UNTUK INDONESIA
Penjelasan Pemkot Semarang soal Anggaran Covid-19
Refocusing anggaran, Pemkot Semarang mampu kumpulkan Rp 200 miliar untuk penanganan Covid-19. Rp 103 miliar sudah digunakan.
Bansos berupa jaring pengaman sosial dari Pemerintah Kota Semarang kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 terus disalurkan. Dari anggaran Rp 200 miliar separuh lebih telah digunakan. (Foto: Tagar/Yulianto)

Semarang - Realisasi penggunaan anggaran penanganan Covid-19 Kota Semarang telah mencapai Rp 103 Miliar. Capaian tersebut sekitar separuh dari anggaran yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, sebesar Rp 200 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kota Semarang Endang Sarwiningsih mengatakan, total anggaran untuk penanganan Covid-19 di Kota Semarang sekitar Rp 200 miliar. Total anggaran tersebut adalah hasil refocusing atau pengalihan di anggaran APBD Perubahan tahun 2020.

“Dan anggaran itu termasuk dari anggaran murni APBD Kota Semarang tahun 2020 untuk penanganan pandemi Corona yakni sebesar Rp 5 miliar. Hingga per tanggal 27 Agustus 2020, realisasi penggunaan anggaran mencapai sebesar Rp 103 miliar,” terang Endang, Rabu, 16 September 2020 .

Hingga per tanggal 27 Agustus 2020, realisasi penggunaan anggaran mencapai sebesar Rp 103 miliar.

Adapun rincian penggunaan anggaran tersebut, yaitu untuk bidang kesehatan dan jaring pengaman sosial. 

“Selain digunakan untuk kesehatan, juga mengurangi dampak ekonomi. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mencegah ekonomi terpuruk, sehingga sedikit banyak membantu masyarakat dan sekaligus mengontrol harga agar stabil,” tutur dia. 

Setiap harinya, lanjut Endang, memang ada pencairan anggaran Covid-19 sesuai pengajuan yang ada. “Bisa jadi pagi dengan nanti siang sudah berubah lagi karena ada pencairan. Kami tetap mencoba memberikan pelayanan terbaik untuk pencegahan penularan Covid-19 di Kota Semarang dengan optimalkan dana yang sudah ada ini,” imbuhnya.

Baca juga: 

Kepala Bidang Anggaran BPKAD Budi Setyo menambahkan adanya instruksi untuk refocusing atau pengalihan, terkumpul dana sekitar Rp 200 miliar untuk penanganan Covid-19. Didapat dari belanja tidak langsung, belanja barang, jasa modal dan kegiatan lain yang bisa diefisiensikan atau ditunda pelaksanaannya.

"Sehingga terkumpul sebesar Rp 200 miliar itu. Misalnya dari penghematan biaya ATK, biaya rapat, perjalanan dinas yang bukan prioritas, termasuk juga anggaran untuk pembangunan infrastruktur,” ucap dia. PEN []

Berita terkait
Razia Masker di Simpang Lima Semarang, 20 KTP Disita
Ratusan warga terjaring razia masker di Simpang Lima Semarang. 20 di antaranya kena sanksi sita KTP.
Penjara 6 Bulan Intai Pelanggar Covid di Jateng
Operasi yustisi penegakan disiplin protokol Covid-19 tak mampu tingkatkan disiplin masyarakat Jawa Tengah, maka ancaman 6 bulan penjara mengintai
Kata Pengamat soal Klaster Rumah Makan di Semarang
Tidak hanya Rumah Makan Bu Fat, semua tempat di Kota Semarang yang abai protokol kesehatan potensial menjadi klaster baru Covid-19.
0
Bobby Temui Warga yang Sakit Hingga Tawarkan Bantuan Usaha
Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution menyambangi kediaman warga yang sakit hingga menawarkan bantuan usaha.