Indonesia
Penghafal Al Quran Bisa Kuliah Gratis di Daerah Ini
"Mereka yang hafal 20 hingga 30 juz disediakan jalur kuliah gratis di perguruan tinggi yang sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Ilustrasi (Ist)

Koba, (Tagar 27/3/2018)- Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggratiskan biaya kuliah para penghafal Al Quran di daerah itu.

"Kami sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka dan mereka siap menerima mahasiswa dari Bangka Tengah yang sudah hafidz Al Quran minimal 20 juz," kata Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh usai membuka MTQ ke VIII di Kecamatan Sungaiselan, Senin (26/3).

Ia menjelaskan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi tersebut dalam rangka meningkatkan pembangunan sumber daya manusia andal di daerah tersebut.

Perguruan tinggi yang bekerja sama dengan Pemkab Bangka Tengah di antaranya Universitas Andalas Padang, Universitas Diponegoro dan beberapa perguruan tinggi terkemuka lainnya.

"Mereka yang hafal 20 hingga 30 juz disediakan jalur kuliah gratis di perguruan tinggi yang sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah, mereka bebas memilih jurusan yang diinginkan," ujarnya.

Ia mengatakan sebelumnya sudah ada belasan anak dari Bangka Tengah mengikuti kuliah gratis di beberapa perguruan tinggi dan baru-baru ini pemerintah daerah sudah menjalin komitmen yang sama dengan dua perguruan tinggi yaitu Unand dan Undip.

"Kalau jumlah yang diterima tentu mengikuti permintaan dari perguruan tinggi tersebut, namum yang pasti diberi kesempatan kepada anak Bangka Tengah yang memiliki prestasi untuk mengikuti kuliah gratis," katanya.

Selain itu, kata dia, pemerintah daerah juga sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk kalangan tidak mampu namun memiliki prestasi atau punya kecerdasan intelektual lebih dari yang lainnya.

"Tidak hanya penghafal Al Quran, tetapi kalangan kurang mampu yang berprestasi juga diberi kesempatan mengikuti kuliah gratis di sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia," katanya. ant/rmt

Berita terkait
0
Uang Makan Napi Rp 20 Ribu, Rupan: Tidak Manusiawi
Besaran anggaran negara untuk narapidana di lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan sebesar Rp 20 ribu per tiap hari tidak manusiawi.