UNTUK INDONESIA
Polisi Tiga Negara Kumpul di Semarang
Tanpa banyak diketahui khalayak umum, polisi dari tiga negara di Asia Tenggara berkumpul di Semarang, Jawa Tengah.
Delegasi kepolisian dari tiga Indonesia, Malaysia dan Filipina berdiskusi membahas kontra terorisme dan radikalisme di JCLEC, Semarang. (Foto: Polri)

Semarang - Tanpa banyak diketahui khalayak umum, polisi dari tiga negara di Asia Tenggara berkumpul di Semarang, Jawa Tengah. Mereka bertemu di Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation, sebuah tempat yang jadi pusat pelatihan investigasi bertaraf internasional di kompleks Akademi Kepolisian (Akpol) di Kecamatan Gajahmungkur.

Polisi dari Indonesia, Malaysia dan Filipina itu bertemu dalam rangka diskusi kontra terorisme

"Diskusi trilateral antara Indonesia, Malaysia dan Filipina dilaksanakan di Semarang, 5-7 Agustus 2019, untuk menyikapi perkembangan dinamika kasus terorisme yang terjadi," ucap Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto, Kamis, 8 Agustus 2019.

Menyikapi dinamika terorisme, khususnya di Suriah, dimana ISIS sudah kehilangan kekuasaannya

Agung mengatakan, pasukan koalisi didukung Amerika Serikat telah memporakporandakan pasukan ISIS di Kota Baghuz, Maret 2019. Basis pertahanan terakhir yang jadi simbol kekhalifahan ISIS. Kendati mengalami kekalahan telak dari pejuang Demokrat Suriah (SDF), bukan berarti sel teroris ISIS mati.

"Kekalahan telak ISIS ini bukan berarti mengakhiri pergerakan mereka dalam melakukan teror. ISIS masih mampu melakukan serangan mematikan di seluruh dunia, termasuk di wilayah Indoneisa, Malaysia dan Filipina," ujarnya.

Karena itu, kata Agung lewat siaran persnya, perwakilan polisi bertemu guna menggelar diskusi trilateral.

"Menyikapi dinamika terorisme, khususnya di Suriah, dimana ISIS sudah kehilangan kekuasaannya dan bertransformasi dengan cara yang baru dalam melakukan indoktrinasi kepada para pengukutnya, maka hal ini harus kita cegah sama-sama dan kita antisipasi dampaknya di negara kita," katanya.

Bagi Agung, pertemuan ini mempunyai nilai strategis bagi tiga negara. Sebab mendiskusikan isu penting yang terkait dengan pencegahan radikalisme. Terlebih Indonesia, Malaysia, dan Filipina mempunyai daerah perbatasan yang bisa menjadi ancaman terorisme bila tidak ditangani dengan baik.

"Pertemuan di Semarang ini membahas kejasama dan pertukaran informasi yang berkaitan dengan radikalisme yang bisa berkembang menjadi ancaman terorime di ketiga negara," katanya.

Ditambahkan Agung, kerjasama pertukaran informasi tentang pencegahan radikalisme antara ketiga negara sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Pertemuan rutin selalu dilaksanakan untuk mengetahui perkembangan terbaru kasus-kasus yang terkait radikalisme dan terorisme di masing-masing negera tersebut.

"Kami rutin mengadakan pertemuan untuk membahas update terbaru mengenai masalah terorisme yang terjadi di ketiga negara dan kawasan regional. Sebab masalah radikalisme ini selalu berkembang mulai dari modus operandi hingga alat yang digunakan. Sehingga kita perlu terus bertukar informasi untuk tetap bisa melakukan antisipasi dini," ujarnya. [] 

Berita terkait
0
Sekjen NasDem: Soal Kabinet, Itu Kewenangan Presiden
Pertemuan Prabowo Subianto dengan Surya Paloh tidak membicarakan soal koalisi, opsisi dan jatah menteri karena merupakan kewenangan presiden