Pendapat Pengamat Pariwisata Soal Perluasan Program Work From Bali

Berikut komentar Pengamat Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi soal kemungkinan perluasan kebijakan program Work From Bali.
Pengamat Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi. (Foto:Tagar/TR)

Jakarta - Pengamat Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi mengomentari statement Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno yang tidak menutup kemungkinan akan melakukan perluasan kebijakan program Work From Bali. 

Menurutnya, kemungkinan perluasan program tersebut menjadi Work From Lombok, Work From Labuhan Bajo dan Work From daerah lainnya patut untuk ditindaklanjuti oleh berbagai pihak.

Program Work From Bali saat ini telah mampu membuktikan menjadi pemantik energi daerah-daerah lain di Indonesia untuk tidak kalah sigap di dalam membangkitkan pariwisata di daerahnya masing-masing.

Untuk mewujudkan hal itu, Taufan menyebut, peran aktif pemerintah daerah, pelaku industri, masyarakat setempat sangat penting. Tidak saja untuk mempersiapkan jaminan kesehatan dan keamanan destinasinya, tetapi juga mempersiapkan aneka tawaran harga special terkait paket-paket menginap di hotel, tiket, transportasi, dan lain sebagainya.

Taufan RahmadiPengamat pariwisata, Taufan Rahmadi. (Foto:Tagar/Ist)

"Program Work From Bali saat ini telah mampu membuktikan menjadi pemantik energi daerah-daerah lain di Indonesia untuk tidak kalah sigap di dalam membangkitkan pariwisata di daerahnya masing-masing," tutur Taufan kepada Tagar, Kamis, 3 Juni 2021.

"Dan bukan tidak mungkin , Work From Bali akan bertransformasi menjadi Work From Indonesia , yang merupakan wujud semangat nasionalisme kita berwisata, nasionalisme pariwisata Indonesia," sambungnya.

Sementara Kadis Pariwisata NTB Yusron Hadi menyampaikan bahwa kabar dari Menparekraf Sandiaga Uno tersebut disambut gembira oleh masyarakat pariwisata Lombok-Sumbawa. 

Yusron HadiKepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi. (Foto:Tagar/Ist)

"Tentunya apresiasi setinggi-tingginya bila hal tersebut dapat terlaksana, mengingat berbagai events dlm tahun ini membutuhkan spirit yang kuat untuk semua sahabat wisata lombok-sumbawa bisa memperoleh manfaat,” kata Yusron berdasarkan keterangan tertulis Rabu, 2 Juni 2021.

Yusron menegaskan, kehadiran Work from Lombok-Sumbawa merupakan angin segar bagi masyarakat kepariwisataan di daerah tersebut ditengah situasi wabah Covid-19 ini.

“Tentu percepatan penuntasan CHSE dan vaksin bagi pelaku wisata harus kami lakukan dan mulai Rabu (2 Juni 2021) ini sudah kita geber lagi setelah berlebaran hingga bubble destination Lombok-Sumbawa terwujud,” tandas Yusron.

Yusron juga menambahkan bahwa pemerintah daerah juga terus berupaya menekan laju covid-19 di NTB agar berwisata bisa tetap dilakukan dengan sehat dan bersih. []

Berita terkait
Pendapat Pengamat Pariwisata Soal Kebijakan Work From Bali
Menurut Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi, Work From Bali memberi dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.
Sandiaga Uno: Tak Hanya Work From Bali, Bisa Juga Ada Work From Lombok
Berikut jawaban lengkap Menparekraf atas pertanyaan, apakah kebijakan Work From Bali bisa diterapkan di daerah destinasi prioritas wisata lainnya.
Penjelasan Pakar Pariwisata Soal Bubble Destination, Bubble Island dan Bubble Village
Berikut penjelasan dari Praktisi Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi soal Bubble Destination, Bubble Island dan Bubble Village.
0
Pendapat Pengamat Pariwisata Soal Perluasan Program Work From Bali
Berikut komentar Pengamat Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi soal kemungkinan perluasan kebijakan program Work From Bali.