Pilot-pilot Afghanistan yang Terlantar Tinggalkan Uzbekistan

Sejumlah pilot Afghanistan yang ditahan di Uzbekistan selama sekitar sebulan, mulai meninggalkan negara itu menuju Uni Emirat Arab
Sekelompok pilot dari maskapai Ariana Afghan tampak berjalan di area Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, setelah mendarat pada 5 September 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Jakarta - Sejumlah pilot Afghanistan yang ditahan di Uzbekistan selama sekitar sebulan, pada Minggu, 12 September 2021, mulai meninggalkan negara itu menuju Uni Emirat Arab (UAE), seperti yang dilaporkan Kantor Berita Reuters.

Seorang pilot Afghanistan yang dilatih di Amerika Serikat (AS) mengatakan kepada Reuters bahwa satu kelompok pilot akan meninggalkan Uzbekistan pada Minggu, 12 September 2021, menuju UAE di bawah perjanjian yang dibrokeri oleh AS, meski Taliban menuntut agar pilot-pilot itu dipulangkan ke Afghanistan.

Wall Street Journal melaporkan pada Sabtu, 11 September 2021, bahwa pilot-pilot itu akan menuju ke pangkalan militer AS di Doha, Qatar, sebelum direlokasi ke negara ketiga.

Belum jelas apa yang akan terjadi pada ke-46 pesawat di Uzbekistan, termasuk beberapa pesawat A-29 dan helikopter Black Hawk UH-60, seperti dirilis Reuters.

Baik Departemen Luar Negeri AS, PBB maupun Taliban belum mengomentari secara terbuka perkembangan yang dilaporkan pada Minggu, 12 September 2021, tersebut (vm/ah)/voaindonesia.com. []

Warga Amerika Keturunan Vietnam Bantu Pengungsi Afghanistan

Maskapai Afghanistan Bersiap Buka Penerbangan Internasional

Tujuh Maskapai Penerbangan Paling Berbahaya 2019

Penerbangan Internasional Takut Lewati Afghanistan

Berita terkait
Maskapai Afghanistan Bersiap Buka Penerbangan Internasional
Maskapai nasional Afghanistan sedang bersiap untuk melanjutkan penerbangan internasional minggu depan.
0
Pilot-pilot Afghanistan yang Terlantar Tinggalkan Uzbekistan
Sejumlah pilot Afghanistan yang ditahan di Uzbekistan selama sekitar sebulan, mulai meninggalkan negara itu menuju Uni Emirat Arab