UNTUK INDONESIA
Profil Saefullah, Sekda DKI di Era Empat Gubernur
Saefullah menjabat sekretaris daerah DKI Jakarta di era kepemimpinan empat gubernur, sejak Jokowi hingga Anies Baswedan.
Sekretaris Daerah DKI Saefullah di Balai Kota, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020. (Foto: Tagar/Edy)

Jakarta - Kabar duka datang dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Gubernur Anies Baswedan mengabarkan, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah yang terkonfirmasi positif terjangkit virus corona atau Covid-19, meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Rabu siang, 16 September 2020.

"Innalillahi wa inna ilaihi roojiun. Saudara kita, sahabat baik kita, pribadi shaleh yang amat baik itu yang selama ini bekerja bersama kita telah dipanggil pulang ke rahmatullah. Bapak Saefullah wafat pukul 12.55 WIB di RSPAD-GS," kata Gubernur Anies dalam keterangan tertulis yang diterima Tagar di Jakarta, Rabu siang tadi.

Sejauh ini beliau juga menjalankan tugasnya dengan baik. Insya Allah roda pelayanan untuk masyarakat, kegiatan kolaborasi dengan masyarakat bisa berjalan terus dengan baik.

Bagi semua, segerakan ambil air wudhu dan siang ini kita semua selenggarakan sholat ghaib untuk almarhum. Anies meminta kepada semua pihak untuk bersuci, segera melaksanakan salat gaib, mendoakan almarhum Saefullah.

Profil Saefullah

Saefullah merupakan Sekretaris Daerah DKI Jakarta sejak tahun 2014. Ia dilantik oleh Basuki Tjahaja Purnama yang saat itu menjadi Pelaksana Tugas (Plt) gubernur menggantikan sementara Gubernur Jokowi yang kala itu cuti karena maju dalam Pilpres 2014. Jabatan tersebut berlanjut ketika Djarot Saiful Hidayat menjadi Gubernur hingga Anies Baswedan.

Saefullah dilahirkan di Cilincing, Jakarta Utara, 11 Februari 1964. Ia mengenyam pendidikan di SD Tambun, Rengas, Bekasi tahun 1975, SMP Syahid Jakarta yang lulus tahun 1979. Kemudian melanjutkan ke SPG 4 Jakarta dan lulus tahun 1982. 

Bang Ipul, sapaan akrabnya, kemudian meneruskan kuliah di IKIP Muhammadiyah Jakarta (S1) hingga lulus tahun 1988. Gelar magisternya diraih di Universitas Negeri Jakarta tahun 2000, dan gelar S3 di Universitas Padjajaran Bandung tahun 2009.

Awal mula Saefullah menjadi PNS ialah ketika ia lulus SMA pada tahun 1984 dengan tugas awal menjadi guru. Ia diangkat dengan pegawai biasa dengan golongan 2A. 

Ia mengabdi menjadi ASN dan banyak berkiprah di dunia pendidikan, tercatat ia sempat menjabat Kepala Sudin Pendidikan Dasar Jakarta Barat pada tahun 2003 hingga 2004. Selanjutnya, menjadi Kepala Subdinas SLTP DKI Jakarta pada 2004-2008, Wakil Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta (2008), Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta (2009-2010), Wali Kota Jakarta Pusat (2008-2014), hingga menjabat sebagai Sekda Provinsi DKI Jakarta sejak 2014.

Tak hanya itu, pada pertengahan Oktober 2017, pria yang juga aktif di Palang Merah Nasional ini sempat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap raperda reklamasi teluk Jakarta tahun 2016. KPK meminta keterangan Saefullah dalam penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan korporasi.

Saat era Gubernur DKI Anies Baswedan, masa jabatan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah telah resmi diperpanjang. Anies menilai bahwa kinerja Saefullah memuaskan, sehingga masa jabatan akhirnya diperpanjang.

"Sejauh ini beliau juga menjalankan tugasnya dengan baik. Insya Allah roda pelayanan untuk masyarakat, kegiatan kolaborasi dengan masyarakat bisa berjalan terus dengan baik," kata Anies di Monas, Jakarta Pusat, Minggu, 21 Juli 2019.

Diusulkan Sebagai Wagub

Ketika kursi wakil gubernur kosong setelah ditinggalkan Sandiaga Uno, Saefullah sempat diusulkan Partai Gerindra menjadi calon wakil gubernur ke DPP PKS. Usulan ini diakui oleh Ketua DPD Partai Gerindra DKI, M. Taufik.

Gerindra menilai Saefullah memiliki segudang pengalaman yang dianggap mampu menduduki jabatan wagub. Namun karena kompromi politik tak menemui titik terang jalan Saefullah untuk duduk di kursi penting nomor dua di DKI kandas.

Saefullah mengaku tidak pernah bermimpi untuk menjadi PNS nomor satu di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut.

Bela Anies Baswedan Ketika Diserang Soal Anggaran

Saefullah dengan terang-terangan membela Anies Baswedan saat diserang terkait anggaran DKI. Ia membantah segala tudingan tidak adanya transparansi era kepemimpinan Anies Baswedan. 

"Jadi dituduh kalau kita sebagai tidak transparan, itu salah besar. Karena yang kita lakukan sekarang ini persis sama dan sebangun dengan apa yang kita lakukan dahulu, tidak ada yang diumpet-umpetin," kata Saefullah, Jakarta, Kamis, 7 November 2019.

Karier

  1. Kepala Sudin Pendidikan Dasar Jakarta Barat (2003-2004)
  2. Kepala Subdinas SLTP DKI Jakarta (2004-2008)
  3. Wakil Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta (2008)
  4. Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta (2009-2010)
  5. Wali Kota Jakarta Pusat (2008-2014)
  6. Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta

Pendidikan

  1. SD Tambun, Rengas, Bekasi tahun (1975)
  2. SMP Syahid Jakarta yang lulus tahun (1979)
  3. SPG 4 Jakarta dan lulus tahun (1982)
  4. IKIP Muhammadiyah Jakarta (1988)
  5. Universitas Negeri Jakarta (2000)
  6. Universitas Padjajaran Bandung (2009). []

Baca juga: 

Berita terkait
Profil Alfred Riedl, Sosok Dingin Namun Serius
Riedl memperlihatkan sebagai sosok yang dingin dan serius. Dia tak segan menegur siapa pun yang masuk lapangan tanpa sepatu bola.
Profil Aaron Carter, Susul Tunangan di Industri Porno
Aaron Carter mengejutkan publik dengan keputusannya terjun ke industri film porno.
Sekda DKI Saefullah Meninggal Akibat Positif Covid-19
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah meninggal dunia akibat virus corona atau Covid-19.
0
Profil Saefullah, Sekda DKI di Era Empat Gubernur
Saefullah menjabat sekretaris daerah DKI Jakarta di era kepemimpinan empat gubernur, sejak Jokowi hingga Anies Baswedan.