UNTUK INDONESIA
PVMBG: Delapan Kali Semeru Keluarkan Lava Pijar
PVMBG merekomendasikan menutup aktivitas warga jarak 4 Km dari kawah Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.
Lelehan lava Gunung Semeru terlihat, PVMBG pun mengimbau kepada penambang pasir di Lumajang, Jawa Timur untuk waspada terjadinya banjir lahar dingin. (Foto: Instagram tnbromotenggersemeru/Tagar)

Lumajang - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) mencatat ada peningkatan aktivitas guguran lava pijar di Gunung Semeru, Lumajang setiap harinya. Peningkatan aktivitas vulkanik ini terjadi sejak 26 Februari 2020 lalu.

Gunung Semeru sempat mengeluarkan awan panas pada Selasa 3 Maret 2020 sekitar pukul 17.33 Wib. Kemudian, guguran lava pijar kembali terjadi dengan total sudah delapan kali hingga Rabu 4 Maret 2020 kemarin.

Ini (lava pijar) merupakan aktivitas biasa. Cuma meningkat sejak tanggal 26 Februari kemarin dengan setiap harinya bisa dikatakan selalu terjadi

Fungsional Penyelidik Bumi PVMBG Kementerian ESDM dan Penanggung Jawab Gunung Semeru Kristyanto mengatakan dalam sepekan ini memang kerap kali terjadi lava pijar. Hal itu meningkat dibandingkan dari hari-hari sebelumnya yang dalam satu bulan hanya terjadi 1-2 kali saja.

"Ini (lava pijar) merupakan aktivitas biasa. Cuma meningkat sejak tanggal 26 Februari kemarin dengan setiap harinya bisa dikatakan selalu terjadi," ujarnya saat dikonfirmasi Tagar melalui telepon, Kamis, 5 Maret 2020.

Terkait adanya guguran lava pijar di Gunung Semeru itu sendiri, Kristyanto menjelaskan merupakan material dari kubah lavanya yang berupa batuan dan gugur serta berjatuhan ke arah selatan tenggara.

"Itu (lava pijar jatuh) dari ujung dan gugurannya kalau malam hari kelihatannya seperti lava pijar. Tapi, sebenarnya kalau siang hari ya seperti material batuan yang gugur saja," terangnya.

"Makanya, ada foto-foto dari masyarakat kayak api yang mengalir dan menyala. Dan itulah yang kita sebut lava pijar itu karena mengalir seperti air," ucap Kristyanto.

Dia menyampaikan guguran material lava yang mengarah ke arah selatan tenggara itu jarak luncurannya 700 Km dari kubah lava. Oleh sebab itulah, dia merekomendasikan agar tidak ada aktivitas apapun dalam beberapa radius dari kawah aktifnya.

"Kita rekomendasikan tidak ada aktivitas apapun di arah selatan-tenggara dengan radius 4 Km dan radius 1 Km di luar itu (selatan-tenggara) dari sekitar kawah aktifnya," paparnya.

Sedangkan untuk penyebab terjadinya lava pijar di Gunung Semeru. Dia menyampaikan karena terlalu menumpuknya material lava berupa batuan di ujung leher kubah lavanya.

Sehingga, karena gravitasinya terlalu berat menimbulkan guguran serta awan panas dengan jarak luncurnya 3 Km dari kubah lava di gunung tertinggi pulau Jawa itu.

"Jadi, guguran itu karena kestabilan kubah lava saja. Sehingga material lava yang di ujung dari leher kubah lavanya jatuh dan menimbulkan guguran," ungkapnya.

Hingga saat ini, kata Kristyanto, Gunung Semeru letusannya masih dalam rentan antara 15 hingga 28 kejadian setiap harinya dengan situasi Waspada Level II. Namun, status itu untuk di wilayah Lumajang saja.

"Iya, hanya sekitar disana saja. Diluar itu belum. Tapi, hingga saat ini masih tetap kita pantau terus aktivitasnya," tutupnya. []

Berita terkait
Waspada Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Lumajang
PVMBG mengingatkan kepada penambang pasir untuk waspada banjir lahar dingin Gunung Semeru karena terjadi peningkatan vulkanologi.
Santri di Malang Ditemukan Meninggal Terseret Arus
Tim Basarnas Surabaya masih melakukan pencarian terhadap satu orang santri lagi yang juga terseret arus Sungai Kalimanten, Kabupaten Malang.
Polres Kediri Tangkap Sindikat Pemalsuan Dokumen
Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari penggerebekan dilakukan Satres Narkoba.
0
Satgas Covid-19 Tes PCR Buruh Pabrik Sampoerna
Pasca meninggalnya dua buruh PT Sampoerna akibat terinfeksi virus Covid-19, tim kuratif gugus tugas melakukan tes PCR terhadap 46 buruh.