Pengamat: Kalau Takut Sama Rizieq Shihab, Jangan Jadi Polisi

Pengamat kepolisian Upa Labuhari mengatakan polisi jangan takut dengan Rizieq Shihab. Polisi bekerja dilindungi Undang-Undang.
Pengamat kepolisian Upa Labuhari. (Foto: Tagar/ Youtube Tagar Tv}

Jakarta - Pengamat Kepolisian Upa Labuhari mengatakan aparat penegak hukum tidak boleh takut dengan kelompok manapun termasuk kelompok ormas Front Pembela Islam (FPI) yang dipimpin Rizieq Shihab.

Karena menurut dia para penegak hukum bekerja dilindungi Undang-Undang. Selama aparat tersebut bertindak sesuai aturan hukum yang berlaku maka hal itu tidak dipermasalahkan.

"Kalau dia (Polisi) takut ya sudah nggak usah jadi polisi. Jadi kalau ada jenderal bintang dua takut dengan Rizieq Shihab saya kira itu tidak pada tempatnya," kata Upa ketika diwawancara Tagar Tv, Kamis, 19 November 2020.

Ia menilai keputusan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mencopot dua Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) sebuah langkah yang tepat dan berani. Ketegasan aparat keamanan dibutuhkan masyarakat saat ini untuk menghadapi kelompok radikal.

"Jadi kalau menurut saya apa yang diambil oleh Idham Azis dalam mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat ini adalah tindakan yang harus kita acungi jempol ya," tutur Upa.

Keputusan Idham Azis mencopot Irjen Pol Nana Sudjana dari Kapolda Metro Jaya dan Irjen Pol Rudy Sufahriadi dari jabatan sebagai Kapolda Jawa Barat dilakukan bukan berdasarkan karena adanya tekanan dari pihak manapun.

Bagaimana bisa pendukung Rizieq Shihab pakai sepeda motor masuk di jalan tol. Ini pelanggaran hukum. Ini seharusnya bisa diantisipasi sejak oleh Polda Metro Jaya.

Upa berujar dua jenderal polisi bintang dua itu dicopot dari jabatannya murni karena kelalaian mereka tidak menegakkan aturan protokol kesehatan terkait pengumpulan massa di sejumlah acara Rizieq Shihab di Jakarta dan Bogor.

Baca juga: Pengamat Politik: Prajurit TNI Indispliner Harus Ditindak

Seharusnya, lanjut Upa Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat seharusnya bisa mengantisipasi sejak awal sejumlah kegiatan Rizieq Shihab sehingga tidak terjadi kerumunan massa.

"Bagaimana bisa pendukung Rizieq Shihab pakai sepeda motor masuk di jalan tol. Ini pelanggaran hukum. Ini seharusnya bisa diantisipasi sejak oleh Polda Metro Jaya," ucap Upa.

Baca juga: Benarkah Pencopotan Dua Kapolda Terkait Bursa Calon Kapolri?

Dia berharap semoga ke depannya pimpinan Polri baik tingkat Polres, Polda maupun Mabes Polri bisa lebih tegas dan melakukan antisipasi sejak awal agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. []

Berita terkait
Pengamat Politik: Prajurit TNI Indispliner Harus Ditindak
Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan prajurit TNI harus netral.
Kata Pengamat Politik Terkait Rekonsiliasi Rizieq Shihab
Rizieq Shihab tengah menawarkan rekonsiliasi kepada pemerintahan Jokowi. Bagaiman tanggapan pengamat politik?
Pengamat: Keputusan Tarawih Akbar di Monas Bukan Masalah Sensitif
Pengamat: keputusan tarawih akbar di Monas bukan masalah sensitif. “Itu hanya sebuah inovasi kebijakan pemerintah," ujar Trubus Rahadiansyah.
0
Ketua DPRD: HJB ke-539 Momentum Kebangkitan Kabupaten Bogor
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengatakan Hari Jadi Bogor yang ke-539 hendaknya menjadi momentum kebangkitan Kabupaten Bogor.