UNTUK INDONESIA
Polisi Ini Tebus Jenazah Korban Tabrakan di Samosir
Seorang polisi di Samosir, mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk menebus jenazah seorang korban kecelakaan lalu lintas.
Brigadir Heri Ompusunggu melakukan pembayaran kepada kasir RSUD Sidikalang, Kabupaten Dairi, Kamis, 7 Mei 2020. (Foto: Tagar/Istimewa)

Samosir - Brigadir Heri Ompusunggu, seorang polisi yang bertugas Kepolisian Resor (Polres) Samosir, Sumatera Utara, rela mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk menebus jenazah seorang korban kecelakaan lalu lintas. Keluarga korban diketahui warga miskin.

Brigadir Heri Ompusunggu, yang juga Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas di Satuan Lalu Lintas Polres Samosir, menebus jenazah Alparet Sihombing, 56 tahun, dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Kabupaten Dairi.

Alparet ditabrak satu unit sepeda motor di wilayah hukum Polres Samosir, persisnya di Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir pada Minggu, 3 Mei 2020. Pasca kejadian Alparet dirawat di RSUD Sidikalang.

Ditemui pada Jumat, 8 Mei 2020 di Markas Polres Samosir, Heri mengaku telah membayarkan biaya jenazah Alparet dengan merogoh kocek sendiri.

"Benar, Bang. Saya melakukan pembayaran itu kemarin ke kasir RSUD Sidikalang, supaya jenazah korban bisa dibawa keluarganya," ujar Heri.

Selain membayarkan biaya perobatan selama Alparet diopname, dia juga membelikan peti mati serta membayar biaya ambulans pengantar jenazah ke kampung halaman Alparet di Desa Pagaran, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara. Pasca kecelakaan Alparet dirawat selama empat hari dan meninggal dunia pada Kamis, 7 Mei 2020.

"Korban meninggal dunia pada Kamis jam 10 pagi. Pihak keluarga belum pernah datang, baik selama dirawat sampai akhirnya korban meninggal dunia," ujarnya.

Setelah dihubungi dan memberitahukan Alparet meninggal dunia, keluarga akhirnya datang ke rumah sakit di Sidikalang.

"Namun mereka tak kunjung menjemput jenazah korban, karena tidak punya uang dan saat opname pun korban tidak dijenguk karena ketiadaan ongkos," jelasnya.

Merasa iba dengan situasi tersebut, dia mengambil uang pribadinya sendiri dan langsung membayarkan seluruh biaya perobatan Alparet di RSUD Sidikalang.

Terima kasihlah kepada Polres Samosir terutama kepada pribadi Brigadir Heri Ompusunggu

"Semua hanya karena rasa kemanusiaan aja, Bang. Kasihan aku lihat keluarganya kebingungan dan menangis karena tidak bisa menebus dan menjemput korban," tutur Heri.

Polisi SamosirPetugas kepolisian dari Samosir saat melepas jenazah Alparet Sihombing saat akan dibawa keluarga dari RSUD Sidikalang untuk dibawa ke Kabupaten Tapanuli Utara. (Foto: Tagar/Istimewa)

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Samosir, Ajun Komisaris Polisi Maju Harahap, membenarkan tindakan mulia anggotanya tersebut.

"Benar, perbuatan mulia itu dilakukan anggota saya Brigadir Heri Ompusunggu. Sebelumnya dia pun telah melaporkan hal itu kepada saya dan tindakan baik seperti itu memang saya izinkan," jelas Maju.

Fernando Aftar Lumbantoruan, putra Alparet menyampaikan terima kasihnya kepada Polres Samosir terutama kepada Brigadir Heri Ompusunggu. Dia mengaku tidak punya biaya menebus jenazah ayahnya dari RSU Sidikalang.

"Terima kasihlah kepada Polres Samosir terutama kepada pribadi Brigadir Heri Ompusunggu, kiranya Tuhan yang membalaskan kebaikan hatinya ini," ujar Fernando.

Sebelumnya, kecelakaan dialami Alparet ketika menyeberangi jalan dan ditabrak satu unit sepeda motor yang melaju kencang di Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir pada Minggu, 3 Mei 2020 sekira pukul 20.30 WIB.

"Korban atas nama Alparet Sihombing, penduduk Kabupaten Tapanuli Utara, namun bertempat tinggal di Dusun III, Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Samosir, Ajun Komisaris Polisi Maju Harahap.

Kronologis kejadian, beber Maju, sepeda motor Honda CB warna merah tanpa nomor polisi dikendarai Fajar Limbong, 20 tahun, penduduk Dusun I, Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, meluncur dari arah Tele, Kabupaten Dairi dengan kecepatan tinggi.

Di lokasi kejadian, Fajar tidak melihat ada pejalan kaki datang dari arah berlawanan, dan secara mendadak menyeberangi jalan. Fajar pun menabrak pejalan kaki tersebut yang tak lain adalah Alparet.

"Korban terjatuh ke sisi kiri jalan, sementara Fajar Limbong terpental ke depan ke sisi kanan jalan," ungkap Maju.

Warga sekitar yang melihat kejadian, bergegas menyelamatkan keduanya dan dibawa ke RSUD Sidikalang untuk mendapatkan perawatan medis.

Polisi sudah melakukan cek tempat kejadian perkara dan menetapkan status tersangka kepada Fajar Limbong. Polisi juga sudah menyita barang bukti satu unit sepeda motor Honda CB warna merah milik Fajar.[]

Berita terkait
RSUD Samosir Ancam Pidanakan Pasien yang Berbohong
RSUD di Kabupaten Samosir, mengancam akan memidanakan pasien yang terbukti berbohong saat menyampaikan riwayat perjalanannya ketika diperiksa.
Pulang dari Zona Merah, 1 Warga Samosir ODP Covid-19
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Samosir, menetapkan seorang wanita sebagai ODP.
Dugaan Hoaks, Direktur RSUD Samosir Diperiksa Polisi
Polres Samosir memeriksa Direktur RSUD dr Hadrianus Sinaga terkait informasi bohong status ODP 26 staf kejaksaan.
0
Kampanye Kotak Kosong Dipidana? Ini Kata KPU Siantar
Ketua KPU Pematangsiantar Daniel Sibarani menguraikan, masyarakat berhak memilih dan mensosialisasikan kolom kosong di Pilkada 2020.