Penjelasan Pakar Pariwisata Soal Bubble Destination, Bubble Island dan Bubble Village

Berikut penjelasan dari Praktisi Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi soal Bubble Destination, Bubble Island dan Bubble Village.
Praktisi Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi. (Foto:Tagar/Ist)

Jakarta - Praktisi Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi, memberikan penjelasan mengenai Bubble Destination, Bubble Island dan Bubble Village kepada redaksi Tagar.

Menurutnya, Bubble Destination adalah modifikasi dari kebijakan Travel Coridor Arrangement (TCA lingkupnya antar negara) sedangkan bubble destination lingkupnya adalah Koridor perjalanan antar destinasi di tengah pandemi.

Taufan RahmadiPengamat dan Praktisi Pariwisata sekaligus Founder Temannya Wisatawan Taufan Rahmadi. (Foto:Tagar/TR)

“Bubble destination adalah kebijakan yang diambil oleh pengelola destinasi di dalam menetapkan suatu daerah green zone menjadi daerah wisata yang aman untuk dikunjungi,” terang founder Temannya Wisatawan ini berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip Tagar, Minggu, 2 Mei 2021.

Di dalam bubble destination ini ditetapkan batasan maksimal dari wisatawan yang berkunjung dan bisa tinggal dengan dibarengi dengan pelaksanaan prokes yang ketat, sehingga wisatawan yang ada di dalam bubble ini akan merasa aman dan nyaman di dalam berwisata.

Rinjani, Lombok, NTBRinjani dan Danau Segara Anak, salah satu keindahan di Nusa Tenggara Barat (NTB). (Foto:Tagar/ntbprov.go.id)

“Bubble destination bisa menjadi salah satu strategi penguatan branding destinasi wisata di era new normal ini,” sebutnya.

Lalu, apa bedanya dengan Bubble island. Perbedaannya, jika Bubble Destination menetapkan kebijakannya dalam lingkup destinasi, sedangkan bubble island penerapannya lebih kepada pulau - pulau (gili) yang selama ini menjadi favorit obyek wisata.

Bubble destination adalah kebijakan yang diambil oleh pengelola destinasi di dalam menetapkan suatu daerah green zone menjadi daerah wisata yang aman untuk dikunjungi.

Contohnya, Pemprov NTB menetapkan Pulau Moyo dan 3 Gili sebagai Bubble Island, pulau dengan protokol kesehatan (prokes) berwisata yang aman dan nyaman. Kemudian, ini dimunculkan sebagai produk wisata unggulan NTB, dipasarkan baik domestik maupun mancanegara.

PariwisataIlustrasi tempat wisata. (Foto:Tagar/Pixabay/Nastia)

Tahapan selanjutnya adalah menuju Social Bubble. Lalu, Apa itu Social Bubble?. Social Bubble adalah kondisi dimana kita sudah bisa berlibur dengan orang-orang yang kita cintai dalam lingkaran sosial masyarakat, dengan para pejabat kesehatan yang telah memastikan bahwa semua orang dalam bubble zone (destinasi) tersebut telah divaksinasi, sehingga mereka (wisatawan) dapat berkumpul bersama tanpa masker. []

Berita terkait
Pengamat: Terorisme Ancaman Serius Sektor Pariwisata
Pengamat pariwisata, Taufan Rahmadi mengingatkan kembali pentingnya rasa aman menyiapkan recovery pariwisata nasional pasca pandemi covid-19.
Sederet Terobosan Kebijakan untuk Pulihkan Pariwisata RI
Berikut sederet terobosan kebijakan pemerintah untuk memulihkan sektor Pariwisata di Indonesia.
Pemkab Lombok Barat Serius Benahi Wisata Senggigi
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mulai serius membenahi kawasan Senggigi sebagai ikon pariwisata pertama di NTB.
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.