UNTUK INDONESIA

Putra Mahkota Saudi Diminta Tunangan Khashoggi Dihukum

Hatice Cengiz, tunangan Khashoggi, mengatakan bahwa putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, “harus dihukum tanpa ditunda-tunda”
Hatice Cengiz, tunangan wartawan yang tewas dibunuh, Jamal Khashoggi. (Foto: Dok/voaindonesia.com/Reuters).

Jakarta – Hatice Cengiz, tunangan Jamal Khashoggi, wartawan yang tewas dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istambul, Turki, 2018, mengatakan bahwa putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, “harus dihukum tanpa ditunda-tunda” karena memerintahkan pembunuhan itu.

Dalam pernyataan yang dimuat di Twitter, Senin, 1 Maret 2021, Hatice Cengiz mengatakan jika putra mahkota tidak menghadapi hukuman, “ini selamanya akan mengisyaratkan bahwa pelaku utama dapat lolos melakukan pembunuhan yang membahayakan kita semua dan menodai kemanusiaan kita.”

Pekan lalu, Amerika Serikat (AS) merilis laporan intelijen yang tidak dianggap rahasia lagi, yang menilai bahwa putra mahkota menyetujui pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi di Turki.

jamal vs putra mahkotaJurnalis Jamal Khashoggi (kiri) dan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman (Foto: bbc.com/AFP)

Khashoggi dibujuk ke konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018, dan dibunuh oleh orang-orang yang terkait dengan putra mahkota. Mayatnya dimutilasi, dan jasadnya tidak pernah ditemukan.

Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi keliru dibunuh dalam apa yang disebut operasi yang kebablasan, tetapi membantah keterlibatan putra mahkota. Saudi menolak laporan AS hari Jumat, 26 Februari 2021, dengan menyebut laporan itu mengandung “informasi dan kesimpulan yang tidak akurat.”

Laporan intelijen AS menyatakan “sangat kecil kemungkinannya” Khashoggi terbunuh tanpa persetujuan Pangeran.

“Meskipun AS tetap menjaga hubungannya dengan Arab Saudi, Presiden Joe Biden telah menjelaskan bahwa kemitraan harus mencerminkan nilai-nilai AS,” kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken dalam suatu pernyataan hari Jumat lalu.

Pemerintahan Biden mengumumkan larangan pemberian visa bagi 76 warga Saudi. Blinken mengatakan mereka “diduga telah terlibat dalam mengancam para pembangkang di luar negeri, termasuk, meski tidak terbatas, pada pembunuhan Khashoggi.” Departemen Keuangan mengumumkan seperangkat sanksinya juga.

badan intelejenBadan intelijen AS dilaporkan menyimpulkan bahwa putra mahkota Arab Saudi memerintahkan pembunuhan Jamal Khashoggi (Foto: bbc.com/Indonesia - REUTERS)

Dalam pesannya hari Senin, 1 Maret 2021, Cengiz mengatakan langkah AS hanya akan berarti apabila putra mahkota menghadapi hukuman.

“Dimulai dengan pemerintahan Biden. Ini penting sekali bagi seluruh pemimpin dunia untuk bertanya pada diri sendiri apakah mereka siap untuk berjabatan tangan dengan orang yang kesalahannya sebagai pembunuh telah terbukti, tetapi belum dihukum,” tulis Cengiz.

“Mengabaikan fakta ini dan bertahan dalam ketidakpastian tanpa hukuman apapun akan menyebabkan kita kehilangan nilai-nilai kemanusiaan universal kita.” (uh/ab)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Laporan intelijen Amerika Soal Pembunuhan Jamal Khashoggi
Laporan intelijen Amerika soal pembunuhan Jamal Khashoggi diperkirakan mengarah ke Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman
Tunangan Jamal Kashoggi Gugat Putra Mahkota Arab Saudi
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, digugat oleh tunangan Jamal Kashoggi, di sebuah pengadilan di Washington DC
76 Warga Saudi Dicekal Amerika Terkait Pembunuhan Khashoggi
Badan intelijen AS merilis laporan kematian Khashoggi kepada Kongres yang berujung pada pencekalan 76 warga Arab Saudi
0
Putra Mahkota Saudi Diminta Tunangan Khashoggi Dihukum
Hatice Cengiz, tunangan Khashoggi, mengatakan bahwa putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, “harus dihukum tanpa ditunda-tunda”