Penangkapan Wartawan Oleh Belarus Merupakan Penculikan

Kantor komisaris tinggi PBB untuk HAM katakana penangkapan Belarus terhadap seorang jurnalis sama dengan penculikan oleh negara
Seorang perempuan membawa foto Roman Protasevich di Warsawa, Polandia, dalam aksi protes terhadap penahanan blogger Belarusia yang ditangkap di pesawat Ryanair, dalam perjalanan dari Athena menuju Vilnius, 24 Mei 2021 (Foto: voaindonesia.com/REUTERS).

Jakarta – Jurnalis Belarusia Raman Protasevich ditangkap setelah pesawat Ryanair yang ditumpanginya dipaksa mendarat di Ibu Kota Belarus, Minsk, hari Minggu, 23 Mei 2021. Beberapa pejabat hak asasi manusia menyatakan terkejut dengan penahanan sewenang-wenang dan penangkapan yang tidak sah terhadap jurnalis tersebut. Lisa Schlein melaporkannya untuk voaindonesia.com.

Rupert Colville, juru bicara komisaris tinggi PBB mengkritik kekuatan militer untuk mengalihkan pesawat itu dari jalur penerbangan komersial.

Blogger Belarusia Roman ProtasevichBlogger Belarusia, Roman Protasevich, di fasilitas penahanan pra-sidang di Minsk, Belarusia, 24 Mei 2021. (Foto: voaindonesia.com - Telegram @ Zheltyeslivy/Reuters TV via REUTERS)

“Penyalahgunaan kekuasaan negara terhadap seorang jurnalis dalam menjalankan fungsi yang dilindungi oleh hukum internasional itu menerima dan sepantasnya mendapat kutukan sekeras-kerasnya. Kami khawatir akan keselamatan Raman Protasevich sekaligus berusaha mendapatkan jaminan bahwa ia diperlakukan secara manusiawi dan tidak mengalami perlakuan buruk atau penyiksaan,” kata Colville.

Colville menyatakan penampilan Protasevich di televisi milik pemerintah pada Senin malam dengan memar di wajahnya tampak tidak meyakinkan. Colville menjelaskan pengakuan yang mengatasnamakan kejahatan serius dinilai dilakukan secara paksa melalui beberapa tindak penyiksaan, yang dilarang menurut hukum internasional.

Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) yang berbasis di AS menyatakan tidak dapat memverifikasi waktu atau keadaan ketika video itu direkam. CPJ telah menyerukan pembebasan Protasevich dengan segera dan tanpa syarat.

jubir ham pbb Rupert ColvilleJuru Bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Rupert Colville (Foto: Dok/voaindonesia.com/AFP).

Protasevich adalah salah seorang pendiri saluran oposisi Nexta, yang membantu memobilisasi protes setelah pemilihan presiden Belarus pada 9 Agustus 2020. Presiden Alexander Lukashenko mengklaim kemenangan dalam pemilu itu, yang secara luas dianggap curang.

Pemerintah Minsk menuduh Protasevich melakukan terorisme dan memprovokasi kerusuhan setelah saluran Nexta menjadi salah satu saluran utama untuk mengorganisir sejumlah protes anti-Lukashenko tahun lalu terkait kecurangan pemilu.

ryanairJet tempur dikerahkan untuk mencegat pesawat Ryanair dan diminta mendarat di Bandara Minsk, Belarus (Foto: dw.com/id)

Colville menyatakan penangkapan sewenang-wenang terhadap Protasevich dan cara penangkapan itu merupakan pertanda adanya eskalasi tindakan yang sangat mengkhawatirkan dalam tindakan keras pemerintah terhadap orang-orang yang berbeda pendapat.

Lebih lanjut Colville mengatakan, “Episode yang mencengangkan itu merupakan fase baru dalam kampanye represi otoritas Belarus terhadap jurnalis dan masyarakat sipil pada umumnya. Selain masalah yang berkaitan dengan Protasevich, pendaratan paksa pesawat penumpang di Minsk itu telah meneror para penumpang di dalam pesawat sekaligus menempatkan mereka pada bahaya yang tidak perlu, yang melanggar hak asasi manusia mereka.”

Colville menyatakan rasa prihatin terhadap teman Protasevich, Sofia Sapaga, yang dilaporkan juga ditahan secara sewenang-wenang. Kantornya menyerukan pembebasan mereka dengan segera dan menyatakan keduanya harus diizinkan untuk melanjutkan perjalanan ke negara yang mereka tuju, Lituania (mg/lt)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Belarus Cegat Pesawat Komersial Untuk Tangkap Wartawan
Kemlu Jerman tuntut penjelasan Belarus atas tindakan penghadangan penerbangan sipil yang diduga untuk menahan jurnalis oposisi negara itu
Perjuangan Perempuan Belarus Feminin, Demo, dan Penjara
Selama berbulan-bulan perempuan turun ke jalan di Minsk, Belarus, menuntut demokrasi, foto-foto demonstrasi dipamerkan di Lithuania
0
Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris Merauke Jaringan JAD
Densus 88 Kembali mengamankan 1 orang terduga teroris di Merauke, Papua sehingga total 11 Orang diamankan terkait Jaringan Ansharut Daulah (JAD).