Rahmad: 2003 SBY Nyatakan Loyal Pada Megawati, 2004 Nyapres

Terkait pernyataan resmi DPP AHY tentang Megawati Menggulingkan Gusdur, Radhmad mempertanyakan perihal kebenaran pernyataan resmi tersebut.
Juru bicara DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang Muhammad Rahmad (Foto: Tagar)

Jakarta - Juru bicara DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang Muhammad Rahmad mengakut terkejut dengan pernyataan kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengatakan Megawati menggulingkan Presiden Gusdur. 

Pernyataan resmi itu disampaikan langsung didepan media-media nasional oleh Herzaky Mahendra Putra, Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra), Minggu, 3 Oktober 2021.

"Tak hanya kaget. Rakyat juga bertanya tanya perihal Megawati menggulingkan Presiden Gusdur. Apakah itu benar atau jangan jangan apa yang disampaikan DPP Demokrat AHY itu benar? Apalagi tagline nya saat memberikan pernyataan itu adalah Demokrat Berkoalisi Dengan Rakyat.," kata Rahmad, Rabu, 6 Oktober 2021.

Rahmad menjelaskan, ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maju Capres tahun 2003 dengan kendaraan politik Partai Demokrat, aneka kebohongan, tegas dia, lazim dilakukannya. Tahun 2003, lanjut Rahmad, SBY pernah menyatakan loyal pada Presiden Megawati dan tidak maju sebagai Capres, namun ternyata situasi berkehendak lain.


Kami tahu betul bahwa SBY sangat ketat dan sangat teliti dalam memilih dan menunjuk seseorang untuk jadi juru bicara partai.


"Tahun 2003 itu SBY menyatakan loyal pada Presiden Megawati dan tidak maju sebagai Capres, ternyata SBY berbohong ke Presiden Megawati. SBY menggunakan siasat terdzolimi dan maju Pilpres mengalahkan Presiden Megawati," katanya.

"Kebohongan fundamental lainnya adalah soal pendiri Partai Demokrat. SBY tidak terlibat sebagai pendiri PD pada 2001, akan tetapi pada Mukadimah AD/ART PD Kongres 2020, SBY menjadi Founding Father bersama Ventje Rumangkang dan menghilangkan 98 Founding Father lainnya. Kebohongan yang mungkin akan berbuah karma untuk SBY dan keturunannya," sambungnya.

Terkait pernyataan resmi DPP AHY tentang Megawati Menggulingkan Gusdur, Radhmad mempertanyakan perihal kebenaran pernyataan resmi tersebut ke PDI Perjuangan dan Gusdurian. Herzaky, kata Rahmad, tentu tidak asal bicara. "Kami tahu betul bahwa SBY sangat ketat dan sangat teliti dalam memilih dan menunjuk seseorang untuk jadi juru bicara partai," katanya.[]

Baca Juga:

Berita terkait
Demokrat: Yusril Berjuang Demi Rupiah, Bukan Demokrasi
Partai Demokrat akan menghadapi proses hukum tersebut secara optimis dan upaya optimal.
Balasan Menohok Yusril Bungkam Demokrat Pro AHY
Yusril mengaku hanya prihatin atas pernyataan Andi Arief soal Rp 100 miliar. Dia merasa tidak perlu menanggapi Andi Arief lebih dalam.
Yusril Dituding Bela Moeldoko Karena Uang, Demokrat Panik?
Keduanya menyatakan hal yang sama terkait bayaran senilai Rp 100 miliar disampaikan melalui akun Twitter-nya.
0
Rahmad: 2003 SBY Nyatakan Loyal Pada Megawati, 2004 Nyapres
Terkait pernyataan resmi DPP AHY tentang Megawati Menggulingkan Gusdur, Radhmad mempertanyakan perihal kebenaran pernyataan resmi tersebut.