Pengembang Indonesia Dorong Program Perumahan Pro Rakyat untuk Hunian Terjangkau

Hunian terjangkau masih menjadi salah satu kebutuhan pokok yang belum sepenuhnya terpenuhi bagi masyarakat Indonesia.
Pengembang Indonesia Dorong Program Perumahan Pro Rakyat untuk Hunian Terjangkau. (Foto: Tagar/Dok istimewa)

TAGAR.id, Jakarta - Hunian terjangkau masih menjadi salah satu kebutuhan pokok yang belum sepenuhnya terpenuhi bagi masyarakat Indonesia. Pertumbuhan penduduk, urbanisasi yang pesat, serta kenaikan harga tanah dan material bangunan menjadikan akses terhadap tempat tinggal yang layak dan terjangkau sebagai tantangan nyata, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah.

Menjawab tantangan tersebut, Pengembang Indonesia (PI) menggagas Program Perumahan Pro Rakyat Pengembang Indonesia, sebagai upaya menghadirkan hunian yang lebih terjangkau tanpa mengesampingkan kualitas bangunan.

Ketua Umum Pengembang Indonesia (PI), Barkah Hidayat, menyampaikan bahwa program ini diluncurkan sebagai solusi atas kebutuhan masyarakat akan rumah yang layak dan terjangkau.

“Rumah Pro Rakyat ini diluncurkan sebagai jawaban atas kebutuhan rumah yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Dalam program ini, kualitas rumah tetap dijaga setara dengan perumahan FLPP atau rumah bersubsidi pemerintah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), namun dengan harga yang lebih murah,” ujar Barkah.

Ia menjelaskan, khusus untuk wilayah Jawa dan Sumatera, harga rumah yang umumnya berada di kisaran Rp166 juta dapat ditekan menjadi sekitar Rp150 juta, dengan cicilan yang tetap berada di bawah Rp1 juta per bulan.

“Hal ini dapat direalisasikan apabila seluruh pemangku kepentingan mau bersama-sama, secara gotong royong, mendukung terwujudnya program ini,” tambahnya.

Dalam rangka merealisasikan Program Perumahan Pro Rakyat, Pengembang Indonesia, dengan dukungan Direktorat Jenderal Permukiman Perdesaan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), telah menggelar rapat khusus yang diadakan pada tanggal 2 Desember 2025 lalu.

Rapat tersebut diikuti oleh 78 peserta secara daring dan 46 peserta secara luring, serta melibatkan berbagai kementerian, pemerintah daerah, PLN, PDAM, perbankan, dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

“Dengan adanya berbagai keringanan dari para pemangku kepentingan, ditambah kerelaan para pengembang anggota Pengembang Indonesia untuk mengurangi keuntungannya, program ini dapat direalisasikan,” jelas Barkah

Dalam waktu dekat, Pengembang Indonesia berencana memulai tahapan awal pelaksanaan Program Perumahan Pro Rakyat Pengembang Indonesia. Program ini ditujukan untuk mempercepat penyediaan hunian yang terjangkau bagi masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), serta mendukung upaya pengurangan backlog perumahan nasional.

Berita terkait
Estetika Hunian yang Terjaga Jadi Investasi Jangka Panjang untuk Kenyamanan dan Nilai Properti
Tidak sedikit orang yang terpaksa melakukan renovasi berulang karena tampilan rumah yang cepat kusam, berjamur dan bernoda akibat rembesan air
Basuki Hadimuljono Targetkan Seluruh Perkantoran dan Hunian di IKN Siap Digunakan pada Desember 2024
Basuki Hadimuljono menargetkan seluruh perkantoran dan hunian di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur siap digunakan pada Desember 2024.
Beton Merah Putih Hadirkan Inovasi Prefabricated Modular Concrete untuk Menjawab Tantangan Hunian Masa Depan
Workshop Konstruksi Indonesia 2024: Kolaborasi AP3I, Semen Merah Putih, dan Beton Merah Putih, 7/11/2024, di ICE BSD, Tangerang