Psikolog: Belajar Daring Perlu Siapkan Mental - Fisik - Finansial

Irna Minauli mengungkapkan beberapa hal yang kerap menjadi kendala selama mengikuti proses belajar mengajar melalui dalam jaringan (daring)
Ilustrasi pelajar sedang belajar daring di Kulon Progo (Foto: Dok. Tagar)

Medan - Psikolog sekaligus Direktur Minauli Consulting, Dra. Irna Minauli mengungkapkan beberapa hal yang kerap menjadi kendala selama mengikuti proses belajar mengajar melalui dalam jaringan (daring).

Menurut Irna, metode belajar via daring merupakan suatu metode belajar yang relatif baru bagi sebagian besar siswa. Oleh karenanya diperlukan banyak persiapan mental, fisik maupun finansial.

Itu sebabnya pengajaran daring ini penuh tantangan bagi para guru supaya pesan yang ingin disampaikan dapat dipahami siswanya

"Anak-anak yang sudah terbiasa dengan internet, hal ini mungkin dirasakan mudah. Akan tetapi bagi mereka yang secara ekonomi kurang mampu maka akan berpengaruh terhadap proses belajarnya," ujar Irna Minauli, Senin, 28 Desember 2020.

Dia mengatakan, kemampuan orang untuk tetap fokus pada layar komputer atau gadget, waktunya relatif lebih singkat. Pendapatnya, hal ini disebabkan oleh faktor pencahayaan dari komputer yang tentunya berbeda dengan pencahayaan alami.

"Kebiasaan yang terjadi ketika seseorang menggunakan gadget, umumnya waktu yang digunakan oleh video yang ada kisaran maksimal hanya 15 menit. Idealnya bahkan hanya 3-5 menit saja," ujarnya.

Dia berpandangan, saat menonton video yang menarik dan penuh warna serta bergerak saja, seseorang memiliki span of attention atau rentang perhatian yang sempit.

"Bisa dibayangkan betapa tidak menariknya mendengar suara guru yang sering bersifat satu arah saja. Apalagi kalau terjadi buffering atau gangguan masalah teknis lainnya," tuturnya.

Bagi sebagian anak usia sekolah, kata dia, yang menarik untuk bersekolah seringkali bukan pelajarannya itu sendiri, tapi hal-hal yang bersifat sosial, seperti bertemu dan bermain bersama teman sebayanya. 

"Kondisi ini tentunya mustahil dirasakan dalam proses belajar daring," ucap Irna.

Secara umum, lanjutnya, siswa masih banyak yang membutuhkan disiplin dari luar. Kondisi ini agak lebih sulit dikendalikan dalam proses belajar daring karena guru tidak mampu memberikan feedback langsung pada siswanya.

"Itu sebabnya pengajaran daring ini penuh tantangan bagi para guru supaya pesan yang ingin disampaikan dapat dipahami siswanya," ucap Irna. []

Berita terkait
Pemko Padang Minta Orang Tua Awasi Anak Belajar Daring
Pemerintah Kota Padang meminta para orang tua menemani anak-anaknya belajar di rumah yang masih berlangsung secara daring.
Kementerian Agama Akan Adakan INCRE Secara Daring
Kementerian Agama akan adakan Internasional Conference on Religion dan Education (INCRE) mulai 11-12 November 2020 melalui telekonferensi.
DPR Minta Pemerintah Tunda Pembelajaran Tatap Muka di 2021
DPR meminta pemerintah untuk mengkaji ulang terhadap kebijakan pembukaan sekolah tatap muka pada 2021 nanti.
0
Myanmar di Ambang Perang Saudara Sejak Kudeta Militer
Eskalasi kekerasan dalam beberapa pekan terakhir yang melibatkan warga antikudeta mengindikasikan ancaman perang saudara