UNTUK INDONESIA
Perintah Jokowi: Terawan Atur Manajemen Pasien Corona
Presiden Jokowi memerintahkan Menkes Terawan mengatur manajemen penanganan pasien terdampak virus corona di Indonesia.
Pemakaman pasien positif corona TPU Pondok Ranggon, Jakarta, belum lama ini. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkap sejumlah fakta di balik kematian pasien Covid-19. (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatur manajemen penanganan pasien terdampak virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Jokowi menyampaikannya saat rapat terbatas yang digelar melalui telekonferensi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 13 April 2020.

"Jangan semuanya masuk ke rumah sakit yang ada. Tetapi tentu saja yang ringan, yang sedang, akan lebih baik kalau dibawa ke Wisma Atlet, ini semua rumah sakit harus tahu. Kemudian yang perlu penanganan intensif, bisa dibawa ke rumah sakit yang ada dan kalau yang tidak perlu penanganan intensif, bisa dirawat di rumah dengan isolasi mandiri," ujar Jokowi.

Saya kira penting sekali terus disampaikan sehingga mereka tahu betul yang namanya jaga jarak itu apa.

Dalam ratas itu Jokowi juga menyebut Indonesia memiliki perbedaan penanganan Covid-19 dengan negara lain. Misalnya, kata dia, Indonesia memiliki "rumah sakit tanpa dinding" atau telemedicine.

"Saya juga sangat menghargai ini yang belum banyak diungkap, bahwa kita memiliki rumah sakit tanpa dinding, telemedicine," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2014 tersebut.

Baca juga:

Dengan adanya fasilitas telemedicine tersebut, kata Jokowi, tidak semua orang harus pergi ke dokter atau ke rumah sakit untuk mengecek kondisi kesehatannya. Dengan demikian, risiko penularan kepada tenaga medis bisa dikurangi.

"Saya mendapatkan laporan bahwa sekarang beberapa perusahaan aplikasi teknologi sudah masuk dan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, dari yang sebelumnya hanya 4 juta, sekarang sudah mencapai lebih dari 15 juta orang menggunakan aplikasi ini, ini sangat bagus," ujarnya.

Jokowi juga menegaskan kembali pentingnya memakai masker dan menerapkan physical distancing atau menjaga jarak guna memotong rantai penyebaran virus corona.

"Saya kira penting sekali terus disampaikan sehingga mereka tahu betul yang namanya jaga jarak itu apa, yang namanya isolasi itu apa, dan ini akan bisa mencegah tersebarnya (virus) corona ini lebih meluas," tutur dia. []

Berita terkait
Jokowi: Dari 78 Lab, Baru 29 Dapat Digunakan Tes PCR
Presiden Jokowi mengungkapkan dari 78 laboratorium sampai saat ini baru 29 laboratorium yang dapat dipakai untuk mengetes virus.
Istana Bantah Jokowi Sebar Sembako pada Sabtu Malam
Istana menerangkan video menyebut pembagian sembako dari Jokowi menimbulkan kerumunan menuju Istana Bogor pada Sabtu malam.
Ferdinand: Luhut Sudah Benar Perhatikan Ojol saat PSBB
Politikus Demokrat Ferdinand H menilai langkah Ad Interim Menhub Luhut B Panjaitan kepada ojol saat PSBB sudah benar.
0
Fakta : Ternyata Gus Nur Pernah Menjadi Pemain Debus
Sugi Nur Raharja atau Gus Nur dikenal sebagai seorang pendakwah. Ia lahir di salah satu desa di Banten pada tanggal 11 Februari 1974.