UNTUK INDONESIA
Penusukan Syekh Ali Jaber Percobaan Pembunuhan
Kasus penusukan yang dilakukan seorang pria terhadap Syekh Ali Jaber kala mengisi ceramah, adalah murni upaya dan percobaan pembunuhan.
Pendakwah Syekh Ali Jaber tidak terima pelaku penikamnya dianggap gila. (foto: sulawesion.com).

Padangsidempuan - Kasus penusukan yang dilakukan seorang pria terhadap Syekh Ali Jaber kala mengisi ceramah, adalah murni upaya dan percobaan pembunuhan.

"Apa yang menimpa Syekh Ali Jaber adalah percobaan pembunuhan. Dan bukan lagi kasus penganiayaan berat," tegas Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Padangsidempuan, Ustaz Muhammad Asroi Saputra Hasibuan, dihubungi Tagar pada Selasa, 15 September 2020.

Menurut dia, bila merunut kronologis kejadian yang disebar dalam berita, pelaku ini cukup terlatih. Dalam seketika sudah berada di dekat Syekh Ali Jaber dan melakukan penyerangan dengan senjata tajam.

Bahkan, Ustaz Asroi juga sependapat dengan Syekh Ali Jaber, yang menurutnya bahwa pelaku tidak lah mengalami gangguan jiwa.

"Kami sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Syekh Ali Jaber, bahwa pelaku ini tidak mengalami gangguan jiwa. Dia tiba-tiba datang dan langsung menusuk Syekh Ali Jaber menggunakan senjata tajam," ujarnya.

Kita jangan terprovokasi, tapi harus tetap meningkatkan kewaspadaan dan turut menjaga ulama kita

Asroi mengutarakan keyakinannya bahwa pelaku tidak mengalami gangguan jiwa, diperkuat dengan foto-foto pelaku dalam berbagai pose dan momen, beredar luas di media sosial terutama Facebook.

"Itu satu yang menguatkan kami bahwa pelaku tidak mengalami gangguan jiwa. Bahkan dari wajah di dalam foto yang beredar, pelaku terlihat dalam kondisi sehat," katanya.

Ustaz Asroi menyerukan kepada umat Islam untuk bersatu, dan meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga ulama dari ancaman yang dilakukan oleh orang-orang tak bertanggung jawab.

"Kita jangan terprovokasi, tapi harus tetap meningkatkan kewaspadaan dan turut menjaga ulama kita. Kita juga minta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini secara transparan, dan ungkap bila ada orang atau dalang di balik kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber. Hukum pelaku dengan hukuman seberat-beratnya," tegasnya yang ditutup dengan kalimat takbir.

Untuk diketahui, penusukan terhadap Syekh Ali Jaber terjadi saat mengisi ceramah pada Minggu, 13 September 2020 pukul 17.10 WIB di Bandar Lampung, Lampung.

Secara tiba-tiba, seorang pemuda naik ke tempatnya sedang berceramah dan menusukkan pisau mengenai tangan Syekh Ali Jaber.

Atas kejadian itu, pelaku diamankan massa. Sementara Syekh Ali Jaber dibawa ke Puskesmas Gedongair untuk mendapatkan perawatan medis. []

Berita terkait
Polisi Usut Motif dan Dalang Penusuk Syekh Ali Jaber
Anggota Komisi VIII DPR, KH Maman Imanulhaq, yang dikenal sebagai Kiai Maman, mengutuk keras aksi penusukan terhadap Syekh Ali Jabar
Syekh Ali Jaber, MUI Jatim: Perlu Pengawalan Ulama
MUI dan PWNU Jatim menilai kasus penusukan dialami Syekh Ali Jaber harus dijadikan pelajaran agar ulama dan kiai tidak mendapatkan kekerasan.
0
Guntur Romli: Sugi Nur Enggak Bisa Mengaji, Cuma Bisa Teriak
Politisi PSI Mohamad Guntur Romli sebut Sugi Nur alias Gus Nur tidak bisa mengaji, hanya bisa teriak-teriak memanggil nama orang.