PM Singapura Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Virus Corona

PM Singapura, Lee Hsien Loong, orang pertama di Singapura yang menerima dosis pertama vaksin virus corona (Covid-19) Pfizer-BioNTech
PM Singapura Lee Hsien Loong menerima suntikan vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Singapura, 8 Januari 2021 (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Singapura – Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, menerima dosis pertama vaksin virus corona (Covid-19) pada Jumat, 8 Januari 2021, sewaktu Negara Kota itu mulai menggelar program vaksinasi untuk pekerja medis dan pekerja garis depan. PM Lee Hsien Loong menerima vaksin Pfizer-BioNTech di Rumah Sakit Umum Singapura.

"Ini tidak menimbulkan rasa sakit. Ini efektif. Dan ini penting. Saya berharap warga Singapura akan menerimanya saat kami menggelar program vaksinasi. Kita memiliki jumlah vaksin yang memadai," kata perdana menteri berusia 68 tahun itu kepada wartawan.

Lee mengatakan akan ada cukup vaksin untuk semua orang di Singapura, termasuk non warga negara yang tinggal di sana, paling lambat pada kuartal ketiga 2021 atau akhir tahun.

Singapura sejauh ini memiliki 58.836 kasus virus corona, dengan 29 kematian. Varian baru virus corona yang lebih mudah menular dan pertama kali ditemukan di Inggris telah terdeteksi di negara kecil itu.

Corona SingapuraWarga membeli persediaan mi instan setelah Singapura meningkatkan peringatan wabah virus korona menjadi oranye, di sebuah supermarket di Singapura, Sabtu, 8 Februari 2020. (Foto: Antara/Edgar Su)

Kementerian Kesehatan, akhir Desember 2020, menyatakan dua orang di Singapura yang kembali dari Inggris terdeteksi telah tertular varian baru itu.

Salah satunya adalah pilot Singapore Airlines yang melakukan perjalanan ke Inggris untuk bekerja dari 19 hingga 22 Desember 2020. Tes pada 23 Desember 2020 menunjukkan hasil negatif, namun ia menderita demam tiga hari kemudian. Pada 29 Desember, tes menunjukkan, ia telah tertular varian baru virus corona.

Kasus kedua adalah seorang asing pemegang izin kerja yang tiba dari Inggris pada 7 Desember. Dia mengakhiri karantina 14 hari pada 21 Desember 2020 setelah dites negatif pada 17 Desember 2020. Namun, kemudian ia menderita nyeri tubuh dan dinyatakan positif terkena varian baru virus itu pada 29 Desember 2020 (ab/uh)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Virus Corona Varian Baru Terdeteksi di Singapura
Pemerintah Singapura memberikan konfirmasi telah menemujkan kasus pertama varian baru virus corona seperti yang ditemukan di Inggris
Singapura Kembangkan Masker Pintar Pendeteksi Virus Corona
Sejumlah periset di Singapura tingkatkan peran masker selangkah lebih maju sebagai pencegah penularan virus corona
Bayi Lahir di Singapura dengan Antibodi Virus Corona
Seorang perempuan warga Singapura yang pernah tertular virus corona melahirkan bayi yang memiliki antibodi terhadap virus corona
0
Penjelasan Kementerian ATR/BPN Soal Reforma Agraria
Reforma Agraria adalah program Pemerintah untuk mengurangi ketimpangan dalam kepemilikan, penguasaan, penggunaan dan pemanfaatan tanah.