UNTUK INDONESIA
Profil William Tanuwijaya, Pendiri Tokopedia
William Tanuwijaya, figur di balik berdirinya platform jual beli online Tokopedia, unicorn dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Ini profilnya.
William Tanuwijaya, pendiri platform jual beli online Tokopedia. (Foto: Instagram/William Tanuwijaya)

Jakarta - William Tanuwijaya, figur di balik berdirinya platform jual beli online Tokopedia, perusahaan perintis startup berstatus unicorn dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Siapa menyangka William yang kini berusia 38 tahun, pernah jadi penjaga warnet.

Tokopedia berawal dari mimpi, kata William. "10 tahun lalu kami memulai Tokopedia lewat sebuah mimpi, untuk turut mendorong dan mewujudkan pemerataan ekonomi secara digital. Di titik itulah perjalanan entrepreneurship saya dimulai. Saya bersyukur, perjalanan tersebut tidak hanya mengubah hidup saya, namun juga jutaan hidup orang lain," tutur William dalam catatan di Instagram @liamtanu, 14 November 2019.

Pada tanggal William membuat catatan tersebut, di Tokopedia telah ada 6,6 juta masyarakat Indonesia memulai dan mengembangkan bisnis mereka, 86.5 % adalah entrepreneur baru. Tahun itu mereka turut berkontribusi terhadap 1.5 % perekonomian Indonesia, melayani lebih dari 90 juta masyarakat Indonesia yang tersebar di 97 % kecamatan.

Saya cuma lulusan pekerja warnet, benar-benar jarang ke kampus, kalau ke kampus pas ujian saja. Belum pernah pengalaman membangun bisnis, track record belum ada, jadi modalnya semangat bambu runcing.

TokopediaPlatform jual beli online Tokopedia. (Foto: Instagram/William Tanuwijaya)

"Dari mereka saya belajar banyak," kata William. "Buat yang kenal dekat dengan saya, saya selalu mengatakan saya ini beruntung, karena saya lebih banyak gagal daripada berhasil. Dari kegagalan tersebut lah saya justru mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang sangat berharga. Saya ini pengusaha karena kepepet, entrepreneur by necessity."

Ia belajar bahwa masa lalu tidak lagi dapat diubah, namun masa depan ada di tangan sendiri. 

"Saya belajar tentang keberanian untuk memulai, kegigihan untuk bangkit setiap kali gagal dan bermimpi dengan mata terbuka. Saat mimpi kita pikirkan, mimpi berubah menjadi gagasan dan rencana. Saat gagasan dan rencana tersebut kita ucapkan, mimpi berubah menjadi komitmen. Saat komitmen kita laksanakan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, mimpi berubah menjadi kenyataan," tutur William.

Dalam perjalanan membangun Tokopedia, William membatasi diri, tidak pernah mau ikut berjualan produk secara langsung, berkompetisi dengan jaringan merchant.

"Membangun ekosistem bersama mitra logistik dan mitra perbankan/pembayaran, tanpa perlu membangun semuanya sendirian justru ekosistem yang terbentuk menjadi tidak terbatas," ujar William.

Ia selalu percaya marketplace adalah model bisnis paling indah di dunia, "Karena keberhasilan kami tergantung dari seberapa kami membantu orang lain menjadi lebih berhasil."

Profil William Tanuwijaya

William TanuwijayaWilliam Tanuwijaya (kedua dari kanan) bersama Erick Thohir (kedua dari kiri). (Foto: Instagram/William Tanuwijaya)

William Tanuwijaya lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 11 November 1981. Ia tumbuh dalam keluarga tidak kaya tapi sangat mementingkan pendidikan. 

Pada saat lulus sekolah menengah atas, mengikuti arahan ayah dan paman, William merantau ke Jakarta untuk menempuh pendidikan lebih baik di Universitas Bina Nusantara (Binus), kampus dengan biaya yang tidak bisa dibilang murah.

Untuk pertama kali William menjalani pengalaman keluar dari Sumatera Utara. Berbekal restu orang tua dan semangat yang tinggi, ia menempuh perjalanan laut selama 4 hari tiga malam dari Belawan ke Tanjung Priok.

Jalan tidak lurus begitu saja buat William. Saat kuliahnya memasuki tahun kedua, ayahnya jatuh sakit, situasi mengharuskannya mencari pekerjaan sampingan agar tetap dapat berkuliah di Jakarta. Ia pun bekerja sebagai penjaga warnet dari jam 9 malam hingga 9 pagi. Pekerjaan ini membuatnya cinta mati pada dunia internet yang kemudian hari menginspirasinya mendirikan Tokopedia.

William TanuwijayaWilliam Tanuwijaya bersama Ridwan Kamil. (Foto: Instagram/William Tanuwijaya)

Setelah lulus dari Universitas Bina Nusantara, William bekerja di kantoran yang bergerak di bidang pengembangan software komputer. Dari sini timbul idenya untuk mempunyai perusahaan internet sendiri.

