Penyebab Kenaikan Harga Saham Telkom (TLKM)

Saham Telkom bergerak naik pada sesi perdagangan pertama hari ini dipicu berbagai sentimen positif
Warga melintas layar yang menampilkan infornasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 12 Maret 2020. BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan (\'trading halt\') pada sistem perdagangan di bursa efek pada Kamis (12/3) pukul 15.33 WIB karena dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5,01 persen. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

Jakarta - Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) terpantau naik 3,96 persen pada sesi perdagangan pertama hari ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) saham emiten pemerintah itu beranjak dari level Rp 3.030 menjadi Rp 3.150.

Head of Investment Avrist Asset Management Farash Akbar Farich mengatakan terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi gerak saham Telkom di lantai bursa.

“Seminggu terakhir ini saya melihat sahamnya memang sudah turun cukup banyak, dan dari sisi nilai juga masih undervalue,” ujarnya kepada Tagar, Senin, 15 Juni 2020.

Menurut Farash, sentimen positif juga terbangun karena perseroan tengah membidik kerjasama dengan pemain global guna memperkuat ekspansi bisnis.

“Mereka juga ada rencana untuk new business dengan Netflix, saya pikir ini juga berperan,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menyebut aspek lain yang mempengaruhi kenaikan saham TLKM adalah rencana penyebaran dividen bagi pemegang saham pada pekan ini.

“Dari sisi defensive business, Telkom banyak terbantu dengan penjualan data yang meningkat. Yield dividen kemungkinan bisa di atas 4 persen,” ucap Farash.

Sebagai informasi, harga saham perusahaan plat merah itu mengalami kenaikan sekitar 3 persen pada hari ini dengan nilai perdagangan mencapai Rp 342 miliar.

Tidak hanya Telkom yang berada di jalur hijau, emiten pemerintah lainnya yaitu PT Semen Indonesia Tbk. (SMGR) tercatat mengalami hal serupa dengan peningkatan 1,06 persen ke level Rp 9.500 dengan nilai transaksi Rp 8 miliar.

PT Telekomunikasi Indonesia sendiri dijadwalkan bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 19 Juni 2020 mendatang.

Berita terkait
Analis Ini Rekomendasi Jual Saham Garuda, Kenapa?
Garuda Indonesia diperkiran masih akan menghadapi masalah permintaan yang belum bisa segera pulih meskipun telah dilakukan pelonggaran pembatasan.
Bursa Saham Asia Melemah Imbas Covid-19 Gelombang 2
Bursa saham Asia melemah pada perdagangan awal pekan, Senin, 15 Juni 2020 dipicu kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 gelombang kedua.
Kookmin Kuasai 51% Saham Bank Bukopin
Dengan mengakuisisi 51% saham Bank Bukopin, Kookmin Korea Bank menjadi pengendali di bank itu.
0
Kemendag Teken Kerja Sama Pemberdayaan UMKM dengan Accor, BNI, dan Pemprov DKI
Kemendag kembali menandatangani perjanjian kerja sama untuk mendorong pemberdayaan UMKM dengan grup perhotelan Accor, BNI & Pemprov DKI.