Peresmian Induk Holding & AS Berencana Lepas Cadangan Minyak

Perekonomian semakin berkembang pesat guna memenuhi kebutuhan pasar yang jumlahnya semakin meningkat. Simak ulasannya berikut ini.
Ilustrasi - Perdagangan minyak. (Foto: Tagar/Unsplash/@chrisleboutillier)

Jakarta – Perekonomian semakin berkembang pesat guna memenuhi kebutuhan pasar yang jumlahnya semakin meningkat. Perkembangan ini terjadi tak hanya secara nasional melainkan juga di pasar internasional.

Per Kamis, 25 November 2021 ini telah terjadi serangkaian perkembangan ekonomi mulai dari Presiden Joko Widodo resmi menunjuk Danareksa menjadi Induk Holding BUMN hingga Amerika Serikat Berencana melepaskan cadangan minyaknya. Berikut merupakan rangkuman berita ekonomi yang terjadi pada minggu ini dilansir dari kanal YouTube CNBC Indonesia.


1. Danareksa Resmi Menjadi Induk Holding BUMN

Presiden Joko Widodo telah resmi menunjuk Danareksa menjadi Induk Holding BUMN sesuai dengan penerbitan peraturan pemerintah nomor 113 tahun 2021. 

Penunjukan Danareksa menjadi holding ini bertujuan untuk mempercepat pengikutsertaan masyarakat dalam kepemilikan saham BUMN, pemerataan pendapatan, serta pelaksanaan investasi dan konsultasi management.

Nantinya, Danareksa akan mengelola perusahaan serta anak usaha BUMN di berbagai bidang seperti Jasa keuangan, Kawasan industri, sumber daya air, jasa konstruksi dan konsultasi, manufaktur, media dan teknologi, transportasi dan logistik.


2. BI Pangkas Proyeksi PDB RI

Perry Warjiyo selaku Gubernur Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi indonesia tahun 2021 hanya mencapai 3,2% -4 %. Proyeksi tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan awal bank sentral yang memperkirakan mencapai 3,5%-4,3% di sepanjang tahun 2021.

Meskipun belum mencapai target, Perry optimis jika pertumbuhan ekonomi tahun 2022 bisa lebih tinggi dibanding tahun ini. Menurutnya ekonomi indonesia di tahun depan mulai pulih sehingga PDB RI bisa mencapai 4,7%-5,5 %. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi bank sentral yang berkisar antara 4,6%-5,4 %.


3. Investasi Manufaktur Mencapai Rp 236 T

Menteri Perindustrian Agung Gumiwang Kartasasmita menyebut nilai investasi manufaktur mencapai Rp 236 triliun. Dengan demikian kementerian perekonomian menyatakan jika industri manufaktur sudah mulai bangkit dan optimis industri non migas mencapai target 4 % pada akhir 2021.

Agung Gumiwang menargetkan di sepanjang 2021 kontribusi pengolahan non migas terhadap PDB mencapai 18 % dan ekspor produk industri mencapai 75%. 

Menurutnya kementrian juga telah menambahkan insentif untuk meningkatkan produksi ekspor manufaktur sehingga bisa menambah kontribusi ekspor manufaktur.


4. Pertumbuhan PDB Singapura Mencapai 7,1%

Singapura telah mencatatkan PDB negaranya tumbuh hingga 7,1% pada kuartal ketiga tahun 2021. Angka tersebut telah melampaui perkiraan awal yang hanya bertumbuh sebesar 6,5%, oleh karena itu pemerintah optimis jika pertumbuhan ekonomi Singapura di sepanjang 2021 mencapai 7%.

Kementerian perdagangan dan perindustrian Singapura memperkirakan ekonominya akan tumbuh 3-5% pada tahun 2022. Angka pertumbuhan itu akan lebih lambat dibandingkan tahun ini dikarenakan pemulihan ekonomi yang belum merata. 

Meskipun begitu, Sekretaris perdagangan dan industri Singapura berharap sektor perdagangan dan manufaktur bisa tetap menguat.


5. Negara Maju Berencana Melepas Cadangan Minyak

Presiden Amerika Serikat Joe Biden berencana melepaskan cadangan minyak yang dimiliki negaranya untuk menstabilkan harga minyak mentah global menjelang musim liburan. Departemen Energi AS diketahui berencana melepas cadangan darurat minyak sebanyak 50 juta barel.

Rencana Joe Biden ini diikuti oleh beberapa negara lainnya dari seluruh dunia yang salah satunya adalah Jepang. Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menjelaskan jika pelepasan ini akan dilakukan sesuai aturan dimana mereka hanya akan melepaskan cadangan minyak jika ada resiko gangguan pasokan.

Keputusan kedua negara ini juga akan diikuti oleh negara lainnya seperti Cina, India, Korea Selatan hingga Inggris. Pelepasan cadangan minyak ini diketahui karena produsen minyak yang tergabung dalam OPEC+ mengabaikan permintaan penambahan pasokan minyak dipasar.

(Dimas Rafika)


Berita terkait
Lepas Cadangan Minyak, Strategi Amerika Turunkan Harga Minyak Dunia
Amerika Serikat akan melepaskan 50 juta barel, setara dengan sekitar dua setengah hari dari permintaan AS.
Harga Minyak Menguat di Tengah Laporan OPEC+ Usai Alami Penurunan
Harga minyak mentah kembali menguat untuk harga minyak mentah berjangka Brent pengiriman Januari. Kenaikan harga minyak ini mencapai 81 sen.
Harga Minyak Dunia Menetap Sedikit Lebih Tinggi
Kenaikan harga minyak ini terjadi saat pasar bergulat dengan dolar AS yang lebih kuat bersama kekhawatiran atas peningkatan inflasi AS.
0
Peresmian Induk Holding & AS Berencana Lepas Cadangan Minyak
Perekonomian semakin berkembang pesat guna memenuhi kebutuhan pasar yang jumlahnya semakin meningkat. Simak ulasannya berikut ini.