Perdagangan Bebas Antara India dan Inggris

India dan Inggris akan melangsungkan pembicaraan mengenai kesepakatan perdagangan bebas meningkatkan perdagangan bilateral
Menteri Luar Negeri Inggris untuk Perdagangan Internasional, Anne-Marie Trevelyan, saat peluncuran negosiasi perjanjian perdagangan bebas (FTA) antara Inggris dan India di New Delhi, India, 13 Januari 2022 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Anushree Fadnavis)

Jakarta – India dan Inggris akan melangsungkan pembicaraan mengenai kesepakatan perdagangan bebas yang diharapkan dapat meningkatkan perdagangan bilateral antara kedua negara -salah satu negosiasi paling ambisius yang dilakukan setelah Brexit.

Menteri Perdagangan Internasional Inggris, Anne-Marie Trevelyan, berada di New Delhi dan akan bertemu dengan Menteri Perdagangan dan Industri India, Piyush Goyal. Negosiasi yang sebenarnya akan dimulai pekan depan, kata para pejabat.

Kedua belah pihak berharap kesepakatan itu akan memberi manfaat besar bagi beberapa industri, mulai dari makanan dan minuman hingga teknologi terbarukan yang mutakhir.

Kesepakatan itu berpotensi menggandakan ekspor Inggris ke India dan meningkatkan perdagangan dua arah sebesar 38 miliar dolar AS per tahun pada tahun 2035, kata sebuah pernyataan pemerintah Inggris.

"Kesepakatan dengan India adalah peluang emas untuk menempatkan bisnis Inggris di barisan depan karena ekonomi India terus tumbuh pesat," kata Trevalyan, seraya menambahkan bahwa Inggris ingin memanfaatkan kelas menengah yang sedang tumbuh di negara terbesar ketiga di Asia itu.

Kunjungannya itu menandakan upaya Inggris, setelah meninggalkan Uni Eropa pada 2016, untuk memfokuskan kebijakan perdagangannya di kawasan Indo-Pasifik. India, yang pernah menjadi koloni Inggris, dipandang sebagai lokasi yang menguntungkan mengingat ketidakpastian hubungan dengan Tiongkok.

Investasi dari perusahaan-perusahaan India telah menciptakan 95.000 lapangan pekerjaan di Inggris, kata pernyataan itu.

Inggris sedang mengupayakan kesepakatan yang memangkas hambatan untuk melakukan bisnis dan perdagangan, termasuk pemotongan tarif ekspor untuk mobil buatan Inggris dan wiski Scotch.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar The Financial Times, Kamis, 13 Januari 2022, Trevelyan mengatakan “semuanya ada di meja untuk didiskusikan'', termasuk memperluas akses visa untuk pelajar India dan pekerja terampil. Ia mengatakan ia ingin kesepakatan itu tercapai pada awal 2023.

Menurut Kementerian Luar Negeri India, India dan Inggris berfokus pada lima bidang utama -- kontak antarmanusia, perdagangan, pertahanan dan keamanan, iklim, dan kesehatan (ab/uh)/voaindonesia.com. []

Covid-19 Varian Gabungan Inggris dan India di Vietnam

Jerman Hapus Larangan Perjalanan dari Inggris dan India

Mencemaskan Peningkatan Varian Covid-19 India di Inggris

3 Fakta Perlu Diketahui Tentang Virus Corona Varian India

Berita terkait
Inggris dan Australia Capai Kesepakatan Perdagangan Bebas
PM Inggris, Boris Johnson, dan PM Australia, Scott Morrison, diperkirakan akan mengukuhkan serangkaian kesepakatan perdagangan bebas
0
Perdagangan Bebas Antara India dan Inggris
India dan Inggris akan melangsungkan pembicaraan mengenai kesepakatan perdagangan bebas meningkatkan perdagangan bilateral