UNTUK INDONESIA
Profil Ratnawati - M. Solihin Cabup dan Wabup Indramayu
Profil Muhamad Solihin - Ratnawati, Calon Bupati dan Wakil Bupati Indramayu yang diusung PKB
Dari Koalisi Perubahan, Calon bupati dan wakil bupati Indramayu, dr Ratnawati dan Muhamad Solihin.(Foto:Tagar/Times)

Jakarta – Ratnawati dan Muhamad Solihin diusung oleh Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati untuk Pilkada Indramayu 9 Desember 2020 mendatang. Siapakah mereka?

Dr. Hj. Ratnawati, M.K.K.K

RatnawatiRatnawati, Calon Bupati Indramayu.(Foto:ratnawatiforindramayu.com).

Dr. Hj. Ratnawati, M.K.K.K yang merupakan Calon Bupati Indramayu ini lahir di Jatibarang, Kabupaten Indramayu tahun 1967, Ratnawati merupakan seorang isteri DR. Ir. H.E Herman Khaeron, M. SI serorang anggota DPR RI daerah pemilihan Cirebon dan Indramayu. Ayahnya bernama Badari Syamsu dan Hj Sariah.

Selepas Pendidikan wajibnya di Indramayu, Ratnawati menempuh Pendidikan di Fakultas Kedokteran Yarsi Jakarta, lalu meneruskan Magister di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Mengawali karirnya sebagai dokter, Ratnawati pernah bertugas sebagai kepala Puskesmas Garawangi Kuningan, kemudian berpindah ke Puskesmas Cidahu, BKKBN Kota Bekasi. Setelah itu dia selama 14 tahun bekerja di Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Atas kesungguhannya pada tahun 1998 Ratnawati di nobatkan sebagai dokter teladan pada tingkat Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Lalu tahun 2018 dia memutuskan pensiun dini dan menyibukkan diri mengikuti kegiatan majelis taklim.

Muhamad Solihin, S.Sos.I

M. SholihinMuhamad Solihin, Calon Wakil Bupati Indramayu.(Foto:dok.pribadi Muhamad Solihin).

Sedangkan, Muhamad Solihin, S.Sos.I selaku Calon Wakil Bupati Indramayu, lahir di Indramayu 7 Mei 1979. Saat ini, Solihin menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu untuk Periode 2019-2024. Dia juga merangkap sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Indramayu.

Motto

BERTASBEH yakni Bersih, Tuntas, dan Berkah

Visi

Mewujudkan Indramayu yang lebih baik, berkualitas, berkeadilan, dan pemerataan pembangunan untuk semua.

Misi

Perwujudan misi dikemas dalam Program Panca Bhakti:

1.Mewujudkan Pemerintahan yang bersih dan berwibawa melalui prinsip Good Governance

2.Mewujudkan masyarakat yang Religius, Demokratis, dan Berkeadilan.

3.Menggerakan ekonomi lokal dengan prioritas mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan (Pro Poor), menciptakan lapangan pekerjaan (Pro Job), mendorong pertumbuhan ekonomi (Pro Growth), dan berkomitmen terhadap lingkungan hidup(Pro Environment).

4.Melakukan akselerasi dalam berbagai bidang pembangunan, dengan memberikan perhatian khusus kepada partisifasi aktif Perempuan dan Milenial.

Program Kerja

1.Mewujudkan Pemerintahan yang bersih dan berwibawa melalui prinsip Good Governance.

  • Membangun sistem informasi teknologi sebagai berbentuk keterbukaan pengelolaan informasi dan anggaran negara.
  • Melakukan revitalisasi dan restrukturisasi organisasi untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna melalui prinsip efisiensi, evektivitas, dan pemberdayaan menuju profesionalisme (right man in the right place)
  • Memberikan peluang bagi pegawai untuk meningkatkan Pendidikan, keterampilan dan keahlian secara optimal
  • Pen-Tradisian akuntabilitas publik sebagai perwujudan tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat. []

Baca juga:




Berita terkait
KPUD Jabar Segera Tetapkan Calon Peserta Pilkada 2020
Pada 23 September 2020 KPUD Provinsi Jawa Barat akan segera menetapkan calon peserta Pilkada, selanjutnya undian nomor urut
Keselamatan Warga dari Covid-19 di Pilkada Jabar
Gugus Tugas Covid-19 Jabar mengatakan bahwa pihaknya mengutamakan keselamatan warga agar terhindar dari Covid-19 di Pilkada 2020 di Jawa Barat
Di Pilkada Jabar PKB Bantu Balon Tak Berduit Menang
Pilkada serentak 2020 PKB targetkan menang minimal 5 dari 8 kabupaten dan kota di Jabar. PKB siap bantu kader yang miliki elektabilitas tinggi
0
Di Balik Dana Hibah dan Larung Bola di Parangkusumo Bantul
Geplak Bantul menggelar larung bola di Pantai Parangkusumo. Aksi ini sebagai syukuran uang Rp 11,6 miliar kembali ke kas Pemkab Bantul.