Protokol Penjualan Hewan Kurban di Banyuwangi

Dinas Ketahanan Pertanian dan Pangan Banyuwangi mendorong penjual hewan kurban untuk melakukan pemasaran secara daring atau online.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyuwangi, drh. Nanang Sugianto saat memberikan keterangan pers, Selasa, 14 Juli 2020. (Foto: Tagar/Hermawan)

Banyuwangi - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyuwangi mengimbau kepada masyarakat khususnya pedagang hewan kurban di pinggir jalan harus mematuhi protokol Covid-19.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyuwangi, drh Nanang Sugianto mengatakan Pemkab Banyuwangi tidak melarang pedagang hewan kurban berjualan di tengah pandemi Covid-19. Hanya saja, Pemkab Banyuwangi mewajibkan pedagang menjalankan protokol kesehatan.

Minimal mereka memakai masker, menyediakan tempat cuci tagan, dan lebih penting pembatasan volume ternak dijual jangan terlalu banyak.

“Yang pertama pada prinsipnya kita menekankan dulu protokol Covid-19, kalau ingin berjualan di pinggir jalan, ya harus sesuai dengan protokol Covid-19,” Kepala Selasa 14 Juli 2020.

Nanang menjelaskan protokol pencegehan Covid-19 diantaranya penjual hewan kurban harus memakai alat pelindung diri (APD) lengkap. Seperti menggunkan masker, menyediakan tempat cuci tangan, serta melakukan pembatsan sosial.

“Minimal mereka memakai masker, menyediakan tempat cuci tagan, dan lebih penting pembatasan volume ternak dijual jangan terlalu banyak. Biar tidak ada orang berkumpul,“ kata dia

Saat ini menurut Nanang, masyarakat sudah pandai membeli hewan kurban. Sehingga pemasaran hewan kurban trennya banyak dilakukan secara online atau daring. Hal ini cukup efektif untuk mengurangi berkerumun masyarakat di tempat penjualan hewan kurban.

Selain itu, dampak dari pandemi Covid-19 ini, Hari Raya Idul Adha tahun 2020 ini permintaan hewan qurban diprediksi akan menurun, sehingga dibandingkan dengan tahun 2019 kemarin, tahun ini akan sedikit berkurang.

“Tahun ini prediksi kita akan menurun. Seharusnya, bulan ini sudah banyak yang berjulan hewan kurban di pinggir jalan, namun seperti yang kita lihat masih belum terlihat,” ujarnya.

Sementara itu, untuk pemeriksaan kesehatan hewan kurban pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ke seluruh tempat penjualan hewan, baik sebelum hewan kurban di potong maupun sesudah dipotong.

“Untuk pemerikasaan hewan kurban ada ante mortem dan post mortem. Kita lakukan sebelum dipotong dan sesudah dipotong. Kita biasanya meminta bantuan dari teman-teman fakultas kedokteran Universitas Airlangga, dan juga perhimpunan dokter hewan,” kata Nanang.

Dinas Pertanian dan Pertenakan Banyuwangi juga akan memberikan sertifikasi kelayakan kepada hewan kurban yang telah diperiksa. Sehingga kelayakan hewan kurban tersebut benar-benar layak untuk hewan kurban.

“Kalau ante mortem itu kita ke lokasi, melakukan pemeriksaan hewan, sehat apa tidak, atau layak potong atau tidak. Setelah itu kita akan beri sertifikasi keterangan sehat, bahwasanya hewan ini sudah layak potong,” kata Nanag

Sedangkan post mortem itu, daging kurban yang sudah di potong pada hari raya Idul Adha akan di cek kesehatnya, daging tersebut layak edar atau tidak.

“Kalau post mortem itu kita lakukan pengecekan ternak setelah di potong. Kita priksa dalamnya seperti dagingnya, hatinya, itu semua sehat apa tidak untuk layak edar. Dalam pemotongan dan pembagian pun juga begitu harus sesuai dengan protokol Covid-19,” ucapnya. [] 

Berita terkait
Penyebab 9 Toko dan Restoran di Banyuwangi Ditutup
Pemkab Banyuwangi menutup sementara sejumlah pelaku usaha karena belum menerapkan protokol kesehatan.
Riwayat Tiga Pasien Sembuh Covid-19 Banyuwangi
Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi menyebut angka kesembuhan pasien di Banyuwangi tertinggi nasional yakni mencatat 60 persen.
Pembatasan Pengunjung Kawah Gunung Ijen Banyuwangi
BBKSDA Jatim melakukan pembatasan jumlah pengunjung ke kawah Gunung Ijen Banyuwangi sebagai syarat penerapan new normal sektor pariwisata.
0
PM Johnson MenDesak Negara G7 Sepakat Soal Paspor Covid-19
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, ingin KTT G7 yang akan datang, menyepakati perjanjian mengenai paspor vaksinasi Covid-19