ke Tagar News, Jumat (1/2).

Sebagai media uji coba, Haslina mempraktikan ke tikus jantan. Dan dari hasil ekstrak rambut jagung ini berhasil menurunkan kadar kolesterol  total sebesar 33,68 persen dan penurunan trigliserida sebesar 35,39 persen. Sebuah uji coba yang sudah teruji manfaat dan hasilnya.  

Haslina berharap penelitiannya mampu mendorong kesadaran masyarakat akan nilai guna dari rambut jagung. Varietas lokal rambut jagung ini bisa dikembangkan sebagai sumber gizi maupun sebagai komponen bioaktif untuk mengkonversi limbah rambut jagung menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

"Seperti dapat dibuat minuman, teh celup, produk kosmetik dan lain- lain" tambahnya.

Baca juga: Ribetnya Membuat Tempe di Australia

Penelitian potensi rambut jagung tersebut diangkat Haslina dalam disertasi gelar doktornya. Disertasi dengan judul Potensi Rambut Jagung (corn silk) Sebagai Alternatif Pangan Fungsional AntiHiperkolesterolemia dipaparkan Haslina di ujian terbuka promosi doktor program pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS),  Kamis (31/1).

Wakil Rektor I USM Prof Hardani Widiastuti mengapresiasi gelar doktor dekan Haslina. Terlebih hasil penelitiannya dinilai mampu memberi kontribusi langsung pada masyarakat. Tak hanya mampu membuat sehat, penelitian Haslina juga dapat mendorong pemberdayaan masyarakat yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan.

Hardani juga berharap dengan bertambahnya doktor bidang teknologi pertanian ini bisa menambah kualitas SDM di FTP USM sehingga bisa berpeluang untuk membuka program S2 teknologi pangan.

"Kami bangga atas diraihnya gelar doktor ini sehingga menambah jumlah doktor di USM. Saat ini USM memiliki 30 doktor dan 6 guru besar," pungkasnya.

Baca juga: Manfaat Sehat Bersepeda Tiap Menit Sampai Jangka Waktu 1 Jam