UNTUK INDONESIA
Pria Suriah Mau Menyerang Ditangkap Polisi Jerman
Polisi Jerman menangkap pria asal Suriah berusia 37 tahun, yang dicurigai hendak melakukan serangan bom, Selasa, 19 November 2019.
Keluarga-keluarga Suriah yang mengungsikan diri setelah Turki melancarkan serangan ke Suriah, berkumpul untuk mendapatkan pembagian makanan dari lembaga amal Barzani di sebuah kamp pengungsi di pinggiran Dohuk, Irak, 18/10/2019. (Foto: Antara/REUTERS/Ari Jalal/tm)

Jakarta - Polisi Jerman menangkap pria asal Suriah berusia 37 tahun, yang dicurigai hendak melakukan serangan bom, Selasa, 19 November 2019. 

Dia diduga bertukar bahan perakit bom melalui grup percakapan di aplikasi pesan instan untuk mengeksekusi rencananya, menurut polisi dan jaksa.

Pasukan khusus kepolisian menggeledah apartemen tersangka di Berlin. Berdasarkan informasi kantor jaksa agung, pria itu sudah membeli bahan kimia dan bahan lainnya yang dibutuhkan untuk merakit bom.

"(Perangkat) ini bakal diledakkan pada waktu dan tempat yang dirahasiakan di Jerman untuk membunuh orang sebanyak mungkin," katanya, dikutip dari Antara.

Kepolisian Jerman pada Selasa pekan lalu menangkap tiga orang di Kota Offenbach lantaran diduga merencanakan serangan bom untuk kelompok ISIS. []

Berita terkait
Dubes AS Komentari Permukiman yang Diduduki Israel
Mike Pompeo mendukung hak Israel untuk membangun permukiman Yahudi di Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki Israel.
365.000 Pengungsi Pulang ke Suriah
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan 365.000 pengungsi Suriah telah kembali ke negaranya.
Turki dan Rusia Bahas Suriah Via Telepon
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas hubungan bilateral dan perkembangan regional melalui telepon.
0
Polytron Raih Penghargaan Good Design Indonesia 2020
Polytron, kembali meraih penghargaan di ajang Good Desain Indonesia (GDI) 2020 lewat produk andalan active speaker PAS 8C28.