Penerbangan Internasional Takut Lewati Afghanistan

United Airlines, British Airways dan Virgin Atlantic mengatakan mereka tidak menggunakan wilayah udara Afghanistan.
Ilustrasi: Gerilyawan Taliban merebut kembali kekuasaan di Afghanistan, 20 tahun setelah invasi AS menggulingkan mereka dari kekuasaan (Foto: voaindonesia.com/AFP)

Jakarta - Negara-negara lain termasuk Kanada, Inggris, Jerman, dan Prancis telah menyarankan maskapai penerbangan mereka untuk mempertahankan ketinggian setidaknya 25.000 kaki di atas Afghanistan. Saran itu muncul di situs web Safe Airspace, yang melacak peringatan semacam itu.

Penerbangan komersial yang akan mendarat di Afghanistan juga terpengaruh oleh kekacauan di darat. Emirates Airline mengatakan di situs web-nya bahwa mereka telah menangguhkan penerbangan ke Ibu Kota Afghanistan, Kabul, hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Hal ini seiring situasi di Afganistan yang sedang mengalamai gejolak di wilayahnya setelah kelompok Taliban mendeklarasikan kemenangan perangnya atas pasukan pemerintah.

Deklarasi kemenangan perang disampaikan tak lama setelah para milisi kelompok itu menduduki istana presiden di Kabul.

United Airlines, British Airways dan Virgin Atlantic mengatakan mereka tidak menggunakan wilayah udara Afghanistan.

Seorang juru bicara United Airlines mengatakan situasi di negara itu telah memengaruhi beberapa penerbangan AS ke India.

Situs pelacak penerbangan FlightRadar24 menunjukkan beberapa penerbangan komersial masih melewati wilayah udara Afghanistan pada pukul 03.00 GMT pada hari Senin, tetapi lebih banyak pesawat terbang melewati tetangga negara itu; Pakistan dan Iran.

Beberapa maskapai dan pemerintah terkait telah lebih memperhatikan risiko terbang di atas zona konflik dalam beberapa tahun terakhir setelah dua insiden mematikan yang melibatkan rudal surface-to-air [permukaan ke udara].

Sebuah pesawat Malaysia Airlines ditembak jatuh di Ukraina timur pada tahun 2014, menewaskan 298 orang di dalamnya. Kemudian sebuah jet Ukraina International Airlines ditembak jatuh oleh militer Iran pada tahun 2020, menewaskan semua 176 orang.

Administrasi Penerbangan Federal (FAA) AS pada Juli memberlakukan pembatasan penerbangan baru di Afghanistan untuk maskapai AS dan operator AS lainnya.

FAA mengatakan penerbangan yang beroperasi di bawah 26.000 kaki dilarang di Kabul Flight Information Region [Wilayah Informasi Penerbangan Kabul], yang sebagian besar mencakup Afghanistan, kecuali beroperasi di dalam dan di luar Bandara Internasional Hamid Karzai, dengan alasan risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas ekstremis atau pun militan. []

Baca Juga: Sekjen PBB Serukan Agar Taliban Hentikan Serangan

Berita terkait
Taliban Ingin Damai dengan Komunitas Internasional
Taliban ingin menjalin hubungan damai dan membangun komunikasi yang telah mereka buka dengan negara lain.
Taliban Berkuasa Presiden Ashraf Ghani Tinggalkan Afghanistan
Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, bersama wakil presiden dan beberapa pejabat senior lainnya, 15 Agustus 2021, terbang ke luar negara itu
Indonesia Serukan Pemerintah Afghanistan dan Taliban Lanjutkan Dialog
Pemerintah Indonesia serukan pemerintah Afghanistan dan Taliban kembali lanjutkan dialog perdamaian di tengah memburuknya situasi keamanan
0
Penerbangan Internasional Takut Lewati Afghanistan
United Airlines, British Airways dan Virgin Atlantic mengatakan mereka tidak menggunakan wilayah udara Afghanistan.