Plt Gubernur Sulsel Tabur 30 Ribu Benih Udang Windu

Pandawa-1000 dihadirkan untuk mengembalikan kejayaan udang windu Sulsel setelah redup sejak tahun 1998.
Udang Windu. (Foto: Tagar/KKP News)

Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menabur 30 ribu benih udang windu di Kabupaten Pinrang, sebagai upaya mengembalikan kejayaan udang windu di Sulsel.

Dalam keteranganya di Makassar, Sabtu 21 Agustus 2021 Andi mengatakan, udang windu tetap menjadi salah satu prioritas Sulawesi Selatan sehingga pemeliharaannya harus fokus dan dimaksimalkan

"Kita prioritaskan bagaimana udang windu karena menjadi rumusan bersama bagaimana kita mengembalikan kejayaan udang windu. Mudah-mudahan kakap dan udang windu dari Lanrisang yang terkenal," tuturnya.

Bahkan Plt Gubernur Sulsel melalui Dinas Perikanan dan Kelautan mengucurkan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar untuk benur udang windu di Pinrang.



Kita prioritaskan bagaimana udang windu karena menjadi rumusan bersama bagaimana kita mengembalikan kejayaan udang windu. Mudah-mudahan kakap dan udang windu dari Lanrisang yang terkenal.



“Setelah kita seleksi, dari 10 Kabupaten/Kota, kita akhirnya memilih Pinrang," kata Andi.

Selain itu, Andi jugamenginstruksikan Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulsel untuk memantau langsung budidaya udang.

Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid mengatakan, penebaran benur ini juga untuk menguji kreativitas orang Pinrang yang bisa memadukan antara ikan kakap dan udang windu.

Lokasi tambak berada di kawasan pengembangan budidaya udang windu 1000 hektar ramah lingkungan (Pandawa-1000).

Sekadar informasi, Pandawa-1000 merupakan inovasi pengembangan budidaya udang windu (penaeus monodon) berbasis kawasan (ecosystem approach to aquaculture) dan teknologi adaptif lokal pada areal seluas 1.011,6 hektar di Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang.

Pandawa-1000 memang dihadirkan untuk mengembalikan kejayaan udang windu Sulsel setelah redup sejak tahun 1998.

Teknologi adaptif yang dikembangkan berbasis pada teknologi budidaya dengan pendekatan ramah lingkungan (ecofriendly) tanpa residu bahan kimia, pestisida, dan obat-obatan sesuai dengan standar Indonesian Good Aquaculture Practice (Indo GAP).

Ini bertujuan menghasilkan udang windu jenis eco-shrimp kualitas premium terbaik di Indonesia berdasarkan British Retail Consortium (BRC) yang dipasarkan ke Jepang melalui Alter Trade Japan (ATJ).

Dalam teknologi Pandawa 1000 dilakukan pelibatan stakeholder multi helix dari sektor hulu hingga hilir. Dengan melibatkan 733 orang pembudidaya di Lanrisang dengan target produksi rata-rata 300 kg/musim tanam. Adapun benur yang akan ditebar pada kawasan untuk 1000 ha ini sebanyak 30 juta ekor atau 30 ribu benur per hektare. []


Baca Juga:

Permintaan Dunia Tinggi, KKP Tingkatkan Budi Daya Udang

Pengeolaan Perikanan Berkelanjutan Bappenas Lakukan Studi Bioekonomi Udang






Berita terkait
Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan, Bappenas Lakukan Studi Bioekonomi Udang
Kementerian PPN/Bappenas melakukan kajian bioekonomi sebagai kegiatan percontohan terkait Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) berbasis jenis.
Cara Membuat Udang Telur Asin yang Bikin Ketagihan
Sebagian dari Anda mungkin bosan dengan olahan udang yang itu-itu aja, Berikut cara membuat dan bahan-bahan dalam mengolah udang telur asin.
Pabrik KKP di Pangandaran Hasilkan Pakan Berkualitas Untuk Pembudidaya Ikan
Melalui program Gerpari sejak 2015, KKP berupaya menghadirkan pakan ikan berkualitas untuk pembudidaya dengan harga yang terjangkau.
0
Plt Gubernur Sulsel Tabur 30 Ribu Benih Udang Windu
Pandawa-1000 dihadirkan untuk mengembalikan kejayaan udang windu Sulsel setelah redup sejak tahun 1998.