Polda Papua dan Komnas Ham Bentuk Tim Investigasi

tim investigasi terkait peristiwa penyerangan dan penganiayaan di Deyai terkait peristiwa penyerangan kamp karyawan PT. Putra Dewa Paniai.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal. menyatakan, di Kampung Kimbely terdapat sekitar 300 warga masyarakat pendatang yang sebelumnya bekerja sebagai pendulang emas dan pedagang, yang dilarang bepergian oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). (Foto: Tri)

Deiyai, Papua (Tagar 3/8/2017) – Polda Papua Bersama Komnas HAM Papua bentuk tim investigasi terkait peristiwa penyerangan dan penganiayaan di Deyai terkait peristiwa penyerangan kamp karyawan PT. Putra Dewa Paniai di Kampung Bomou Distrik Tigi Kabupaten Deiyai, Kamis (3/8).

“Polda Papua Bersama dengan Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Papua, saat ini sedang melakukan investigasi terkait peristiwa penyerangan kamp dan penganiayaan terhadap karyawan PT. Putra Dewa Paniai serta bentrok anggota Polri dan massa di Kampung Bomou Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai,” ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M Kamal kepada tagar.id melalui pesan singkat Kamis (3/8).

Dari bentrok tersebut mengakibatkan sembilan warga sipil mengalami luka dimana satu orang meninggal dunia. Sedangkan 11 korban dari pihak Polri mengalami luka-luka dan dua mobil patroli dirusak massa.

Peristiwa tersebut mengakibatkan sembilan warga sipil mengalami luka, dimana satu orang meninggal setelah mendapatkan perawatan medis akibat luka tembak, sedangkan tiga korban luka tembak lainnya kemarin Rabu 2/8), pkl 10.30 WIT diterbangkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Nabire guna mendapatkan perawatan intensif.

Empat korban sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan serta satu korban masih di rawat di Rumah Sakit setempat di Deyai. “Sementara 11 korban luka-luka dari pihak Polri dan 2 unit mobil patroli,” jelas Kabid Humas. (tri)

Berita terkait
0
Amerika Dibantu Denmark Memata-matai Merkel dan Sekutu Eropa
Sejumlah media Denmark dan Uni Eropa laporkan AS memata-matai beberapa politisi tertinggi Eropa, termasuk Kanselir Jerman, Angela Merkel