Waskita Karya

Penguatan Ekspor dan Impor Lanjutkan Tren Pemulihan Ekonomi

Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut seiring dengan tren penguatan ekspor dan impor yang terus maju pesat di masa pandemi
Ilustrasi: Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pelepasan Ekspor ke Pasar Global Tahun 2020 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 14 Desember 2020 (Foto: setkab.go.id - Biro Pers Setpres/Rusman)

Jakarta – Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut seiring dengan tren penguatan ekspor dan impor. Ekspor Indonesia pada Mei 2021 mencapai 16,60 miliar dolar AS atau menguat signifikan sebesar 58,76% (year-on-year/yoy). Sejalan dengan nilai ekspor, performa impor Indonesia pada Mei 2021 juga meningkat sebesar 68,68% (yoy) atau mencatatkan nilai sebesar 14,23 miliar dolar AS.

“Neraca perdagangan terus melanjutkan surplus hingga bulan ini yakni sebesar 2,36 miliar Dolar AS. Capaian ini membuat neraca perdagangan mengalami surplus selama 13 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, 15 Juni 2021.

Komoditas nonmigas menjadi kontributor utama dalam peningkatan performa ekspor bulan ini dengan pertumbuhan sebesar 58,30% (yoy). Lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) menjadi penyumbang terbesar pada ekspor nonmigas dengan porsi sebesar 15,9%.

Sementara itu, ekspor migas mengalami pertumbuhan sebesar 66,99% (yoy). Penyumbang terbesar ekspor migas berasal dari komoditas gas dengan porsi sebesar 53,8%.

Ekspor Pertanian MeningkatIlustrasi: Ekspor hasil pertanian meningkat bulan Maret 2021. (Foto: Tagar/Pexels/Mark Stebnicki)

Lebih lanjut, ekspor Indonesia pada Mei 2021 yang tumbuh sebesar 58,76% (yoy) melebihi performa ekspor negara-negara Asia lainnya, seperti Korea Selatan (45,6%), Taiwan (38,65%), Vietnam (36,6%), dan Cina (27,6%).

Peningkatan ekspor ini sejalan dengan meningkatnya harga beberapa komoditas andalan Indonesia. Tercatat, harga Crude Palm Oil (CPO) dan batu bara masing-masing meningkat sebesar 101,74% (yoy) dan 103,9% (yoy). Selain itu, pemulihan ekonomi di negara-negara mitra dagang utama Indonesia seperti AS dan Cina yang telah tumbuh positif di Kuartal I-2021 turut mendukung peningkatan permintaan atas ekspor Indonesia. Lebih lanjut, aktivitas manufaktur AS dan China yang semakin ekspansif di bulan Mei 2021 ikut mendongkrak kinerja ekspor Indonesia di bulan yang sama.

Sementara itu, selain permintaan global yang telah pulih, pertumbuhan permintaan domestik yang kembali kuat juga mendorong produksi ke level yang lebih tinggi. Tercatat, Purchasing Managers’ Index (PMI) mampu mencapai level 55,3 pada bulan Mei 2021 atau mencatatkan rekor tertinggi selama 10 tahun sejarah survei. Selain itu, penyerapan jumlah tenaga kerja juga sudah mulai tumbuh positif untuk memenuhi kebutuhan kapasitas operasional yang meningkat. Perluasan tenaga kerja ini sekaligus mendorong perbaikan penyerapan tenaga kerja domestik yang sempat menurun akibat pandemi Covid-19.

Gurita EksporIlustrasi: Jajaran pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepas ekspor gurita dari Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah ke Meksiko. (Foto: Tagar/Humas KKP)

“Pulihnya permintaan global dan domestik yang diiringi dengan peningkatan aktivitas manufaktur mendorong peningkatan impor bahan baku dan barang modal,” tutur Airlangga.

Impor bahan baku/penolong meningkat sebesar 79,11% (yoy). Peningkatan tersebut berpengaruh signifikan terhadap total impor karena memiliki porsi terbesar dibandingkan dengan impor golongan lain yakni sebesar 76,9% terhadap total impor. Di saat yang sama, impor barang modal juga tumbuh positif sebesar 35,28% (yoy) dengan porsi sebesar 13,2 persen terhadap total impor.

“Berbagai perkembangan positif ini akan mendukung Indonesia dalam menjawab tantangan-tantangan global dan domestik sehingga ketahanan sektor eksternal dapat tetap terjaga dengan baik di tahun 2021,” ujar Airlangga (Humas Kemenko Perekonomian/UN)/setkab.go.id. []

Berita terkait
Dukung UMKM, Shopee Indonesia Gandeng Sekolah Ekspor
Perusahaan layanan jual-beli daring, Shopee Indonesia, kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dan mendukung UMKM di Indonesia.
Indonesia Punya Peluang Ekspor Sepeda ke Swedia
Kedubes RI di Swedia menyelenggarakan virtual Business Forum. Besarnya pasar sepeda di swedia menjadi peluang ekspor sepeda Indonesia.
Bank Indonesia Genjot Ekspor UMKM Yogyakarta di Masa Pandemi
Bank Indonesia DIY terus menggenjot ekspor UMKM di Yogyakarta di tengah pandemi. Salah satunya lewat Grebeg UMKM DIY 2020.
0
Penguatan Ekspor dan Impor Lanjutkan Tren Pemulihan Ekonomi
Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut seiring dengan tren penguatan ekspor dan impor yang terus maju pesat di masa pandemi