UNTUK INDONESIA
Psikolog: Kurangi Penggunaan Internet Untuk Anak
Psikolog menyatakan, tantangan bagi anak ialah terlalu banyak kemudahan akses internet, sehingga daya juang menjadi lemah dan lebih meniru apa yang ditontonnya.
Psikolog Konseling Muhammad Iqbal usai memaparkan materi dalam talkshow SindoTrijaya di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/7). (Foto: Rizkia Sasi)

Jakarta, (Tagar 22/7/17) - Psikolog Konseling Muhammad Iqbal menyatakan, tantangan bagi anak ialah terlalu banyak kemudahan dalam akses internet, sehingga daya juang menjadi lemah dan anak lebih meniru apa yang ditontonnya dari gadget tersebut. Maka dari itu, penggunaan internet untuk anak-anak perlu dikurangi.

"Pemerintah seharusnya membasmi warnet-warnet, karena dari situlah sang anak mulai tumbuh untuk berfikir sesuai apa yang dia lihat," tegas Iqbal dalam acara talkshow Polemik SindoTrijaya di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/7).

Menurutnya, kesejahteraan anak dimulai dari pola asuh dan keteladanan. Hadiah, pujian, pelukan dan lain sebagainya seharusnya diberikan sebelum dia berangkat sekolah.

"Sebab hal tersebut merupakan vitamin bagi sang anak layaknya orang yang akan bertanding diberikan support, nutrisi suplemen dan kepercayaan penuh," ujarnya.

Selain itu, menurut Iqbal, anak-anak harus dibiasakan menghadapi masalah, bagaimana membuka seluas-luasnya konsultasi kesehatan mental, akses untuk mendapatkan treatment healing pun harus diperluas.

"Anak yang melukai orang lain atau geng motor itu karena kurang pujian dari orang tua, sehingga dia mencari eksistensi dan dibuat video dengan harapan banyak yang memberikan like," jelasnya. (sas)

Berita terkait
0
Hong Kong Izinkan Demo di Hari Minggu, Ada Apa Ini?
Otoritas Hong Kong memberikan lampu hijau kepada para pelaku aksi unjuk rasa untuk melakukan demo di akhir pekan.