UNTUK INDONESIA
Presiden Prancis Genjot Kampanye Anti-Ekstremisme
Presiden Perancis, Emmanuel Macron, berjanji untuk meningkatkan tindakan keras terhadap ekstremisme Islam di Perancis
Orang-orang berkumpul di Place de la Republique di Paris, beri penghormatan kepada Samuel Paty, guru yang dipenggal di Conflans-Sainte-Honorine, Perancis, 18 Oktober 2020. Poster itu bertulisan "Saya Guru." (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Paris - Presiden Perancis, Emmanuel Macron, berjanji untuk meningkatkan tindakan keras terhadap ekstremisme Islam di Perancis beberapa hari setelah negara itu dikejutkan oleh pemenggalan seorang guru sejarah di pinggiran Kota Paris yang tenang. Hal ini disampaikan Macron, 20 Oktober 2020.

Polisi telah melancarkan puluhan penggerebekan dan pemerintah telah memerintahkan penutupan sebuah masjid selama enam bulan dan berencana membubarkan kelompok yang mendukung kelompok militan Palestina, Hamas.

"Rakyat kita mengharapkan tindakan," kata Macron saat berkunjung ke pinggiran kota Paris. "Tindakan-tindakan ini akan ditingkatkan."

Samuel Paty, seorang guru berusia 47 tahun, 16 Oktober 2020, diserang ketika ia dalam perjalanan pulang dari sekolah menengah pertama tempatnya mengajar di Conflans-Sainte-Honorine, 40 kilometer (25 mil) barat laut Paris.

Ia telah menjadi sasaran kampanye kebencian online sejak menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya selama kelas tentang kebebasan berbicara. Kartun itu adalah gambar yang sama yang memicu serangan berdarah terhadap pejabat majalah satir Charlie Hebdo ketika diterbitkan lima tahun lalu.

Polisi menahan 10 orang atas pembunuhan itu, termasuk lima anak sekolah yang dicurigai menunjukkan Paty kepada pembunuhnya dengan imbalan uang, dan orang tua murid yang tidak puas yang sebelumnya mengatur kampanye daring terhadap Paty.

Enam orang dibebaskan, 20 Oktober 2020 malam, termasuk di antaranya empat anggota keluarga Abdullakh Anzorov - pria berusia 18 tahun pembunuh guru Samuel Paty, yang berasal dari wilayah Rusia di Chechnya. (my/pp)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Terorisme di Prancis Picu Kemarahan dan Ketakutan
Terjadi demontrasi di sebagian besar wilayah Prancis terkait dengan tuntutan kebebasan berpendapat setelah terjadi pembunuhan seorang guru
Prancis Tutup Sebuah Masjid Terkait Aksi Teror di Paris
Pemerintah Prancis akan menutup sebuah masjid di Paris karena diduga terlibat dengan aksi teror yang menewaskan seorang guru
Prancis Hapus Konten Ujaran Kebencian di Media Sosial
UU baru di Prancis mewajibkan pengelola media sosial untuk segera menghapus konten ujaran kebencian dengan ancaman denda
0
Sindir Politik Dinasti, PKS: Ini Bukan Perusahaan Keluarga
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR, Mulyanto mengaku prihatin dengan sikap abai Pemerintahan Presiden Jokowi atas perkembangan politik dinasti saat ini.