Tahun 2007 William mengajak temannya, Leontinus Alpha Edison, membangun Tokopedia, sebuah startup jual beli online yang menghubungkan penjual dan pembeli di seluruh Indonesia dengan biaya gratis. 

Awal yang sangat tidak mudah karena mereka butuh modal untuk membangun Tokopedia. Pada saat bersamaan ayah William divonis kanker kronis. William dituntut menjadi tulang punggung keluarga. Keadaan menjadi semakin sulit baginya.

Tapi William sangat yakin idenya dengan Tokopedia ini pasti berhasil. Ia kemudian bergerilya ke sana-ke mari untuk mendapatkan modal. Tak terhitung berapa orang yang sudah didatangi untuk menawarkan konsepnya.

Selama dua tahun berjuang mencari pemodal, banyak yang menolaknya karena dianggap idenya terlalu tinggi, tidak masuk akal.

Pada akhirnya, tanggal 6 Februari 2009, Tokopedia milik William Tanuwijaya resmi berdiri. Pada bulan pertama berdiri, Tokopedia baru berhasil menggaet 509 merchants dengan 4.560 member. Jumlah transaksi yang dibukukan hanya Rp 33 juta.

"Saya cuma lulusan pekerja warnet, benar-benar jarang ke kampus, kalau ke kampus pas ujian saja. Belum pernah pengalaman membangun bisnis, track record belum ada, jadi modalnya semangat bambu runcing," kata William.

William TanuwijayaWilliam Tanuwijaya bersama Pramono Anung. (Foto: Instagram/William Tanuwijaya)

Hanya dalam rentang setahun, Tokopedia mengalami perkembangan signifikan. Mereka berhasil menggandeng 4.659 merchant dengan 44.785 members. Transaksi mencapai Rp 5,954 miliar.

Angka tersebut terus bertambah. Pada awal tahun 2017, Tokopedia telah memiliki 40 juta produk dengan 12 juta pengguna. Omzet sudah melebihi Rp 1 triliun per bulan.

Tepat pada hari kemerdekaan 17 Agustus 2017 nama William Tanuwijaya melambung. Tokopedia berhasil meraih investasi USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun dari Alibaba, raksasa e-commerce asal China milik Jack Ma.

Alibaba bukan investor pertama yang mengguyur dana besar ke Tokopedia. Beberapa investor tercatat pernah masuk ke Tokopedia antara lain East Venture, CyberAgent Ventur dan Softbank.

Softbank pernah mengucurkan dana besar 100 juta US Dolar atau sekitar Rp 1,2 triliun pada 2014. Dengan guyuran dana besar dari Alibaba, Tokopedia diprediksi akan berlari semakin kencang.

Dalam berbagai kesempatan, William selalau mengatakan resepnya bisa bertahan dan kemudian berkembang seperti sekarang adalah jangan takut dan pantang menyerah.

“Saya tidak pernah menyerah untuk menaklukan ketakutan terbesar saya. Hal itulah yang saya terapkan dalam merintis Tokopedia. Nama besar Tokopedia di hari ini tentu saja berkat perjuangan serta kegigihan saya beberapa tahun lalu. Terlepas dari kegagalan Anda di hari ini, jangan pernah berhenti mencoba keesokan harinya," tutur William.

William TanuwijayaWilliam Tanuwijaya (kiri) bersama Wishnutama dan Erick Thohir. (Foto: Instagram/William Tanuwijaya)

Memiliki misi pemerataan ekonomi melalui teknologi, Tokopedia kemudian menjadi salah satu perusahan perintis startup berstatus unicorn dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Tokopedia juga berhasil menyabet berbagai penghargaan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Di antaranya Tokopedia berhasil meraih Android Excellence Apps sebagai aplikasi terbaik pilihan Google di Play Store.

Keberhasilan Tokopedia mengantarkan William sebagai salah satu pengusaha muda sukses Tanah Air. Tak berbilang penghargaan ia terima, di antaranya Young Global Leaders pada 2016, sebagai seorang pemimpin muda berpengaruh di dunia. []

Baca juga:

Berita terkait
Tokopedia Akui Data Penggunanya Dibobol Hacker
Platform belanja online Tokopedia membenarkan ada upaya pencurian data terhadap penggunannya oleh hacker. Untuk itu mereka sedang menginvestigasi.
Tokopedia, OVO, Grab Urunan THR Rp 1,5 Miliar, Mau?
Tokopedia, OVO, dan Grab akan menggalang aksi sosial berupa pengumpulan dana untuk disalurkan dalam bentuk THR untuk pekerja sektor informal.
William Tanuwijaya, Orang Siantar Pendiri Tokopedia Raih Investasi Rp 14 Triliun
Tepat hari kemerdekaan, Kamis 17 Agustus 2017, Tokopedia yang didirikan William berhasil meraih investasi USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun dari Alibaba.
0
Satu Keluarga Positif Covid-19 di Maros
Dua orang tambahan pasien positif Corona di Kabupaten Maros, yakni seorang ibu berusia 36 tahun dan bayi berusia satu tahun. Ini riwayatnya.