UNTUK INDONESIA
Polisi Pemukul 3 Junior di Padang Pariaman Ditahan
Perwira polisi yang diduga melakukan pemukulan terhadap tiga bintara di Polres Padang Pariaman ditahan di Polda Sumbar.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto. (Foto: Tagar/Muhammad Aidil)

Padang - Seorang perwira pertama (pama) polisi yang diduga melakukan pemukulan terhadap tiga orang bintara di Polres Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), dilaporkan telah mendapatkan penindakan tegas.

Perintah Kapolri jelas, untuk kasus (penganiayaan) itu ditangani Propam dan yang bersangkutan dilakukan tindakan penahanan.

Hal ini dibenarkan Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto. Menurutnya, perwira tersebut saat ini tengah menjalani proses pemeriksaan di bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumbar.

Satake menegaskan Polri tidak akan main-main dalam pengusutan kasus yang mencoreng nama baik institusi ini.

"Perintah Kapolri jelas, untuk kasus (penganiayaan) itu ditangani Propam dan yang bersangkutan dilakukan tindakan penahanan," katanya dalam keterangan tertulisnya kepada Tagar, Kamis, 26 Maret 2020.

Tiga bintara Polri yang diduga mendapatkan perlakukan kasar itu masing-masing berinisial Bripda DM, 23 tahun, Bripda MZ, 23 tahun, dan Bripda ARH, 23 tahun. Sat di antaranya sempat dilarikan ke rumah sakit.

"Kondisinya sudah baik semua, yang menjalani pengobatan atas nama Bripda DM hanya rawat jalan dan mengalami luka memar di telinga bagian belakang," katanya.

Sebelumnya, video seorang perwira Polres Padang Pariaman diduga melakukan tindakan pemukulan terhadap tiga anggota Polri beredar di media sosial (medsos).

Dalam video berdurasi 1 menit 15 detik yang tersebar di laman medsos Facebook atas nama Firmansyah Padang TerapiStroke itu, seorang perwira polisi melakukan pemukulan terhadap tiga anggota Polri di lapangan apel Mapolres Padang Pariaman.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto membenarkan hal tersebut. Menurutnya, insiden itu terjadi lantaran tiga anggota Polri itu terlambat datang apel.

"Benar, mereka itu terlambat datang apel makanya diambil tindakan itu," kata Satake Bayu, Rabu, 25 Maret 2020 malam. []


Berita terkait
IPW: Pemukulan Polisi di Sumbar Coreng Nama Polri
Kasus dugaan pemukulan seorang perwira polisi terhadap tiga bintara di Polres Padang Pariaman, dinilai mencoreng nama institusi Polri.
Video Polisi Dipukul Senior di Padang Pariaman Viral
Sebuah video aksi pemukulan seorang personil Polres Padang Pariaman terhadap tiga anggota polisi beredar di media sosial.
Potensi Penyebaran Corona dari Riau ke Sumbar Tinggi
Penyebaran virus corona dari Provinsi Riau menuju Sumatera Barat berpotensi karena pengawasan belum maksimal.
0
Pemudik Positif Corona Ikut Hajatan di Gunungkidul
Pemudik asal Jakarta yang positif Corona diketahui berinteraksi menghadiri acara pernikahan di Gunungkidul.