Penting! Calon Investor Pemula Harus Mengenal Profil Risiko Sebelum Berinvestasi

Ini merupakan suatu indikator yang bisa membantu kamu dalam menentukan jenis atau instrumen investasi yang sesuai dengan tujuanmu.
Ilustrasi - Investasi. (Foto: Tagar/Pixabay)

TAGAR.id, Jakarta - Investasi memang membantu kita dalam hal keuangan yang lebih baik. Meski begitu, setiap aset atau instrumen investasi juga punya risiko. Inilah hal penting yang harus diketahui oleh calon investor pemula.

Pada intinya, setiap instrumen investasi punya tingkat risiko yang berbeda-beda. Mulai dari yang berisiko rendah atau aman, fluktuatif, hingga yang tinggi risikonya.

Karakter dan tujuan kamu juga bisa mempengaruhi dalam berinvestasi. Karena itulah, menentukan profil risiko dinilai penting sebelum memulai investasi.

Profil risiko investasi merupakan suatu indikator yang bisa membantu kamu dalam menentukan jenis atau instrumen investasi yang sesuai dengan diri kamu.

Dengan mengetahui profil risiko, kamu sebagai investor bisa mengukur instrumen investasi yang sesuai dengan kondisi diri dan yang menguntungkan pastinya. Selain itu, kamu  juga tetap bisa menghadapi segala risiko dalam investasi yang mungkin saja terjadi di masa mendatang.

Mengenal profil risiko sebelum berinvestasi itu penting. Karena, kamu tidak bisa menghadapi risiko besar tapi masih memilih instrumen investasi yang berisiko tinggi, kamu bisa rugi, ini akan membuat kamu stress.

Begitu juga sebaliknya. Kalau kamu memang suka tantangan, pasti bakal membosankan ketika menjalani investasi yang cenderung aman. Makanya, cuma diri kamu sendiri nih yang bisa menentukan profil risiko investasi kamu.

Dikutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan, ada tiga jenis profil risiko investasi yang umum dikenal di masyarakat:


Profil Risiko Konservatif

Buat kamu yang cenderung menghindari risiko tinggi, kamu berarti termasuk dalam kategori konservatif.

Profil risiko ini memang cukup banyak dimiliki oleh investor pemula. Soalnya, profil konservatif akan lebih merasa nyaman jika memiliki investasi yang aman atau rendah risiko.


Profil Risiko Moderat

Sementara itu, buat kamu yang masih bisa menoleransi sebagian risiko investasi, kamu masuk dalam profil risiko moderat.

Jadi, dalam profil risiko ini, kamu sebenarnya masih ingin berinvestasi secara aman, tapi di saat yang bersamaan kamu juga ingin dapat cuan banyak dari investasi lain. Soalnya, semakin tinggi peluang keuntungan dalam investasi, semakin tinggi juga risikonya.


Profil Risiko Agresif

Profil risiko agresif cocok buat kamu yang tidak takut mengambil risiko tinggi dalam investasi. Kamu cukup optimis buat mendapatkan cuan yang tinggi, meski tahu risikonya juga tinggi.

Karena, orang dengan profil risiko ini dapat menoleransi penurunan nilai investasi dalam jumlah besar. 


Cara mengetahui profil risiko yang sesuai dengan diri kita sendiri

Mungkin, mudah bagi kamu untuk menilai orang lain. Di satu sisi, kadang enggak gampang buat menilai diri sendiri bukan?

Meski dari tiga jenis profil risiko investasi yang ada sudah disebutkan ciri-ciri karakternya, tapi ketika kamu akan berinvestasi, pihak manajer investasi atau sekuritas juga bakal menanyakan sejumlah hal untuk membantu kamu menentukan profil risiko.

Setiap manajer investasi punya pertanyaan yang berbeda-beda untuk menentukan profil risiko kamu. Namun, poin-poinnya tetap sama . Apa saja yang jadi pertimbangan?


Jangka waktu dan tujuan investasi

Investasi bukan hanya sekedar menanamkan modal, lalu untung. Kamu tetap perlu memikirkan jangka waktu dan tujuan kamu dalam berinvestasi.

Pertama, tentukan dulu tujuan dari investasi kamu. Misalnya, kamu berinvestasi untuk melanjutkan pendidikan, menikah, dan menyiapkan dana pensiun.

Dengan sudah menentukan tujuan dalam berinvestasi, kamu secara otomatis akan menentukan jangka waktunya. Jadi, kamu pun sudah bisa tahu, investasi yang kamu pilih untuk jangka pendek, menengah, atau jangka panjang.

Dilansir dari laman Bareksa, investasi jangka pendek yakni investasi yang mencakup harian, bulanan, dan maksimal berkisar 1-2 tahun. Sedangkan untuk jangka menengah, cenderung digunakan untuk waktu mendatang, minimal 3 tahun.

Sementara itu, untuk investasi jangka panjang, digunakan untuk hal yang besar seperti dana pensiun. Kalau kamu memang memilih investasi yang dilakukan dalam jangka panjang, kamu bisa pilih juga saham yang fundamentalnya baik, atau investasi yang cenderung rendah risiko seperti emas atau properti.


Persentase toleransi terhadap risiko

Kamu akan mengetahui seberapa takut dan beraninya diri ketika kamu menghadapi suatu masalah. Biasanya, manajer investasi akan menanyakan seberapa besar persentase kamu dalam mentoleransi risiko.

Misalnya, dilansir dari laman Manulife, pihaknya akan menanyakan seperti apa sikap kamu dalam memandang suatu perubahan, hingga bagaimana cara kamu mentoleransi kondisi keuntungan dan kerugian dalam berinvestasi.


Pengetahuan seputar investasi

Sementara itu, pengetahuanmu soal investasi itu sendiri juga bisa menentukan profil risiko kamu.

Semakin banyak dan luas pengetahuanmu soal investasi, manajer investasi akan semakin mudah pula membantu kamu menentukan profil risiko. Hal ini juga jad cerminan jam terbang dan keseriusan kamu dalam berinvestasi.

Kira-kira profil risiko apa  yang cocok denganmu? jangan takut untuk berinvestasi. []



Baca Juga





Berita terkait
Apa itu Investasi Jangka Panjang dan Bagaimana Risikonya?
Bagi yang ingin menabung untuk masa depan atau menunjang hari tua nanti, investasi jangka panjang sangat direkomendasikan.
3 Tips Sebelum Investasi Saham, Jangan Pakai Uang Ngutang!
Jika pemasukan Anda tidak dibarengi dengan investasi, bisa-bisa daya beli kita akan semakin menurun loh!
Pemula Bisa Coba 3 Tips Investasi Saham Ini, Gampang Banget!
Selain transaksinya yang semakin mudah secara online, tak dapat dipungkiri potensi return yang tinggi menjadi daya tarik utamanya.