UNTUK INDONESIA
Polda Jateng Tembak 3 Perampok Toko Emas Grobogan
Polisi Jawa Tengah tembak tiga dari empat perampok toko emas yang beraksi di Grobogan, September 2019.
Tiga dari empat perampok toko emas di Grobogan ditembak aparat Polda Jateng. (Foto: Tagar/Sigit AF)

Semarang - Polda Jateng berhasil mengungkap kasus perampok Toko Emas Wisma Cahaya, Grobogan, yang video aksi kejahatannya viral pada medio September 2019. Polisi menembak tiga dari empat pelaku yang tertangkap. 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Budhi Haryanto mengatakan perampok yang ditangkap adalah Wahyudi alias Lincung 32 tahun, Sudarmono alias Dar 38 tahun, Hadi alias Had 20 tahun dan Roni Susanto alias Ron Pelo 51 tahun. Berasal dari Demak dan wilayah lain di Jateng. 

Mereka di ringkus di tempat terpisah. Dua pelaku ditangkap di Jateng, satu dicokok di Jakarta dan satu lagi dikeler dari persembunyiannya di Bali. Saat beraksi di Grobogan mereka berhasil menggasak emas sebanyak 10 Kg yang nilainya ditaksir mencapai Rp 6 miliar.

Budhi menjelaskan dalam menjalankan aksinya, komplotan tersebut berbagi peran. Rony misalnya, ia bertugas sebagai orang yang menggambar target operasi. Lalu, Hadi berperan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Wahyudi bertindak sebagai eksekutor, bersama rekannya merampok target. 

Perintah kapolda jelas ya, untuk menindak tegas pelaku kejahatan yang menggunakan senjata api.

Sementara Sudarmono sendiri bertugas menjual hasil jarahan mereka di daerah Bekasi dan Jakarta Utara. "Dua pelaku yang masih buron yakni, Paijan dan Sobekan alias Kantong. Dalam waktu dekat pasti kami ringkus," kata Budhi saat jumpa pers kasus tersebut di Mapolda Jateng, Senin, 30 Desember 2019. 

Ia mengatakan, dari keterangan pelaku, saat ini barang hasil rampokan sebagian besar sudah terjual dengan nilai Rp 800 juta. Uang tersebut telah diwujudkan para pelaku dalam bentuk rumah, tanah, dan mobil.

"Saya ini kami masih terus mengembangkan, ke mana saja pelaku membuang hasil barang rampokan," ujarnya. 

Sementara itu, saat rilis kasus tersebut, tiga pelaku, yakni Wahyudi, Sudarmono dan Roni, terlihat masih meringis kesakitan. Mereka berjalan ada yang dipapah rekannya, menggunakan kursi roda yang didorong petugas dan memakai alat bantu jalan. Hadiah timah panas disarangkan ke dua kaki para perampok lantaran melawan saat ditangkap.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar Fitriana Sutisna menyatakan jajarannya akan selalu menindak tegas pelaku kejahatan yang melawan dan membahayakan masyarakat maupun polisi. Apalagi kelompok tersebut membawa senjata api. 

Dalam video kamera pengintai toko emas, terlihat memang pelaku perampokan di Grobogan itu menggunakan senjata api jenis pistol untuk menakut-nakuti korban.

"Perintah kapolda jelas ya, untuk menindak tegas pelaku kejahatan yang menggunakan senjata api. Ini meresahakan masyarakat. Bila perlu ditembak di tempat," ujar dia. 

Perampokan Toko Emas Wisma Cahaya di Desa Tlogomulyo, Kecamatan Gubug, Grobogan, terjadi pada Minggu, 15 September 2019. Empat perampok menyatroni toko emas tersebut menggunakan dua sepeda motor. Satu pelaku menodongkan pistol, pelaku lain mengawasi lingkungan dan dua lainnya menguras perhiasan di etalase toko. [] 

Baca juga: 

Berita terkait
Didor, Kelompok Cirebon Bobol BMT dan Koperasi Tegal
Polisi berhasil tangkap 5 penjahat Cirebon yang bobol BMT dan Koperasi di Tegal.
2019, Kejahatan di Kabupaten Tegal Turun
Kejahatan di Kabupaten Tegal turun sepanjang 2019. Tapi kriminalitas curanmor naik.
Kejahatan Rembang 2019 Turun tapi Narkoba Meningkat
Jumlah kejahatan di Rembang, Jawa Tengah turun 11 kasus tapi narkoba naik 2 kasus.
0
Penyuap Saiful Illah Segera Disidangkan di Surabaya
KPK telah melimpahkan berkas perkara dua penyuap Bupati Sidoarjo nonaktif Saiful Ilah, Ibnu Ghopur dan Totok Sumedi ke Jaksa Penuntut Umum.