Pengamat: Pendesak Jokowi Mundur dari Kelompok Sakit Hati

Seharusnya Refly Harun memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat bukan ikut menggiring dan menjerumuskan.
Pengamat Ekonomi dan Luar Negeri Rumah Politik, Gerry Hukubun (kiri) dan Refly Harun, Pengamat Hukum Tata Negara (kanan).(Foto: Tagar/Dok. Gerry Hukubun)(Foto: Tagar/Dok. Gerry Hukubun)

Jakarta - Pengamat Politik dan Ekonomi Luar Negeri Rumah Politik Indonesia, Gerry Hukubun, menyayangkan tindakan sekelompok orang yang mendesak Presiden Jokowi mundur di berbagai media sosial.

Menurut Gerry, jika presiden Jokowi mundur apakah akan menjawab semua persoalan dan Pandemi covid-19 bisa teratasi?

"Menurut saya, sekelompok orang yang mendesak Presiden Jokowi mundur karena tidak suka saja bukan lantaran kebijakan soal mengatasi pandemi Covid-19," kata Gerry dalam keterangan tertulis yang diterima Tagar, Rabu, 14 Juni 2021.


Jadi desakan Presiden Jokowi mundur ini mau cari solusi Covid-19 atau karena faktor sakit hati?


Dia menjelaskan, di berbagai negara juga terjadi pro-kontra terhadap pemerintah tetapi dalam menghadapi Pandemi Covid-19, negera-negara itu bersatu dalam mengatasi persoalan bersama.

"Cuma di Indonesia saja yang tidak bersatu menghadapi pandemi tapi justru secara terus-menerus menyerang pemerintah," katannya.

"Refly Harun kan orang pintar yang mengerti konstitusi dan tata negara, seharusnya, selaku orang yang mengerti konstitusi dan tata negara dia memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa secara amanat konstitusi jika presiden mundur digantikan oleh wakilnya bukan tiba-tiba bebas memilih orang untuk menjadi presiden," ujarnya lagi.

Gerry menambahkan, seharusnya Refly Harun memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat bukan ikut menggiring dan menjerumuskan masyakarakat.

"Orang-orang yang mendesak Presiden Jokowi mundur kebanyakan yang pernah masuk dalam pemerintah dan sudah keluar. Jadi desakan Presiden Jokowi mundur ini mau cari solusi Covid-19 atau karena faktor sakit hati?," katanya. 

Diketahui, desakan kepada Jokowi untuk mundur kembali menjadi trending topik di Twitter melalui tagar #BapakPresidenMenyerahlah, Rabu, 7 Juli 2021.

Isu ini mendapat sorotan dari pengamat politik sekaligus pakar hukum tata negara Refly Harun. Menurut Refly Harun, munculnya desakan Jokowi mengibarkan bendera putih muncul karena kegagalan presiden menjalankan amanat konstitusi.

Kegagalan itulah yang menurut Refly menjadi pemicu utama isu Jokowi diminta mundur semakin mengencang.

“Diukur dari amanat konstitusi untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, maka sesungguhnya Presiden Jokowi sudah gagal. Presiden sudah gagal menjalankan amanat konstitusi,” katanya dilansir dari kanal YouTube Refly Harun pada Rabu, 7 Juli 2021. []

Baca Juga: Presiden Jokowi Memberikan Kesetaraan Akses Bagi Investor Kecil

Berita terkait
NasDem: Kedekatan Jokowi dan Luhut Sudah Dibangun Lama
Politisi NasDem Irma Suryani Chaniago mengatakan bahwa kedekatan Presiden Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan sudah dibangun sejak lama.
Presiden Jokowi Lantik 700 Perwira TNI dan Polri Tahun 2021
Jokowi lantik dan ambil sumpah 700 calon perwira remaja (capaja) Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)
Pakar: Sangat Kecil Kemungkinan Jokowi Reshuffle Luhut
Pakar Politik LIPI Wasisto Raharjo Jati mengatakan sangat kecil kemungkinan untuk Presiden Joko Widodo me-reshuffle Menko Marves Luhut Panjaitan.
0
DPR Dorong Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk Hadapi Covid
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mendorong pemerintah untuk mempersiapkan skenario terburuk hadapi Covid-19 di luar Jawa.