Indonesia
Protes Ditilang, Pengendara ini Ditendang dan Diceburkan ke Kolam
“Saya tidak hanya dipukul, ditendang dan diceburkan ke kolam, tapi saya juga diancam akan ditembak kalau masih protes,” kata Iqbal Ramadhan, Rabu (10/5).
Ilustrasi pemeriksaan polisi di jalan raya. (Foto: Ist)

Sampit, (Tagar 10/5/2017) – Oknum polisi dari satuan lalu lintas Polres Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menganiaya siswa yang diduga melakukan pelanggaran berkendara saat terjaring operasi patuh 2017.

“Saya tidak hanya dipukul, ditendang dan diceburkan ke kolam, tapi saya juga diancam akan ditembak kalau masih protes,” kata Iqbal Ramadhan (18) di Sampit, Rabu (10/5).

Iqbal yang menjadi korban penganiayaan oknum polisi tersebut mengatakan, dia terjaring razia di simpang empat jalan Ahmad Yani Sampit pada Selasa (9/5) karena tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) serta tidak membawa surat tanda nomor kendaraan (STNK).

“Saya ditilang, karena gugup surat tilang itu saya coret dan sempat terobek. Salah satu oknum polisi yang melihat itu marah dan kemudian memukul bagian wajah saya menggunakan papan alas untuk menulis,” kata Iqbal di Sampit, Rabu (10/5).

Kekesalan oknum polisi itu tidak berakhir sampai di situ, bahkan korban ditendang hingga terceburkan ke kolam yang ada di sekitar kantor Satlantas setempat. Akibatnya korban basah kuyub, bahkan sempat menjadi tontonan warga yang ada di kantor Lantas Polres Kotawaringin Timur.

Iqbal menduga, kekesalan oknum polisi itu dipicu karena adanya protes dari dirinya. “Saya protes karena tidak semua pengendara diperiksa kelengkapannya saat itu, bahkan ada beberapa kendaraan yang tidak menggunakan plat nomor kendaraan dibiarkan melintas,” ucap siswa yang mengaku baru lulus dari SMK-1 Kota Besi ini.

Ia menyebutkan, kendaraan yang digunakannya adalah sepeda motor pinjaman dari kakeknya dan saat ini ditahan di Satlantas Polres Kotawaringin Timur. “Saya pinjam motor kakek untuk mengikuti tes kesehatan sebagai syarat masuk ke sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta,” ucapnya. (yps/ant)

Berita terkait
0
Jokowi Pindahkan Ibu Kota, Zulkifli Hasan: Boleh Saja
Rencana Presiden Jokowi yang akan memindahkan ibu kota Indonesia dari kota Jakarta ke Pulau Kalimantan 'direstui' Ketua MPR Zulkifli Hasan.